Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Indonesia dan Cina akan Bekerjasama Bangun 4 Waduk

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 06 April 2017 | 19:43 WIB
Indonesia dan Cina akan Bekerjasama Bangun 4 Waduk
Menteri Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Menteri Sumber Daya Air (SDA) China Chen Lei di Jakarta, Kamis (6/4/2017). [Dok Kementerian PUPR]

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Menteri Sumber Daya Air (SDA) Cina Chen Lei didampingi Duta Besar China untuk Indonesia Xie Feng beserta rombongan di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (6/4/2017). Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan, dimana pada akhir bulan lalu Menteri Basuki melakukan kunjungan kerja ke China untuk membahas isu pembangunan bidang sumber daya air.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir, Sekretaris Jenderal PUPR Anita Firmanti, Direktur Jenderal SDA Imam Santoso, Kepala Badan Litbang Danis H Sumadilaga, Staf Khusus Menteri PUPR Bidang SDA Firdaus Ali, dan seluruh pejabat tinggi pratama di lingkungan Ditjen SDA.

Menteri Basuki menjelaskan kunjungan Menteri SDA Cina adalah kunjungan persahabatan antar-menteri untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan China serta bertukar ilmu mengenai pembangunan dan pengalaman dalam pengelolaan sumber daya air.

“Pengelolaan SDA di China hampir sama dengan Indonesia, namun mereka sudah memiliki tujuh pengelolaan seperti Perum Jasa Tirta (PJT) di sini, kita baru dua yakni PJT 1 Brantas dan PJT 2 Jatiluhur,” kata Basuki.

Pada pertemuan tersebut dibahas kebijakan pengelolaan dan perbaikan SDA, manajemen integrasi SDA, konservasi dan perlindungan air, perubahan iklim dan juga pembangunan waduk.

Dalam pertemuan, Menteri Basuki menawarkan kerjasama pembangunan empat waduk senilai Rp 4,5 triliun yang juga memiliki potensi pembangkit listrik cukup besar. Keempat bendungan tersebut yaitu, Waduk Pelosika di Sulawesi Tenggara, Waduk Rokan Kiri (Lompatan Harimau) di Riau, Waduk Jenelata di Sulawesi Selatan, dan Waduk Riam Kiwa di Kalimantan Selatan.

Waduk Pelosika ditargetkan akan menyediakan air untuk mengairi daerah irigasi mencapai 16.358 hektare serta menyediakan air baku hingga 0,2 m3 per detik. Waduk di Sulawesi Tenggara tersebut juga memiliki potensi pembangkit tenaga listrik mencapai 21 megawatt (MW).

Sedangkan Waduk Rokan Kiri atau biasa disebut Waduk Lompatan Harimau akan bermanfaat untuk mengaliri daerah irigasi seluas 4.000 hektar, menjadi sumber air baku, pengendali banjir dan pembangkit listrik dengan kapasitas mencapai 74,40 MW.

baca juga

Kemudian Waduk Jenelata di Sulawesi Selatan memiliki daya tampung mencapai 223 juta m3 dan bisa menjadi sumber pembangkit listrik untuk daerah Gowa dan Kota Makassar. Selain itu, diharapkan bisa menjadi air irigasi untuk mengaliri sawah seluas 24.400 hektar dan mereduksi banjir di kawasan Gowa.

Waduk Riam Kiwa dengan daya tampung 127 juta m3 diharapkan bisa mengairi jaringan irigasi baru hingga 5000 hektar lahan, air baku mencapai 0,1 m3/detik, dan juga menjadi pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 2,7 MW.

Sementara itu, Menteri Chen Lei mengatakan saat ini hubungan Indonesia dan Cina berjalan dengan sangat baik dan akan mempertimbangkan dengan serius terkait penawaran kerjasama tersebut. "Proyek ini sangat baik dan berkontribusi besar dalam pengelolaan air di Indonesia, tentu kami akan mempertimbangkan hal ini dengan serius," kata Chen Lei.

Sementara itu Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso mengatakan empat waduk ini dipilih untuk diajukan untuk mendapatkan pendanaan dari China dikarenakan memiliki kapasitas pembangkit listrik yang cukup besar. "Mereka menginginkan partisipasi pembangunan waduk di luar Jawa dengan kapasitas tinggi dan multiguna. Selain itu, mereka ingin mempelajari geologi dan pengetahuan lain di luar Jawa," kata Imam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penanganan Lumpur Sidoarjo Tetap Jadi Prioritas Kementerian PUPR

Penanganan Lumpur Sidoarjo Tetap Jadi Prioritas Kementerian PUPR

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 19:38 WIB

4 Menteri Sepakat Mempercepat Pembangunan Infrastruktur

4 Menteri Sepakat Mempercepat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 19:05 WIB

Jalan Tol Medan-Binjai Ditargetkan Beroperasi Saat Lebaran 2017

Jalan Tol Medan-Binjai Ditargetkan Beroperasi Saat Lebaran 2017

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 18:50 WIB

Menteri PUPR Groundbreaking Peremajaan Rusun Sukaramai Medan

Menteri PUPR Groundbreaking Peremajaan Rusun Sukaramai Medan

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 18:09 WIB

Pertemuan Awal Komite Tapera Bahas Pembentukan BP Tapera

Pertemuan Awal Komite Tapera Bahas Pembentukan BP Tapera

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 18:01 WIB

Usai Teken Kontrak, Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Usai Teken Kontrak, Pembangunan KA Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 20:50 WIB

Kementerian PUPR Bangun 62 Tower Rusun Ponpes Tahun 2015-2017

Kementerian PUPR Bangun 62 Tower Rusun Ponpes Tahun 2015-2017

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 20:43 WIB

Pemerintah Targetkan Bangun 1000 Kilometer Jalan Tol di 2015-2019

Pemerintah Targetkan Bangun 1000 Kilometer Jalan Tol di 2015-2019

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 20:39 WIB

Ini Rincian Program Keterpaduan Infrastruktur Indonesia Timur

Ini Rincian Program Keterpaduan Infrastruktur Indonesia Timur

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 20:30 WIB

Kementerian PUPR Rencanakan Keterpaduan Infrastruktur 2018

Kementerian PUPR Rencanakan Keterpaduan Infrastruktur 2018

Bisnis | Selasa, 04 April 2017 | 20:24 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?

Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:36 WIB

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:21 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:02 WIB

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:49 WIB

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:39 WIB

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:34 WIB

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:34 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

×