Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Holding BUMN Migas Dinilai Paling Mungkin Dalam Waku Dekat

Adhitya Himawan

Sabtu, 24 Desember 2016 | 15:04 WIB
Holding BUMN Migas Dinilai Paling Mungkin Dalam Waku Dekat
Kantor Pusat PGN di Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Pembentukan Holding BUMN Migas merupakan strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi sekaligus mempercepat penurunan impor energi yang selama ini meniadi persoalan krusial APBN.

Dalam hal keeiapan BUMN Migas paling mungkin dilakukan dalam waktu dekat mengingat hanya akan menyatukan dua entitas usaha, PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) yang masing-masing memiliki keunggulan dan dapat diarahkan untuk saling melengkapi.

Hal tersebut menjadi kesimpulan Seminar Edukasi “Understanding Value Creation PROCESS of Holding BUMN” di Gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Seminar tersebut dihadiri Dekan FEB Ul Prof Ari Kuncoro, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Prof. Jimly Asshiddiqie guru besar hukum tata negara Ul, Dekan FISIP Ul Ari Susilo, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas Prof Andrinof A Chaniago dengan moderator Prof Rhenald Kasali.

Edwin Hidayat Abdullah, menuturkan pembentukan holding migas akan menyatukan kekuatan bisnis tengah dan hilir terutama dalam transmisi gas yang dikuasai yang PG N, sementara bisnis hulu minyak selama ini sangat dipahami Pertamina. Sehingga ketika BUMN Migas terwujud maka anak usaha Pertamina yang bergerak di bisnis transportasi dan transmisi gas, yakni Pertagas akan berada di bawah PGN. Sementara PGN akan menjadi anak usaha Pertamina.

Hingga saat ini persoalan utama industri migas di Indonesia adalah tumpang tindihnya peran hulu dan hilir antara PT Pertamina dengan PT PGN Tbk. Dengan skema ini maka bisnis yang sifatnya duplikasi antara entitas usaha akan dikurangi atau bahkan dihilangkan salah satunya target infrastruktur gas yang diharapkan menurunkan harga gas bagi industri secara signifikan.

Menurut Aloysius Kiik Ro tujuan dibentuknya perusahaan holding adalah supaya BUMN Migas lebih kuat untuk dapat bersaing di pasar global, seperti Temasek di Singapura ataupun Khasanah di Malaysia.

”Kekuasaan holding nantinya tidak lagi di Pemerintah tetapi di Kementerian BUMN dimana pengaiihan atau penjuaian saham pemerintah tidak perlu lagi izin DPR dan Menteri Keuangan cukup Menteri Negara BUMN saja,” tuturnya.

Dia mencontohkan holdingisasi BUMN yang berhasil di sektor Perbankan ketika Bank Bumi Daya, Bank Exim, Bank Bapindo dan Bank Dagang Negara pada tahun 1998 disatukan menjadi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Merger sehingga saat ini Bank Mandiri menjadi saiah satu bank terbesar di Indonesia.

baca juga

Pada sisi lain, mantan Menteri Bappenas, Prof Andrinof A Chaniago mengingatkan agar pemerintah mengawal terwuiudnya rasionalitas birokrasi yang efisien dan menghindari peluang penyaiahgunaan kekuasaan.

"Seiain itu perlu ditetapkan BUMN Migas sebagai kustodian aset migas dapat mengeloia aset migas agar dapat dimonetisasi dan digunakan untuk berbagai aksi korporasi. Monetisasi aset meiaiui hak kustodian cadangan migas akan menjadi leverage bagi BUMN tumbuh berkembang guna meningkatkan pendapatan dan keuntungan, serta membangun infrastruktur energi dan mengakuisisi cadangan terbukti," ujar Andrinof.

Senada dengan Prof Andrinof A Chaniago, Jimiy Asshiddiqie mengingatkan langkah pembentukan holding migas dilatarbelakangi oieh kebutuhan energi Indonesia yang diperkirakan tumbuh tujuh kaii iipat pada tahun 2050, sementara cadangan gas Indonesia belum mencukupi kebutuhan domestik, dan kondisi geografis indonesia telah menimbulkan ketidakseimbangan sumber gas dengan sentra ekonomi yang memerlukan infrastruktur terintegrasi secara end-to-end.

Untuk itu dibutuhkan optimaiisasi infrastruktur yang saat ini masih tumpang tindih di level BUMN lewat sinergi yang dapat menurunkan harga gas pada tingkat and customer. BUMN migas berperan penting daiam ketahanan energi nasional sekaiigus untuk menurunkan impor energi.

”Sehingga saya sepakat dengan Prof Andrinof A Chaniago bahwa pembentukan holding BUMN energi mutlak membutuhkan perbaikan pada Kementerian BUMN sehingga menjadi birokrasi yang efektif, eflsien sekaligus transparan," tegasnva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Jurus PLN Pastikan Pasokan Listrik Akhir Tahun Cukup

Ini Jurus PLN Pastikan Pasokan Listrik Akhir Tahun Cukup

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 13:56 WIB

Konsumsi Listrik Saat Natal dan Tahun Baru Turun Hingga 24 Persen

Konsumsi Listrik Saat Natal dan Tahun Baru Turun Hingga 24 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 13:51 WIB

Timah Tbk - Sucofindo Kerja Sama di Bidang Pertambangan

Timah Tbk - Sucofindo Kerja Sama di Bidang Pertambangan

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 11:43 WIB

Chevron Jual Beli Aset Panas Bumi di Indonesia dengan Star Energy

Chevron Jual Beli Aset Panas Bumi di Indonesia dengan Star Energy

Bisnis | Sabtu, 24 Desember 2016 | 07:17 WIB

Kedatangan Kapal Listrik Turki ke NTB Ditunda Februari 2017

Kedatangan Kapal Listrik Turki ke NTB Ditunda Februari 2017

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2016 | 06:34 WIB

Ini 5 Strategi Pertamina untuk Jadi Perusahaan Energi Kelas Dunia

Ini 5 Strategi Pertamina untuk Jadi Perusahaan Energi Kelas Dunia

Bisnis | Rabu, 14 Desember 2016 | 06:58 WIB

Pembentukan Holding BUMN Diprediksi Mundur, Ini Kata Rini

Pembentukan Holding BUMN Diprediksi Mundur, Ini Kata Rini

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 16:25 WIB

Pertamina Energy Forum 2016

Pertamina Energy Forum 2016

Foto | Selasa, 13 Desember 2016 | 16:02 WIB

Bukit Asam Incar Tiga Proyek Pembangkit Listrik di Asia Tenggara

Bukit Asam Incar Tiga Proyek Pembangkit Listrik di Asia Tenggara

Bisnis | Selasa, 13 Desember 2016 | 14:13 WIB

Transjakarta Tambah Bus sebagai Antisipasi Permintaan

Transjakarta Tambah Bus sebagai Antisipasi Permintaan

Bisnis | Minggu, 11 Desember 2016 | 15:25 WIB

Terkini

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB