Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Pidato Trump Depan Kongres Sebabkan Emas Berjangka Turun

Dythia Novianty

Kamis, 02 Maret 2017 | 06:59 WIB
Pidato Trump Depan Kongres Sebabkan Emas Berjangka Turun
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah pidato Presiden AS Donald Trump di hadapan Kongres.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 3,9 dolar AS, atau 0,31 persen, menjadi menetap di 1.250,00 dolar AS per ounce.

Permintaan "safe haven" yang terlihat pada awal minggu ini dan selama bagian dari minggu lalu telah dieliminasi karena ekuitas AS melonjak pada Rabu (1/3), setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memotong pajak perusahaan dan pribadi untuk warga Amerika.

Ini mendorong ekuitas AS naik tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 337,90 poin atau 1,62 persen pada pukul 19.05 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya naik.

Emas diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut karena indeks dolar AS naik 0,34 persen pada pukul 19.05 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Pidato Presiden Trump telah secara dramatis berdampak terhadap ekspektasi untuk kenaikan suku bunga pada pertemuanKomite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya. Investor sekarang percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC Maret Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga mencapai 66 persen pada pertemuan Maret dan 72 persen untuk pertemuan Mei.

Sebuah laporan dirilis Institute for Supply Management (ISM), juga menempatkan tekanan pada logam mulia, karena indeks manufaktur ISM meningkat sebesar 1,7 poin ke level 57,7, angka yang para analis catat lebih kuat dari perkiraan dan juga tingkat pertumbuhan tertinggi ukuran ini sejak Agustus 2014. Hal ini, dikombinasikan dengan faktor-faktor di atas, berkontribusi terhadap tekanan pada emas.

Perak untuk pengiriman Mei naik 2 sen, atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 18,489 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 12,1 dolar AS, atau 1,17 persen, menjadi ditutup pada 1.018,90 dolar AS per ounce.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 20 Mei 2016 | 06:02 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terendah Dalam Enam Pekan Terakhir

Rupiah Anjlok ke Level Terendah Dalam Enam Pekan Terakhir

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 02:49 WIB

Pelemahan Dolar AS Dorong Kenaikan Harga Emas

Pelemahan Dolar AS Dorong Kenaikan Harga Emas

Bisnis | Sabtu, 16 April 2016 | 09:02 WIB

Dolar AS Melemah, Harga Emas Naik

Dolar AS Melemah, Harga Emas Naik

Bisnis | Sabtu, 09 April 2016 | 07:32 WIB

Pernyataan FED Tekan Dolar AS, Harga Emas Naik Tajam

Pernyataan FED Tekan Dolar AS, Harga Emas Naik Tajam

Bisnis | Jum'at, 18 Maret 2016 | 07:16 WIB

Terkini

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:30 WIB

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

×