Kementerian ESDM Dorong Pengembangan Sumber Energi Panas Bumi

Rabu, 02 Agustus 2017 | 17:58 WIB
Kementerian ESDM Dorong Pengembangan Sumber Energi Panas Bumi
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Gubernur Bank Indonesia Agus Marto Wardojo memimpin rakor tingkat menteri di Kantor Kemenpo PMK, Jakarta, Selasa (20/6).

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan terus mendorong pengembangan Energi Baru dan Terbarukan, sesuai komitmen pemerintah pada COP 21 di Paris bulan Desember 2015.

Hal tersebut ditegaskan Menteri ESDM Ignasius Jonan, pada pembukaan The 5th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017).

“Kami akan berusaha untuk mencapai bauran energi dari sektor EBT sebesar 23 persen di tahun 2025. Ini tidak mudah, karena apa yang telah dicapai sekarang sekitar 8-9 persen, mungkin di tahun 2019 bisa mencapai 12-13 persen. Untuk mencapai ke situ memang suatu perjuangan besar," ujar Jonan.

Panas bumi, menurut Jonan, dapat diharapkan untuk memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kelistrikan di Indonesia.

"Saat ini, pembangkit listrik panas bumi yang sudah Commercial Operation Date atau on stream lebih kurang 1.700 megawatt. Ini masih kecil sekali dari potensi energi sebesar 29 ribu Megawatt. Kita akan coba usahakan makin lama bisa semakin cepat," kata Jonan.

Untuk mencapai kapasitas 25 GW tersebut, Kementerian ESDM akan terus mendorong Wilayah Kerja Panas Bumi yang sudah berproduksi.

Selain itu, tambah Jonan, Pemerintah tetap mempertimbangkan harga keekonomian yang adil untuk masyarakat sebagai konsumen tenaga listrik, maupun juga bagi produsen.

Jonan juga berharap adanya dukungan dari sektor dan stakeholder lain, antara lain dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian.

Baca Juga: Petinggi Gerindra Sebut PDIP seperti PKI, Ini Sikap Megawati

"Saya harap ada dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian untuk bisa mengurangi atau mereduksi bea masuk dan pajak lain yang digunakan untuk pengembangan EBT, khususnya untuk sektor panas bumi," tandasnya.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI