ASRIM Keberatan Minuman Ringan Dikenakan Cukai

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 09 Mei 2017 | 04:55 WIB
ASRIM Keberatan Minuman Ringan Dikenakan Cukai
Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM). [Dok ASRIM]

Rangkaian paket kebijakan ekonomi pemerintah untuk mendukung dunia usaha dan investasi telah memberikan harapan baru bagi para pelaku industri, tidak terkecuali pengusaha industri minuman ringan.
Namun tantangan terhadap industri minuman masih tetap tinggi, khususnya terkait dengan kebijakan/regulasi yang akan berdampak langsung pada biaya dan harga jual serta kebijakan yang berdampak pada alur proses perijinan yang panjang dan kompleks.

Wacana kebijakan cukai masih menyisakan kekhawatiran yang serius bagi pengusaha minuman, karena secara langsung akan berdampak langsung pada beban biaya dan harga jual. Terkait wacana cukai minuman berpemanis, Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM )tetap berpandangan bahwa wacana kebijakan terhadap satu kategori produk tertentu untuk menanggulangi epidemi Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah tidak tepat bahkan kontra produktif.

“PTM seperti obesitas dan diabetes merupakan kondisi yang kompleks, yang tidak hanya disebabkan oleh satu jenis produk minuman atau makanan tertentu. Ini berkaitan dengan pola hidup masyarakat secara total, seimbang dengan pola konsumsi dan aktifitas fisik yang seimbang. Karenanya, tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu mekanisme. ASRIM siap untuk terus bersinergi bersama pemerintah mencari solusi yang tepat dan efektif”, kata Triyono Pridjosoesilo, Ketua ASRIM, di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Terkait dengan isu kemasan plastik yang juga semakin menjadi perhatian, ASRIM juga mengkritisi wacana kebijakan cukai plastik kemasan produk minuman. “Kami terus mendorong pemerintah agar menyiapkan kebijakan pengelolaan sampah tepat sasaran, terintegrasi dan berkelanjutan. Plastik kemasan produk minuman (jenis plastik PET) bekas pakai merupakan salah satu bahan yang masih bernilai ekonomis tinggi. Penelitian Komposisi Sampah DKI Jakarta tahun 2010 oleh Universitas Indonesia menunjukkan bahwa sampah plastik bekas kemasan sudah terserap oleh sektor informal untuk proses daur ulang," ujar Triyono.

“Pada intinya, kami mendukung upaya pemerintah dalam menyusun roadmap kebijakan pengelolaan sampah dan terus akan memastikan agar jangan sampai pemerintah justru melahirkan kebijakan yang salah, yang memberatkan industri namun tetap tidak menyelesaikan masalah sampah yang sebenarnya,” tambah Triyono.

Diluar dua wacana kebijakan cukai ini, beberapa kebijakan yang juga menjadi perhatian serius para pelaku industri minuman ringan diantaranya: RUU Sumber Daya Air yang mengatur pemanfaatan air hanya untuk BUMN dan BUMD; RUU Kewajiban sertifikasi Halal; hingga peraturan Menteri Perdagangan yang baru-baru ini dikeluarkan tentang Perdagangan gula rafinasi melalui Pasar Lelang Komoditas. Beberapa kebijakan ini akan membawa pengharuh besar terhadap alur proses perijinan yang panjang dan kompleks.

Industri minuman merupakan industri yang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga penyerapan tenaga kerja. Data Kementerian Perindustrian tahun 2013 lalu menunjukkan tenaga kerja langsung di sektor industri minuman saja adalah sekitar 120,000 orang, dengan multiplier effect jumlah anggota rumah tangga yang menjadi tanggungannya rata-rata sebanyak 3-4 orang. Dari komposisi pelaku usaha, industri ini banyak melibatkan sektor usaha mikro dan informal dari sisi distribusi. Sebagai gambaran, dalam Economic Impact Study terhadap Minuman Berkarbonasi di tahun 2012 lalu didapatkan bahwa lebih dari 60 persen produk minuman berkarbonasi dijual oleh pedagang tradisional termasuk usaha kecil, dengan rata-rata omset minuman ringan adalah 41 persen.

“Apabila terjadi penurunan omset minuman ringan, akan berdampak besar bagi omset perdagangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami memandang sangat sangat penting terus dapat bersinergi bersama pemerintah dalam proses perumusan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri minuman di Indonesia”, tutup Triyono.

Saat ini , ASRIM beranggotakan 25 lebih perusahaan produsen minuman ringan non-alkohol dan non-suplemen, baik berskala multi-national corporation, hingga UMKM dan mewadahi ratusan ribu pekerja langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investasi Masuk di Sektor Industri Minuman Ringan Rp18,5 Triliun

Investasi Masuk di Sektor Industri Minuman Ringan Rp18,5 Triliun

Bisnis | Selasa, 09 Mei 2017 | 04:47 WIB

Sektor Padat Karya Jadi Kunci Atasi Masalah Pengangguran

Sektor Padat Karya Jadi Kunci Atasi Masalah Pengangguran

Bisnis | Sabtu, 06 Mei 2017 | 05:46 WIB

Ternyata Kontrak Kerja Proyek e-KTP Diubah Sembilan Kali

Ternyata Kontrak Kerja Proyek e-KTP Diubah Sembilan Kali

News | Kamis, 04 Mei 2017 | 17:19 WIB

ThreadSol, Kunci Efisiensi Bisnis Pabrik Garmen di Indonesia

ThreadSol, Kunci Efisiensi Bisnis Pabrik Garmen di Indonesia

Bisnis | Rabu, 03 Mei 2017 | 18:35 WIB

Penjualan BUMN PT Dirgantara Indonesia Adalah Hoax!

Penjualan BUMN PT Dirgantara Indonesia Adalah Hoax!

Bisnis | Selasa, 02 Mei 2017 | 21:12 WIB

Total Aset Kimia Farma Tahun 2016 Capai Rp4,61 Triliun

Total Aset Kimia Farma Tahun 2016 Capai Rp4,61 Triliun

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 09:24 WIB

Pemerintah Rombak Dewan Direksi dan Komisaris Kimia Farma

Pemerintah Rombak Dewan Direksi dan Komisaris Kimia Farma

Bisnis | Jum'at, 21 April 2017 | 09:16 WIB

Praktik Insider Trading Ancam Rugikan BUMN

Praktik Insider Trading Ancam Rugikan BUMN

Bisnis | Selasa, 18 April 2017 | 07:55 WIB

Jokowi Ingin Kalsel Beralih Dari Pertambangan ke Pengolahan

Jokowi Ingin Kalsel Beralih Dari Pertambangan ke Pengolahan

Bisnis | Selasa, 11 April 2017 | 08:43 WIB

Menteri BUMN Tunjuk Budiman Saleh Jadi Dirut PT PAL

Menteri BUMN Tunjuk Budiman Saleh Jadi Dirut PT PAL

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 15:48 WIB

Terkini

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:09 WIB

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:52 WIB

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:39 WIB

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:14 WIB