Alumni 212 Tolak Dana Haji Dipakai Bangun Infrastruktur

Adhitya Himawan | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 28 Juli 2017 | 18:56 WIB
Alumni 212 Tolak Dana Haji Dipakai Bangun Infrastruktur
Pembangunan proyek depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Senin (24/7). [Suara.com/Oke Atmaja]

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif menyindir keinginan Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemanfaatan dana untuk mendukung pembangunan infrastuktur di Tanah Air.

Menurut Ma'arif, dana jamaah haji yang ingin dipakai pemerintah merupakan uang milik kader HTI yang sudah menyetorkan dana haji kepada pemerintah.

"Uang jamaah haji yang ada sekitar Rp 90 triliun itu yang mau dipakai pemerintah, itu ada uang jamaah HTI. Banyak anggota dan kader HTI yang sudah menyetorkan dana haji," ujar Slamet di Kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta (28/7/2017).

Maka dari itu, ia mengganggap pemerintah lucu karena menggunakan uang kader HTI yang sudah di dzolimi pemerintah karena ormas HTI sudah dibubarkan pemerintah.

"Saya fikir lucu, uangnya (dana haji) dipakai, orangnya ditindas, organisasinya dibubarkan. Mau uangnya, tapi orangnya dizalimi," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan dana haji yang sangat besar dimanfaatkan untuk pembangunan proyek nasional dan menguntungkan negara. Sebab dana haji masyarakat Indonesia mencapai Rp90 triliun.

"Ini sebuah potensi yang sangat besar. Kurang lebih ada Rp80 sampai Rp90 triliun. Jumlahnya triliun, bukan miliar, Rp93 triliun yang ini kalau dimanfaatkan dengan baik, ditaruh di tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang besar, juga akan mempercepat pembangunan negara kita," kata Jokowi dalam sambutannya di peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dan peresmian pembukaan Silatnas Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/7/2017.

Jokowi juga telah berpesan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) supaya dana haji bisa disimpan di tempat-tempat yang aman, jangan beresiko. Dia mengatakan sudah melihat cara-cara negara lain dalam mengelo dana haji.

Salah satu contoh lembaga tabung haji di Malaysia, di Negeri Jiran itu dana haji disimpan di industri perkebunan. Namun, Jokowi tak ingin dana haji disimpan di industri perkebunan seperti Malaysia, sebab masih beresiko jika terjadi kasus kebakaran hutan.

Jokowi menyarankan dana haji disimpan pada proyek pembangunan jalan tol, pelabuhan atau bandar udara.

"Kalau (dana haji dimanfaatkan) jalan tol, pelabuhan, airport, nggak akan ada ruginya. Dan itu sudah saya sampaikan agar dana haji kita berikan peluang untuk di taruh yang enak-enak saja, yang beresiko jangan, karena ini dana umat, hati-hati," tandas dia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fahri Hamzah: Dana Haji untuk Infrastruktur, Dilaknat Allah

Fahri Hamzah: Dana Haji untuk Infrastruktur, Dilaknat Allah

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 18:41 WIB

Ide Jokowi Pakai Dana Haji Untuk Infrastruktur Tak Sesuai UU

Ide Jokowi Pakai Dana Haji Untuk Infrastruktur Tak Sesuai UU

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 16:18 WIB

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Terkuat Ekonomi di 2045

Jokowi Optimis Indonesia Jadi Negara Terkuat Ekonomi di 2045

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 16:10 WIB

Kementerian PUPR Pakai Skema KPBU Untuk Infrastruktur Daerah

Kementerian PUPR Pakai Skema KPBU Untuk Infrastruktur Daerah

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 15:24 WIB

LRT Palembang Akan Selesai Lebih Cepat Dua Bulan Dari Target

LRT Palembang Akan Selesai Lebih Cepat Dua Bulan Dari Target

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 15:02 WIB

YLKI Tolak Ide Jokowi Pakai Dana Haji Untuk Proyek Infrastruktur

YLKI Tolak Ide Jokowi Pakai Dana Haji Untuk Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:34 WIB

Kemenhub Segera Mulai Pembangunan Pelabuhan Patimban

Kemenhub Segera Mulai Pembangunan Pelabuhan Patimban

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 20:46 WIB

Jepang Komitmen Dukung Pembangunan Infrastruktur RI

Jepang Komitmen Dukung Pembangunan Infrastruktur RI

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:31 WIB

Rp90 Triliun Dana Haji Diinvestasikan ke Proyek Infrastruktur

Rp90 Triliun Dana Haji Diinvestasikan ke Proyek Infrastruktur

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 17:56 WIB

Investasi Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa Rp3,2 Triliun

Investasi Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa Rp3,2 Triliun

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 17:48 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB