Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Skandal Pajak 'Paradise Papers' Seret Nama Prabowo Subianto

Reza Gunadha | Suara.com

Senin, 06 November 2017 | 12:25 WIB
Skandal Pajak 'Paradise Papers' Seret Nama Prabowo Subianto
[The International Consortium of Investigative Journalists]

Suara.com - The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) mempublikasikan hasil investigasi 13,4 juta dokumen mengenai miliarder seluruh dunia yang secara sembunyi-sembunyi menginvestasikan uangnya di sejumlah negara yang disebut sebagai "surga pajak”.

Dalam dokumen yang disebut “Paradise Papers” dan dipublikasikan pada Minggu (5/11/2017)  itu, sejumlah nama politikus dan pebisnis yang disebut diam-diam menginvestasikan modalnya melalui perusahaan yang didaftarkan di negara-negara “surga pajak”. Disebut seperti itu karena mereka mampu menghindari pembayaran pajak bernilai fantastis.

Tiga nama besar di Indonesia yang tercatat dalam database ICIJ itu  di antaranya ialah dua anak kandung penguasa Orde Baru Soeharto, yakni Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, dan Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek Soeharto.

Selain itu, terdapat juga nama Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.

“Prabowo adalah mantan jenderal Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, yang dituduh oleh kelompok hak asasi manusia dan lainnya bertanggung jawab atas penculikan dan penyiksaan aktivis demokrasi pada 1990-an. Dia pernah menikah dengan putri tertua kedua Soeharto, Titiek,” demikian penjelasan mengenai jati diri Prabowo yang dilansir laman ICIJ.

Dalam ‘dokumen surga’ itu, Prabowo disebut pernah menjadi Direktur dan wakil pemimpin Nusantara Energy Resources.

Perusahaan itu berkantor di Bermuda dan terdaftar sejak tahun 2011. Namun, perusahaan itu ditutup tahun 2004 dan mendapat status sebagai “perusahaan penunggak pembayaran utang”.

Selain itu, Prabowo juga ditulis memunyai sebagian saham perusahaan Nusantara Energy Resources yang berbasis di Singapura. Perusahaan itu adalah bagian dari Nusantara Group.

Tempo, media asal Indonesia yang tergabung dalam ICIJ untuk proyek jurnalisme investigatif “Paradise Papers” itu, disebut mengonfirmasi data ini kepada Wakil Ketua Partai Gerindra, yakni Fadli Zon.

“Fadli Zon mengatakan, Prabowo tak memunyai hubungan dengan Nusantara energy Resources (Bermuda),” tulis ICIJ.

Dua Anak Soeharto

Selain Prabowo, dalam dokumen yang sama, Tommy yang kekinian memimpin group Humpuss, disebut pernah menjadi direktur dan ketua dewan Asia Market Investment, perusajaan yang terdaftar di Bermuda pada tahun 1997. Namun, perusahaan itu sudah ditutup pada 2000.

Nama perusahaan Tommy itu tercatat sebagai klien Appleby. Data Appleby menyebut Tommy juga mendaftarkan perusahaan patungan bernama V'Power Corp. Perusahaan itu hasil kerja sama dengan pebisnis Australia. Perusahaan patungan yang merupakan anak perusahaan Humpuss dan NLD tersebut didaftarkan di Bermuda.

ICIJ menuliskan, berdasarkan laporan lokal tahun 1997, perusahaan patungan tersebut memberi Tommy dan mitranya konsesi berupa papan reklame di negara bagian Victoria Australia, Filipina, Malaysia, Myanmar, dan Tiongkok.

Perusahaan itu ditutup tahun 2003 dan dicatat oleh Appleby sebagai “debitur buruk”, karena memunyai persoalan dalam pajak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Skandal 'Paradise Papers', Harta Tersembunyi 2 Anak Soeharto

Skandal 'Paradise Papers', Harta Tersembunyi 2 Anak Soeharto

News | Senin, 06 November 2017 | 11:51 WIB

Paradise Papers Ungkap Harta Tersembunyi Elite Dunia

Paradise Papers Ungkap Harta Tersembunyi Elite Dunia

News | Senin, 06 November 2017 | 10:21 WIB

Anies Tutup Alexis dan Tolak Reklamasi, Untungkan Prabowo

Anies Tutup Alexis dan Tolak Reklamasi, Untungkan Prabowo

News | Sabtu, 04 November 2017 | 22:47 WIB

Ini Peta Dukungan Kaum Milenial Sosmed ke Jokowi dan Prabowo

Ini Peta Dukungan Kaum Milenial Sosmed ke Jokowi dan Prabowo

News | Jum'at, 03 November 2017 | 13:41 WIB

Setelah Tolak Revolusi Putih Prabowo, Hashim Temui Menkes

Setelah Tolak Revolusi Putih Prabowo, Hashim Temui Menkes

News | Kamis, 02 November 2017 | 11:48 WIB

Raja Tayan Dukung Cak Imin Maju Cawapres 2019, Siapa Capresnya?

Raja Tayan Dukung Cak Imin Maju Cawapres 2019, Siapa Capresnya?

News | Kamis, 02 November 2017 | 01:33 WIB

Apa Tujuan Safari Politik Agus SBY?

Apa Tujuan Safari Politik Agus SBY?

News | Rabu, 01 November 2017 | 12:44 WIB

'Safari' Silaturahmi, AHY Temui Prabowo, Begini Isi Pertemuannya

'Safari' Silaturahmi, AHY Temui Prabowo, Begini Isi Pertemuannya

News | Rabu, 01 November 2017 | 00:53 WIB

Gema Hanura Geram dengan Laskar DPP Gerindra

Gema Hanura Geram dengan Laskar DPP Gerindra

News | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 19:11 WIB

Gema Hanura: Alangkah Eloknya Kalau Pak Prabowo Meminta Maaf

Gema Hanura: Alangkah Eloknya Kalau Pak Prabowo Meminta Maaf

News | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 18:24 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB