Array

Irfan Wahid, Seniman Sekaligus Pengusaha Industri Kreatif

Adhitya Himawan Suara.Com
Sabtu, 15 April 2017 | 21:16 WIB
Irfan Wahid, Seniman Sekaligus Pengusaha Industri Kreatif
Seniman sekaligus pengusaha muda Irfan Wahid. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Siapa yang tak mengenal keluarga besar KH Hasyim Asy’ari, ulama besar pada zaman penjajahan Belanda yang juga salah satu pendiri dari Nadhlatul Ulama (NU). Keturunan KH Hasyim Asy’ari telah banyak yang terlahir menjadi tokoh politik maupun ulama terkemuka sejak awal masa kemerdekaan hingga kini.

Sang kakek, KH Wahid Hasyom menjadi salah satu Menteri pada era Presiden Soekarno. Sang Paman, KH Abdurrahman Wahid bahkan menjadi Presiden Republik Indonesia keempat. Sang ayah, KH Salahudin Wahid juga ulama terkemuka nasional yang sempat menjadi Calon Wakil Presiden tahun 2004 berpasangan dengan Wiranto sebagai Calon Presiden.

Namun dari sekian banyak keturunan KH Hasyim Asy’ari, sosok Irfan Wahid atau yang akrab disapang Ipang Wahid terbilang sangat unik. Ia tak terjun dalam dunia politik praktis ataupun dunia dakwah dan memimpin pondok pesantren seperti saudara-saudaranya yang lain. Ipang muda justru tertarik dalam dunia seni dan dunia bisnis.

Ipang tidak menghabiskan masa kecilnya di pondok pesantren seperti halnya anak-anak muda dari kalangan kyai pada umumnya. Ipang Wahid. “Karena ayah saya sendiri juga kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Jadi saya sendiri juga dari kecil tidak menempuh pendidikan di pesantren,” kata Ipang Wahid dalam wawancara khusus dengan Suara.com, di Jakarta, Selasa (4/4/2017).

 Selepas lulus SMA, Ipang Wahid yang besar di Jakarta kemudiah kuliah di Institut Kesenian Jakarta dan lulus tahun 1991. Saat kuliah inilah, ketertarikan Ipang Wahid terhadap dunia periklanan tumbuh.

Setelah lulus, Ipang Wahid kemudian melanjutkan studi S2 di The Art Institute of Seattle, Amerika Serikat (AS). Sembari kuliah, Ipang sempat bekerja di sebuah perusahaan periklanan yang besar di AS. Saat itulah minat Ipang menjadi sutradara iklan juga muncul.

 Pria kelahiran Jakarta, 25 Februari 1969 kemudian pulang ke Indonesia setelah merasa cukup menimba ilmu dan pengalaman di negeri Paman Sam. Ipang lantas mendirikan usaha sendiri pada tahun 2002 bernama 25 Frames. Ia mendirikan 25 Frames dengan ambisi menjadi salah satu rumah produksi atau Production House (PH) yang terbesar di Indonesia.

“Ini memang passion saya untuk berkiprah di dunia periklanan. Sampai kini, saya masih menghasilkan beberapa iklan yang menarik di televisi. Salah satunya yang lagi trend adalah iklan Bukalapak.com yang ada nyanyian lagu seorang ibu-ibu seolah berbahasa Mandarin di televise. Itu iklan yang kami rancang,” jelas Ipang.

Namun kiprah Ipang tak semata dalam bisnis periklanan. Ipang juga mendirikan jasa konsultan komunikasi dengan bendera Fasctcom. Salah satu klien penting yang digarap olehnya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ipang bahkan sempat menjadi konsultan bagi PDI Perjuangan dalam pemilu legislatif tahun 2014. “Saya tidak bilang bisnis yang saya geluti ini adalah konsultan politik. Saya lebih suka menyebutnya sebagai konsultan komunikasi,” ujarnya.

Baca Juga: Gingin, Pedagang Asongan yang Kini Sukses Jadi Juragan Madu

Ipang, yang kini menjadi Ketua Pokja Industri Kreatif Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di era Presiden Joko Widodo, mengakui dirinya lebih suka memfokuskan pengembangan bisnisnya di industri kreatif. Walau begitu, ia juga punya satu perusahaan energi dengan mengandeng kolega dari Iran. "Usaha saya yang ini bergerak di bidang aspal," jelasnya.

Ipang Wahid kini memegang sejumlah posisi kunci di beberapa perusahaan. Antara lain sebagai  pendiri / Komisaris  25 Frames (TVC Production House). Pemilik / Direktur Pengembangan Usaha – Alfa Global Trading (Energy), pendiri / Direktur Eksekutif – Fastcomm (Integrated Marketing Agency), pemilik – Sound Village (Audio Production House), pemilik – Nyunyu.com (News Portal & Digital Agency), pemilik / Komisaris – reKreasi (Creative House).

Kedepan, Ipang Wahid ingin pelan-pelan mengalihkan kontrol pengelolaan dari berbagai perusahaan yang dimilikinya. Ia ingin lebih memiliki waktu banyak untuk mendedikasikan pengabdian dirinya dalam dunia dakwah.  Apalagi ada permintaan dari Gus Sholah, untuk melanjutkan kepemimpinan dirinya di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

“Pelan-pelan ini tidak lagi harus saya sendiri yang mengelolanya. Saya kedepannya lebih memposisikan sebagai pemilik perusahaan dan mengandalkan pendapatan pasif. Saya lebih ingin punya waktu panjang untuk dakwah maupun membangun industri kreatif di Indonesia pada umumnya,” tutup Ipang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI