5 Bocoran Cara Orang Kaya Mengelola Keuangan

Angelina Donna

Kamis, 20 April 2017 | 19:42 WIB
5 Bocoran Cara Orang Kaya Mengelola Keuangan
Rahasia orang kaya mengelola uang

Suara.com - Bagi sebagian orang, mengetahui bagaimana cara miliuner mengelola keuangan mereka merupakan salah satu topik yang menarik. Meskipun kerap membeli barang-barang mewah, namun kekayaan mereka tidak berkurang dan justru semakin bertambah.

Ada pula yang berpikir untuk menabung setelah kebutuhan belanja mereka terpenuhi agar bisa kaya. Padahal orang-orang kaya justru berpikir sebaliknya. Mereka mencukupi kebutuhan terlebih dahulu, memberikan pada orang yang membutuhkan, melakukan investasi atau menabung dan barulah sisanya digunakan untuk belanja.

Seperti yang dikatakan Warren Buffet, “Jangan menyimpan apa yang tersisa setelah belanja, akan tetapi belanjakanlah apa yang tersisa setelah melakukan simpanan”.

Tak hanya itu saja cara yang dilakukan para miliuner atau orang kaya dalam mengelola keuangan.

Berikut ini 5 bocoran cara orang kaya mengatur keuangan yang bisa Anda pelajari:

Jangan Remehkah Belanja Kecil
Sebagian besar orang sangat memperhitungkan pengeluaran dalam jumlah besar untuk belanja maupun investasi. Namun, cenderung ceroboh dan kurang berhati-hati ketika berbelanja dalam hal-hal yang kecil. Misalnya, karena harga suatu produk murah lantas membelinya dalam jumlah yang besar atau membeli sesuatu yang sebenarnya bukan kebutuhan Anda dikarenakan harganya murah.

Buatlah daftar kebutuhan pokok yang menjadi prioritas Anda dan hindari belanja hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Pendapat dari Susan Lynn Orman, penasihat keuangan asal Amerika Serikat ini sepertinya bisa menjadi nasihat yang tepat untuk Anda.

“Sebaiknya kita teliti terhadap apapun yang bisa kita hemat atas biaya apapun dan sekecil apapun. Jika terkumpul, itu bukanlah jumlah yang sedikit.”

Fokuslah Pada Masa Depan

Seorang sastrawan asal Amerika Serikat pernah mengatakan:

“Bisa saja sewaktu muda Anda hidup tanpa uang, akan tetapi Anda tidak akan bisa menjadi tua tanpa punya simpanan”.

Ketika masih muda bukan berarti Anda bisa dengan mudah mengeluarkan banyak uang untuk memenuhi seluruh keinginan. Selain kebutuhan primer, tabungan masa depan juga harus menjadi prioritas. Ingatlah bahwa hari tua itu akan datang, jadi perhitungkan baik-baik pengeluaran Anda terutama untuk memuaskan keinginan.

Jika terus menuruti keinginan, maka pendapatan Anda bisa habis dan tidak ada lagi simpanan untuk masa depan. Oleh karena itu, mulai saat ini cermati sebaik mungkin berbagai kebutuhan untuk masa depan.

Hindari Belanja untuk Pujian
Sebagian orang begitu menginginkan ‘pujian’, namun jika berlebihan itu bukanlah hal yang baik. Terkadang sebagian orang mementingkan gengsi mereka hanya untuk mendapatkan sebuah pujian.

Misalnya saja, mereka yang menghabiskan waktu dan uangnya hanya untuk mengikuti arus mode atau tren yang begitu deras.

Padahal apa yang mereka keluarkan untuk memenuhi rasa gengsi tersebut (dalam hal ini uang) hanya akan berujung pada kesia-siaan. Kadang pula sesuatu yang telah dibeli itu hanya menjadi koleksi yang tak terpakai. Kebutuhan primer yang seharusnya mereka penuhi justru diabaikan.

Seperti yang dikatakan Suze Ormann, “Berhentilah membeli hal-hal yang tidak Anda perlukan, yang notabene hanya untuk mengesankan kepada orang-orang akan sesuatu yang Anda sendiri tidak menyukainya”.

Bijaklah dalam Investasi

Ketika ingin memaksimalkan keuangan, maka berinvestasilah secara bijak dalam arti menabung berapapun jumlah uang yang Anda miliki di bank dan bunga yang didapatkan dari itu bisa menjadi solusi. Bunga yang diperoleh dari uang tabungan merupakan nilai tambah untuk keuangan Anda.

Bagi yang tidak terbiasa, mungkin butuh waktu dalam melakukan hal ini. Namun ketika Anda mulai menabungkan uang secara rasional, akan timbul rasa kepuasan sendiri daripada mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang tidak rasional.

Cermat pada Hal Kecil Berdampak Besar

Benjamin Franklin pernah mengatakan, “Waspadalah terhadap biaya-biaya yang remeh, sebuah kebocoran kecil akan dapat menenggelamkan sekalipun kapal yang besar”.

Selalu mencermati setiap biaya yang diperlukan merupakan salah satu cara orang kaya dalam mengelola keuangan. Tak dipungkiri bahwa biaya tambahan apa pun itu dapat berdampak besar, jadi sebaiknya carilah cara lain untuk bisa menghindarinya.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Dengan Cara Ini, Gaji Kecil Bisa Buat Memenuhi Kebutuhan dan Keinginan

Inilah Film-Film yang Bisa Membangkitkan Semangat Kerja

Santunan Kecelakaan Kerja, Pilih JKK atau Asuransi?

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bisnis Sampingan untuk Mahasiswa Semester Akhir

Bisnis Sampingan untuk Mahasiswa Semester Akhir

Bisnis | Rabu, 19 April 2017 | 19:39 WIB

Ini Plus Minus Investasi Kios

Ini Plus Minus Investasi Kios

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 19:30 WIB

Tips Menghindari Pinjaman Abal-Abal

Tips Menghindari Pinjaman Abal-Abal

Bisnis | Senin, 17 April 2017 | 19:25 WIB

Orang Kaya Sulit Ditemui, Sri Mulyani: Belum Ada Anjingnya

Orang Kaya Sulit Ditemui, Sri Mulyani: Belum Ada Anjingnya

Bisnis | Senin, 17 April 2017 | 13:26 WIB

Cara Berinvestasi Sambil Membayar Utang

Cara Berinvestasi Sambil Membayar Utang

Bisnis | Kamis, 13 April 2017 | 19:22 WIB

Daftar Lokasi Apartemen dengan Potensi Tarif Sewa Tinggi

Daftar Lokasi Apartemen dengan Potensi Tarif Sewa Tinggi

Bisnis | Rabu, 12 April 2017 | 19:39 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×