Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Satelit BRISat, Lebih Efisien atau Lebih Boros?

Adhitya Himawan

Rabu, 15 November 2017 | 17:55 WIB
Satelit BRISat, Lebih Efisien atau Lebih Boros?
Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Keputusan BRI membeli satelit sendiri memang cukup mengejutkan.Maklum saja, belum pernah ada sejarahnya bank membeli, memiliki, dan mengoperasikan satelit sendiri. Tak hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia sekalipun tidak ada bank yang memiliki satelit sendiri.

Gedung Primary Satellite Control Facility BRI di Ragunan, Jakarta Selatan. [Suara.com/Adhitya Himawan]

BRI membeli satelit BRISat dengan merogoh kocek senilai 220 juta Dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,5 triliun jika menggunakan kurs Rupiah pada saat itu. “Biaya ini untuk 45 transponder, tinggal dibagi 220 juta Dolar AS dibagi 45, sekitar 4 juta Dolar AS. Itu dibagi lagi dalam berapa tahun. Itu jauh lebih efisien dibanding kita sewa 350 ribu Dolar AS per transponder,” ujarnya.

Sebelumnya, bank BUMN tersebut harus menyewa transponder satelit dari beberapa perusahaan komunikasi di Indonesia. Setiap tahun, BRI mengeluarkan biaya sekitar Rp500 miliar untuk biaya sewa transponder satelit

Terkait biaya operasional dan pemeliharaan, termasuk penyediaan SDM, Indra menegaskan tak semuanya ditangani sendiri oleh BRI. Walaupun BRISat menjadi milik BRI, namun untuk operasional dan pemeliharaan tetap menggandeng partner seperti PT Telkom dan PT Mitra Saruta Indonesia.

Direktur Digital Bangking dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo. [Suara.com/Adhitya Himawan]

“Jadi operasional di lapangan, tetap berpartner. Yang kita tangani sendiri kan yang di HUB (Pusat,red). Yang di Ragunan, pusat kontrol kita itu kan HUB. Yang operasional di lapangan tetap kita berpartner dengan perusahaan yang memang ahli di bidangnya,” tutupnya.

Penjelasan Indra diperkuat oleh Meiditomo Sutyarjoko, Kepala Divisi Satelit dan Operasional BRI. Dalam wawancara khusus dengan Suara.com di gedung Primary Satellite Control (PSFC) BRI, di Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2017), Meiditomo membeberkan lebih detail mengenai BRISat.

“Hampir semua aspek jaringan BRI diperkuat, mulai dari kantor pusat, kantor cabang, ATM, Teras Mobile, Teras Kapal, Mobile Bangking, dan lain -lain. Satelit ini kan seperti ibarat jalan raya,” katanya.

Menurutnya, memiliki satelit sendiri memiliki cost effective yang jauh lebih besar. Apalagi menurut studi Kemenkominfo, suplai transponder mencapai 130 per tahun, lebih sedikit dari besaran tingkat permintaan. Ini membuat harga transponder menjadi lebih mahal.

Ditambah lagi BRI butuh banyak transponder karena memiliki jaringan layanan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. BRI juga memiliki ratusan aplikasi untuk kebutuhan bisnis perbankan miliknya. Apabila kebutuhan transponder ini dipenuhi dengan menyewa satelit dari perusahaan lain, maka biaya yang harus dikeluarkan menjadi tinggi.

“Jadi kami lakukan studi kelayakan, diputuskan bahwa kalau memiliki satelit sendiri jauh lebih murah. Sekarang kita rasakan, sekitar 40 persen biaya jaringan komunikasi sudah turun. Dulu kita keluarkan Rp500 miliar setiap tahun saat sewa satelit. Sekarang kira-kira separuhnya. Kita menghemat banyak. Dananya bisa kita simpan untuk ekspansi lain,” jelasnya.

Kini BRI mampu meningkatkan kapasitas jaringan komunikasi hingga empat kali lipat. Kecepatan akses data dari unit-unit dan kantor cabang lebih cepat. “Itu semua dicapai dengan cost yang jauh menurun,” tutupnya.

Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Namun argumentasi BRI diragukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans tak percaya jika membeli satelit sendiri lebih murah dan efisien bagi industri perbankan. “Ya belum tentu juga. Kan kita belum tahu pasti. Kalau untuk urusan kayak gitu (mana yang lebih murah beli atau sewa satelit,red), kita serahkan saja kepada ahlinya. Mereka kan yang lebih tahu soal investasinya,” kata Rico kepada Suara.com di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Rico menegaskan Bank Mandiri juga belum berpikir untuk mengikuti jejak BRI membeli dan memiliki satelit sendiri. Menurutnya, Bank Mandiri tak memiliki kemampuan dalam pengelolaan satelit.

“Ini bukan soal menguntungkan atau tidak. Kita lebih baik fokus ke core business kita sebagai industri perbankan. Sebagai bank, masih banyak hal lain yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Rico menjelaskan bahwa Bank Mandiri kini menyewa tujuh satelit yang berbeda. Sayangnya ia mengaku belum mengecek datanya secara lengkap. Termasuk besaran dana yang dialokasikan Bank Mandiri setiap tahun untuk menyewa tujuh satelit. “Saya lagi nggak bawa datanya,” tutupnya.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas, membenarkan bahwa Bank Mandiri tidak akan membeli satelit. Alasannya, jika hal ini dilakukan maka jaringan teknologi informasi BRI akan terkumpul dalam satu saluran. Sementara kebijakan Bank Mandiri adalah memiliki kombinasi saluran untuk jaringan teknologi informasi mereka. “Nanti semua telur dalam satu keranjang. Lebih baik ada banyak saluran supaya lebih aman,” tutupnya.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, mengatakan bahwa dalam kasus BRI, pilihan membeli satelit memang lebih murah dan efisien. Setiap tahun, BRI harus mengalokasikan dana Rp500 miliar untuk menyewa transponder dari satelit perusahaan lain.

Ketika BRI memilih membeli BRISat, hanya mengeluarkan dan Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun. Padahal umur BRISat bisa 15 tahun, bahkan sampai 18 tahun.

“Jadi biaya yang dibutuhkan untuk membeli satelit sama dengan biaya lima atau enam tahun menyewa satelit. Memang ada biaya operasional yang tetap harus dikeluarkan BRI walau sudah mempunyai satelit sendiri. Tapi saya kira tetap biayanya jauh lebih murah daripada menyewa terus - menerus,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:14 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR 1,75% dan Hiburan Meriah

BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Bunga KPR 1,75% dan Hiburan Meriah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:00 WIB

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Cerita Inspiratif: Desa Hanura Lampung Tumbuh Lewat Sinergi Alam dan Warga

Cerita Inspiratif: Desa Hanura Lampung Tumbuh Lewat Sinergi Alam dan Warga

Video | Minggu, 19 April 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 23:33 WIB

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB