Perkuat Perlindungan TKI, DPP PKB Bentuk Satgas TKI

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Selasa, 28 Februari 2017 | 21:03 WIB
Perkuat Perlindungan TKI, DPP PKB Bentuk Satgas TKI
Pembentukan Satgas TKI oleh DPP PKB, di Jakarta, Selasa (28/2/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ikut berpartisipasi mengatasi persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang saat ini masih menjadi masalah pelik bagi Indonesia.

Menurut Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskadar, salah satu yang kerap menjadi masalah bagi TKI yaitu terkait dokumen resmi yang tidak terpenuhi. Sehingga banyak TKI berangkat ke luar negeri lewat belakang dengan numpang kapal kecil.

Padahal, lanjut Muhaimin, sudah banyak sekai korban berjatuhan di perairan Selat Malaka lantaran kapal yang mereka tumpangi karam. Dia mencatat, sejak November 2016 hingga Januari 2017 korban sudah sebanyak 104 orang.

"Persoalan seperti ini harus segera diatasi agar tidak ada lagi korban jiwa. PKB sebagai partai pendukung pemerintah sengaja membentuk Satuan Tugas TKI PKB untuk mencegah serta melindungi anak bangsa yang memiliki niat suci membantu keluarganya keluar dari kemiskinan," kata Muhaimin saat mengukuhkan Satgas TKI PKB di Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2017).

Menurut laki-laki yang kerap dipanggil Cak Imin, keinginan mereka mengubah nasib menjadi lebih baik mengalahkan rasa takut para calon TKI. Padahal, tidak jarang, mereka yang pergi ke luar negeri justru mendapat nasib yang tragis.

"Malaysia menjadi negara tujuan favorit bagi para TKI luar negeri. Kementerian luar negeri Indonesia mencatat jumlah TKI di Malaysia mencapai 6,2 juta TKI dan 1,9 juta adalah TKI yang tidak berdokumen," tutur Muhaimin.

Jarak yang mudah dijangkau, kedekatan secara budaya, menjadikan Malaysia sebagai negara tujuan utama bagi para TKI, terutama bagi mereka yang tidak memiliki dokumen resmi. Sebagian besar TKI yang tidak berdokumen resmi berangkat dan pulang ke Indonesia lewat jalur tidak resmi.

Mereka berangkat melalui pelabuhan-pelabuhan kecil. Kata Muhaimin, jalur air ini, selain jauh lebih murah, juga lepas daru pantauan pihak keimigrasian atau polisi air. Di jalur pelabuhan ‘tikus’ inilah para calon TKI mendapatkan akses dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjadi TKI tanpa dokumen resmi.

"Salah satu wilayah pemberangkatan yang menjadi pilihan favorit para TKI adalah Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau kecil dan tidak terdeteksi pihak keamanan laut," tutur Muhaimin.

Kata dia, dari pelabuhan-pelabuhan kecil itulah TKI diangkut dengan transportasi yang sangat tidak memadai dan sangat membahayakan nyawa mereka, setelah sebelumnya diinapkan dua hari sampai seminggu di berbagai titik di Kepulauan Riau seperti Tanjung Pinang.

"Sejak awal November 2016 hingga pertengahan Januari 2017, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau mencatat setidaknya telah terjadi dua kali kecelakaan perahu yang membawa calon TKI dan TKI overstay Malaysia di wilayah perairan antara Kepulauan Riau dan Malaysia," kata Muhaimin.

Yang lebih menyedihkan lagi, ungkap Muhaimin, yaitu TKI illegal ditangani dengan tidak manusiawi, tanpa standart keselamatan. "Sebagai bentuk respon cepat dari kami dalam melindungi anak bangsa ini maka DPP PKB berinisiatif membentuk Satgas TKI PKB yang memiliki delapan tugas utama," kata Muhaimin.

Adapun delapan tugas utama yang ia maksud, yaitu, pertama, mendirikan Posko Satgas TKI di lokasi-lokasi rawan penyelundupan TKI tidak berdokumen. Kedua, bersama pihak terkait (kepolisian dan imigrasi) bertindak cepat dan tegas dalam mencegah para calo TKI yang hendak memberangkatkan TKI tidak berdokumen. Ketiga, membantu para calon TKI memperoleh informasi yang lengkap terkait syarat dan prosedur pemberangkatan yang legal dan juga mencegah pemberangkatan TKI Ilegal.

Keempat, melakukan kerja-kerja inisiatif untuk mendorong pemerintah provinsi Riau dan DPRD merumuskan standart transportasi yang aman dalam pemberangkatan TKI legal serta prosedur pemberangkatan. Kelima, membantu TKI overstay untuk dapat dipulangkan dengan transportasi yang memenuhi standart keamanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNP2TKI Tunggu Operasi Dokter untuk Pastikan Hilangnya Ginjal TKI

BNP2TKI Tunggu Operasi Dokter untuk Pastikan Hilangnya Ginjal TKI

News | Selasa, 28 Februari 2017 | 19:48 WIB

Kemnaker Bentuk Tim Reaksi Cepat Masalah Tenaga Kerja Luar Negeri

Kemnaker Bentuk Tim Reaksi Cepat Masalah Tenaga Kerja Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 28 Februari 2017 | 17:48 WIB

Kemnaker Bantu Biaya Pengobatan Sri Rabitah

Kemnaker Bantu Biaya Pengobatan Sri Rabitah

News | Selasa, 28 Februari 2017 | 17:39 WIB

Tim Investigasi Kemnaker Selidiki Kasus Sri Rabitah

Tim Investigasi Kemnaker Selidiki Kasus Sri Rabitah

News | Selasa, 28 Februari 2017 | 17:24 WIB

Kisah Siti Rabitah, Kehilangan Ginjal Secara Misterius di Qatar

Kisah Siti Rabitah, Kehilangan Ginjal Secara Misterius di Qatar

News | Senin, 27 Februari 2017 | 19:49 WIB

PKB Serukan Politisinya Tak Terjebak Isu Pragmatis

PKB Serukan Politisinya Tak Terjebak Isu Pragmatis

News | Rabu, 22 Februari 2017 | 11:57 WIB

Muhaimin: Politik PKB Tak Boleh Halalkan Segala Cara

Muhaimin: Politik PKB Tak Boleh Halalkan Segala Cara

News | Rabu, 22 Februari 2017 | 09:30 WIB

TKI Dianiaya Hingga Tewas  di Sabah Malaysia

TKI Dianiaya Hingga Tewas di Sabah Malaysia

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 13:40 WIB

60 Persen TKI Hanya Berpendidikan SD

60 Persen TKI Hanya Berpendidikan SD

News | Minggu, 05 Februari 2017 | 23:10 WIB

Telusuri TKI Ilegal, BNP2TKI Gandeng KPK

Telusuri TKI Ilegal, BNP2TKI Gandeng KPK

News | Sabtu, 04 Februari 2017 | 01:15 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:50 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:43 WIB

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:33 WIB

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:59 WIB

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:21 WIB

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:01 WIB

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:50 WIB

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:36 WIB