Inilah Kesepakatan Ekonomi yang Dihasilkan KTT IORA 2017

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Rabu, 08 Maret 2017 | 14:19 WIB
Inilah Kesepakatan Ekonomi yang Dihasilkan KTT IORA 2017
Presiden Jokowi bersama para Pemimpin Negara peserta KTT IORA 2017. [Foto Biro Pers Setpres]

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IORA yang diselenggarakan pada Selasa (7/3/2017) kemarin telah usai. Negara-negara anggota IORA telah berkomitmen untuk memajukan kawasan Samudra Hindia melalui butir kesepakatan yang dituangkan dalam Jakarta Concord.

Di sela perhelatan KTT IORA tersebut, pemerintah Indonesia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan sejumlah negara anggota. Kerja sama bilateral tersebut disepakati usai Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Bangladesh Seikh Hasina, Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, Presiden Mozambik Filipe Jacinto Nyusi, Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari, dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Usai pertemuan bilateral, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan bahwa inti dari sejumlah pertemuan bilateral tersebut adalah peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. Saat bertemu dengan Perdana Menteri Bangladesh Seikh Hasina misalnya, Darmin mengatakan bahwa Indonesia memperoleh surplus dalam perdagangan yang dilakukan kedua negara.

 

"Mereka memesan lagi gerbong kereta api sebanyak 200 gerbong. Di saat yang sama mereka juga menawarkan industri farmasi yang terjangkau dan bagus, ingin kerja sama," ujar Darmin di Jakarta Convention Center.

Kesempatan baik tersebut tentunya disambut positif oleh pemerintah Indonesia. Presiden Joko Widodo menawarkan kerja sama business to business untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. "Presiden tadi bilang menawarkan dengan senang hati swasta dengan swasta atau BUMN dengan BUMN kita silakan kerja sama. Jadi kerja sama antara bisnis dan bisnis," Darmin melanjutkan.

Kemudian, pertemuan bilateral lainnya dilakukan antara Indonesia dengan Mozambik. Sebagai negara yang perekonomiannya sebagian besar ditopang oleh industri pertanian, maka tak heran bila kedua negara membicarakan peningkatan kerja sama di bidang tersebut. Selain itu, sebagai negara yang berbatasan langsung dengan lautan, kedua negara juga membicarakan hal-hal yang terkait dengan perikanan. "Mozambik adalah negara maritim tapi mereka kuatnya di pertanian, di kapas. Banyak tadi pembicaraan soal itu dan kita juga membicarakan mengenai illegal fishing di Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, mengenai hasil pembicaraan dengan Yaman terungkap bahwa negara yang sebelumnya dilanda perang tersebut meminta bantuan dan kerja sama dari pemerintah Indonesia untuk membangun kembali negaranya. Pengusaha-pengusaha Indonesia diundang untuk berinvestasi di Yaman. "Presiden meminta perhatian pemerintah Yaman agar mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang masih tertinggal di sana mendapatkan jaminan keamanan dan bisa kembali ke Indonesia. Tadinya ada 2.600 yang pulang, tapi ada 600 yang tinggal. Anda pasti ingat nama kotanya, Salalah, ada di sana," Darmin menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, AM Fachir, menyatakan bahwa Indonesia mendorong terjadinya rekonsiliasi politik di Yaman. Indonesia sendiri berharap agar Yaman menemukan solusi damai yang tentunya juga diharapkan oleh dunia internasional. "Kita memberikan dorongan rekonsiliasi politik di Yaman karena untuk rekonstruksinya kita senang hati untuk berkontribusi. Mereka sedang mengupayakan solusi damai yang komprehensif dan itu harapan kita semua," ujarnya.

baca juga

Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran menghasilkan kepastian realisasi kerja sama yang telah disepakati sebelumnya seperti pengelolaan ladang minyak Iran oleh Indonesia. Sistem transaksi keuangan kedua negara juga sempat disinggung dalam pertemuan tersebut. "Mereka juga menginginkan supaya ada sistem banking yang langsung. Tidak melalui negara ketiga seperti yang terjadi sekarang supaya bisa lebih cepat," kata Darmin.

Sementara pertemuan dengan Wakil Presiden India membicarakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke India pada tahun lalu. India telah mengutus para pengusaha dan menterinya untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang farmasi dengan Indonesia. "Mereka mengatakan sudah ada 'follow up'-nya di bidang farmasi. Mereka sudah mengirim ke Indonesia para pengusaha dan menteri," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Bertemu Presiden Sri Lanka

Presiden Jokowi Bertemu Presiden Sri Lanka

News | Rabu, 08 Maret 2017 | 11:19 WIB

Iriana Jokowi Ajari Istri Pemimpin Negara IORA Cara Pakai Hijab

Iriana Jokowi Ajari Istri Pemimpin Negara IORA Cara Pakai Hijab

News | Rabu, 08 Maret 2017 | 06:58 WIB

Negara IORA Sepakat Perkuat Perdagangan, Investasi dan Perikanan

Negara IORA Sepakat Perkuat Perdagangan, Investasi dan Perikanan

Bisnis | Rabu, 08 Maret 2017 | 06:43 WIB

Jokowi Ajak Negara Anggota IORA Bangun Budaya Keterbukaan

Jokowi Ajak Negara Anggota IORA Bangun Budaya Keterbukaan

News | Rabu, 08 Maret 2017 | 06:34 WIB

Resmi Berakhir, KTT IORA Hasilkan Enam Kesepakatan

Resmi Berakhir, KTT IORA Hasilkan Enam Kesepakatan

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 23:15 WIB

Penutupan KTT IORA: Jakarta Concord Menantikan Tindak Lanjut

Penutupan KTT IORA: Jakarta Concord Menantikan Tindak Lanjut

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 22:39 WIB

Ketemu Menlu Australia, Luhut Bahas Pencemaran Laut Timor

Ketemu Menlu Australia, Luhut Bahas Pencemaran Laut Timor

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 14:58 WIB

5 Tahun Terakhir, Investasi Negara IORA Naik 13,4 Persen

5 Tahun Terakhir, Investasi Negara IORA Naik 13,4 Persen

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 14:49 WIB

Melalui IORA, Indonesia Siap Perkuat Kerjasama "Blue Economy"

Melalui IORA, Indonesia Siap Perkuat Kerjasama "Blue Economy"

Bisnis | Selasa, 07 Maret 2017 | 14:42 WIB

KTT IORA 2017 Hasilkan Dokumen "Jakarta Concord"

KTT IORA 2017 Hasilkan Dokumen "Jakarta Concord"

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 13:50 WIB

Terkini

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:19 WIB

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:14 WIB

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:13 WIB

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×