Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

IPW: Lokasi Perumahan Subsidi Jauh dari Akses Transportasi Massal

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 27 Februari 2017 | 15:45 WIB
IPW: Lokasi Perumahan Subsidi Jauh dari Akses Transportasi Massal
Pembangunan rumah subsidi. [Dok Kementerian PUPR]

Rumah murah menjadi harapan bagi masyarakat menengah bawah untuk dapat memiliki rumah. Program sejuta rumah yang digelontorkan pemerintah pun menarik minat banyak pengembang untuk membangun rumah murah tersebut karena permintaan pasar yang sangat besar.

Rumah yang dijual dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi menarik dengan penetapan suku bunga 5 persen tetap selama 20 tahun, dapat bantuan uang muka, dan uang muka yang sangat rendah sampai 1 persen.

"Namun benarkah ketersediaan rumah FLPP ini merupakan solusi bagi masyarakat untuk memeroleh rumah?," kata CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, dalam keterangan resmi, Senin (27/2/2017).

Analisis IPW menunjukkan bahwa ternyata secara umum pengembangan rumah FLPP yang banyak dibangun di daerah-daerah penyangga Jakarta, tidak cocok untuk masyarakat yang masih bekerja di Jakarta. Pasalnya berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 125 proyek FLPP di Bodetabek, memerlihatkan bahwa 58,6 persen rumah FLPP yang dibangun tersebut jauh dari akses transportasi massal, khususnya kereta api.

Wilayah Tangerang diperkirakan memiliki 67 persen proyek rumah FLPP yang jauh dari akses tersebut, diikuti oleh Bekasi 59 persen, dan Bogor 52 persen. Akses jaringan kereta api di wilayah Tangerang relatif belum dapat menjangkau proyek-proyek FLPP, selain itu harga tanah yang sudah tinggi di wilayah ini membuat para pengembang tidak dapat lagi mengembangkan proyek rumah FLPP di sekitaran stasiun kereta api. Bahkan di Bekasi dengan relatif memiliki lebih banyak rumah FLPP pun kesulitan untuk menemukan lokasi yang tidak jauh dari stasiun kereta api.

Agak berbeda dengan wilayah Bogor yang perkembangan perumahan murah sejak dulu sudah terbentuk di sekitaran stasiun kereta api sepanjang Citayam, Bojong Gede, sampai Cilebut. Namun demikian bila kita melihat ke arah Cileungsi yang telah banyak dibangun rumah murah namun keterjangkauan akses stasiun kereta api masih sangat jauh. Proyek yang ada hanya mengutamakan harga yang murah tanpa memerhatikan bagaimana nanti masyarakat dapat menjangkau tempat kerjanya dengan mudah.

“Lokasi rumah FLPP yang jauh dari kereta api tidak sesuai bagi masyarakat yang masih bekerja di Jakarta. Biaya transportasi dan waktu tempuh yang jauh tidak menjadikannya efektif,” jelas Ali.

Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah, jangan sampai target Program Sejuta Rumah hanya bersifat fisik. Artinya jangan sampai banyaknya rumah yang terbangun tapi tidak bermanfaat bagi masyarakat pembelinya. Tanah-tanah yang berada di sekitaran jaringan transportasi massal harusnya sudah ‘diamankan’ pemerintah untuk nanti dibangun rumah murah atau rusun murah.

Saat ini hal tersebut tidak terjadi karena tanah-tanah yang ada telah dikuasai pengembang dan mekanisme pasar yang berjalan. Karena itu ketersediaan bank tanah milik pemerntah di simpul-simpul akses tersebut harus dapat dicarikan solusinya. Integrasi antara jaringan transportasi massal (MRT, LRT, kereta api) dengan lokasi perumahan harus sesegera mungkin mendapat perhatian dari pemerintah.

Banyak masyarakat yang ‘terjebak’ memaksakan diri membeli rumah FLPP, namun ternyata malah biaya transportasi bertambah dan waktu tempuh menjadi sangat lama sehingga produktivitas menurun. Namun demikian fenomena ini memang agak sulit untuk dihindari. Dalam perkembangan kota seperti Jakarta yang sangat pesat dan beban lalu lintas yang menimbulkan kemacetan dimana-mana, harus juga disikapi oleh Pemprov DKI Jakarta dengan menyediakan rusun untuk kaum pekerja urban.

"Pembangunan rusun saat ini masih menyasar kaum informal dari hasil relokasi, namun yang tidak kalah penting rusun untuk kaum pekerja menengah perkotaan yang belum bisa membeli rumah pun harus menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta," tutup Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akses Kredit Rumah Bagi Pekerja Informal Semakin Terbuka

Akses Kredit Rumah Bagi Pekerja Informal Semakin Terbuka

Bisnis | Minggu, 26 Februari 2017 | 16:46 WIB

Tahun Ini, REI Targetkan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Jawa Tengah

Tahun Ini, REI Targetkan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Jawa Tengah

Bisnis | Minggu, 26 Februari 2017 | 15:55 WIB

Luncurkan KPR BTN Mikro, BTN Gandeng Perum Perumnas

Luncurkan KPR BTN Mikro, BTN Gandeng Perum Perumnas

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 16:20 WIB

BTN Targetkan Penyaluran KPR BTN Mikro Rp150 Miliar di 2017

BTN Targetkan Penyaluran KPR BTN Mikro Rp150 Miliar di 2017

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 16:03 WIB

BTN Luncurkan Produk Terbaru KPR BTN Mikro

BTN Luncurkan Produk Terbaru KPR BTN Mikro

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 15:56 WIB

Ini Penjelasan IPW Terkait Program DP Rumah 0 Persen Ala Anies

Ini Penjelasan IPW Terkait Program DP Rumah 0 Persen Ala Anies

Bisnis | Jum'at, 24 Februari 2017 | 15:16 WIB

BTN Optimis Bertahan Jadi Penguasa KPR di Indonesia

BTN Optimis Bertahan Jadi Penguasa KPR di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Februari 2017 | 17:31 WIB

IPW Kritik Pajak Tanah Terlantar Rugikan Investasi Properti

IPW Kritik Pajak Tanah Terlantar Rugikan Investasi Properti

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 17:35 WIB

IPW Prediksi Program Sejuta Rumah Tak Berlanjut di Tahun Ketiga

IPW Prediksi Program Sejuta Rumah Tak Berlanjut di Tahun Ketiga

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 17:27 WIB

Potensi Rumah Subsidi di Jawa Timur Masih Sangat Tinggi

Potensi Rumah Subsidi di Jawa Timur Masih Sangat Tinggi

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 06:31 WIB

Terkini

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB