Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Menteri ESDM Didesak Patuhi Rekomendasi KLHK Soal Semen Rembang

Adhitya Himawan

Kamis, 20 April 2017 | 10:18 WIB
Menteri ESDM Didesak Patuhi Rekomendasi KLHK Soal Semen Rembang
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. [Antara/Wahyu Putro]

Perwakilan warga sekitar Pegunungan Kendeng mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa, 18/4/2017). Mereka khawatir dan bermaksud mengingatkan Kementerian ESDM dan Badan Geologinya tak berkhianat terhadap temuan Ilmiah yang sudah ada, Putusan Mahkamah Agung dan Hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kantor Staf Presiden (KSP), yang sudah diumumkan 12 April 2017.

Situs maya Kementrian KLHK mengeluarkan laporan Hasil KLHS Kebijakan Pemanfaatan dan Pengelolaan Pegunungan Kendeng yang Berkelanjutan Tahap 1: Kawasan CAT Watuptih dan sekitarnya, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 12 April 2017.

"Laporan tersebut merekomendasikan; a). Merekomendasikan CAT Watuputih dan sekitarnya sebagai kawasan lindung sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam RTRWN dan melakukan proses penetapan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK). b). Kebijakan, Rencana, dan Program (KRP), Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Rembang, Rencana Tata Ruang Wilayah Jawa Tengah dan Rencana Tata Ruang Nasional perlu direvisi dengan mengedepankan asas keterbukaan dan melibatkan peran serta masyarakat," kata Joko Prianto, Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng dalam keterangan resmi, Rabu (19/4/2017).

Kekhawatiran warga Pegunungan Kendeng terhadap Kementerian ESDM ini beralasan mengingat manuver Menteri ESDM Ignasius Jonan saat mengirimkan surat Nomor 2357/42/MEM.S/2017 kepada Kementrian LHK pada 24 Maret 2017, sebelum hasil KLHS diumumkan. Surat tersebut menyatakan bahwa CAT Watuputih disimpulkan belum memiliki indikasi aliran sungai bahwa tanah. Oleh karenanya dianggap belum memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK). Surat tanpa disertai lampiran hasil kajian ini belakangan diketahui berlawanan dengan hasil dan rekomendasi tim KLHS.

Tak hanya itu, Kementerian ESDM dan jajarannya di daerah memiliki rekam jejak yang sangat buruk dalam mengurus peruntukan sebuah wilayah menjadi pertambangan, apalagi . menangani kasus-kasus perusahan tambang yang merusak lingkungan. Kota Samarinda, Kalimantan Selatan, yang 71 persen wilayahnya adalah konsesi pertambangan adalah contoh penting melihat Kinerja mereka. Bahkan Tim KLHS menemukan, alih-alih melindungi CAT Watuputih, Pemda justru mengeluarkan ijin-ijin pertambangan yang mengancam CAT Watu Putih:

"Beberapa KRP yang tercantum dalam RTR Nasional, RTRW Provinsi Jawa Tengah dan RTRW Kabupaten Rembang telah teridentifikasi sebagai akar penyebab terancamnya keberlanjutan Cat Watuputih. Salah satu akibatnya adalah kegiatan pertambangan di CAT Watuputih tercatat sebanyak 22 IUP (data Dinas ESDM Provinisi Jawa Tengah 2017), belum termasuk IUP PT Semen Indonesia. (Butir 4, ringkasan eksekutif Hasil KLHS)," kata Merah Johansyah, Koordinator JATAM dalam kesempatan yang sama.

Koalisi Kendeng Lestari sendiri menyatalan temuan Badan Geologi ESDM yang menyebut belum adanya indikasi kuat keberadaan aliran sungai bawah tanah di kawasan CAT Watuputih tidak sesuai dengan fakta sebenarnya yang ada di lapangan. Mengingat, hasil penelusuran dan kajian JM-PPK menyebutkan terdapat empat aliran sungai bawah tanah, dan temuan ini diperkuat dengan hasil kajian Tim KHLS Kementerian LHK yang telah diumumkan ke publik.

Berhubung hasil KLHS menjadi acuan penting terkait kebijakan pemanfaatan dan pengelolaan pegunungan Kendeng secara berkelanjutan, Koalisi Kendeng Lestari mendesak dan menuntut keseriusan pemerintah untuk memastikan PT Semen Indonesia tidak melakukan aktifitas apapun, sebagaimana mandat KLHS yang sudah diumumkan pemerintah.

"Kami menuntut dan mendesak pemerintah untuk berlaku jujur dan terbuka selama proses kajian lapangan dilakukan, termasuk tim lapangan Badan Geologi Kementerian ESDM yang saat ini sedang di lapangan, serta harus melibatkan masyarakat. Komitmen melibatkan masyarakat yang telah disampaikan Badan Geologi Kementerian ESDM pada pertemuan dengan Koalisi Kendeng Lestari pada 18 April 2017 di Kantor Kementerian ESDM, harus benar-benar dilakukan, diperjelas model dan bentuk partisipasi publik seperti apa yang akan dilakukan, tidak sebatas wacana dan janji," tutup Merah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Praktik Insider Trading Ancam Rugikan BUMN

Praktik Insider Trading Ancam Rugikan BUMN

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 07:55 WIB

Tahun 2018, Indonesia Terancam Impor BBM 100 Persen

Tahun 2018, Indonesia Terancam Impor BBM 100 Persen

Bisnis | Sabtu, 15 April 2017 | 16:09 WIB

Tahun Depan, Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Pakai Kartu

Tahun Depan, Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Pakai Kartu

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 13:04 WIB

Menteri ESDM Minta Bantuan BI Salurkan Subsidi Energi Non Tunai

Menteri ESDM Minta Bantuan BI Salurkan Subsidi Energi Non Tunai

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 12:59 WIB

Jonan: Iklim Investasi Migas Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Jonan: Iklim Investasi Migas Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 11:17 WIB

Menteri ESDM Akui Subsidi LPG 3 Kg Memberatkan APBN

Menteri ESDM Akui Subsidi LPG 3 Kg Memberatkan APBN

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 11:04 WIB

BI dan Kementerian ESDM Kerjasama Tingkatkan Akses Keuangan

BI dan Kementerian ESDM Kerjasama Tingkatkan Akses Keuangan

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 10:53 WIB

DPR Kritik PLN Ogah Gunakan Gas untuk Pembangkit Listrik

DPR Kritik PLN Ogah Gunakan Gas untuk Pembangkit Listrik

Bisnis | Sabtu, 08 April 2017 | 12:46 WIB

Sambangi Petani Kendeng Penolak Pabrik Semen, Sutiyoso Dikecam

Sambangi Petani Kendeng Penolak Pabrik Semen, Sutiyoso Dikecam

News | Sabtu, 08 April 2017 | 11:07 WIB

Dibawa ke Arbitrase, Indonesia Juga Akan Rugi Terkait Freeport

Dibawa ke Arbitrase, Indonesia Juga Akan Rugi Terkait Freeport

Bisnis | Kamis, 06 April 2017 | 16:15 WIB

Terkini

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:01 WIB

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

×