Bidik Generasi Milenial untuk Properti, Gradana Luncurkan Grasewa

Adhitya Himawan
Bidik Generasi Milenial untuk Properti, Gradana Luncurkan Grasewa
Pembangunan perumahan di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (27/8/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Gradana.co.id membidik sektor properti terutama untuk generasi milenial.

Suara.com - Perusahaan portal Gradana.co.id membidik sektor properti terutama untuk generasi milenial dengan meluncurkan produk Grasewa yang merupakan layanan terbaru khusus guna membantu penyewa dalam pembiayaan sewa properti.

"Grasewa hadir sebagai solusi praktis pengusaha muda di Indonesia," kata Komisaris Gradana Freenyang Liwang dalam rilis di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Menurut dia meningkatnya tren generasi milenial yang terjun sebagai wirausaha dan mulai berkeluarga turut berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan sewa properti baik untuk tempat usaha maupun tempat tinggal, seperti ruko, apartemen dan rumah.

Meski demikian, lanjutnya, kendala yang dihadapi para milenial tersebut adalah tingginya biaya sewa yang kerap diwajibkan untuk lunas satu hingga bahkan dua tahun di muka. "Tidak mudah menemukan opsi pembayaran sewa bulanan yang dapat memudahkan pengaturan kas," ucapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, platform "peer to peer lending" (P2P), Gradana.co.id meluncurkan produk Grasewa, layanan terbaru khusus untuk membantu penyewa dalam pembiayaan sewa properti.

Dengan Grasewa, ujar dia, penyewa tidak perlu lagi membayar biaya sewa hingga satu tahun di muka, melainkan dapat dicicil per bulan.

Pembayaran ruko untuk tempat usaha atau apartemen untuk tempat tinggal, misalnya, kini dapat dijadikan variabel pengeluaran bulanan.

Selain itu, ucapnya, calon penyewa dapat memilih sendiri dan menginformasikan kepada Gradana unit properti yang dikehendaki dan berlaku untuk ruko, rumah atau apartment yang terletak di Jabodetabek dan Bandung.

"Kita paham bahwa kebutuhan ruang kantor yang kondusif dan terjangkau sangat vital saat merintis bisnis. Persoalannya adalah, tempat-tempat seperti ini, seperti ruko misalnya, kerap menuntut biaya sewa yang tinggi dan harus dibayar satu hingga dua tahun di muka. Tentu ini memberatkan bagi mereka yang baru memulai bisnis," paparnya.

Freenyan menjelaskan bahwa Grasewa menyediakan fasilitas talangan untuk satu tahun ke depan sehingga penyewa tidak perlu menyiapkan dana besar di awal untuk kepentingan sewa properti, baik perkantoran maupun tempat tinggal.

Pemilik properti kini dapat lebih mudah pula mendapatkan penyewa dengan mendaftarkan properti mereka untuk dibiayai dengan skema Grasewa. Mereka tetap mendapatkan uang sewa satu tahun di muka dari Grasewa, namun penyewa mencicil bulanan lewat Gradana.

"Jika pun ada yang ingin sewa hanya enam bulan saja, kita tetap melayani asalkan dari pihak pemilik properti setuju," paparnya.

Sebelumnya, pengamat properti dan pendiri Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit menyatakan, orientasi pengembang tahun ini mengarah kepada pembangunan produk properti yang bisa dijangkau oleh pasar generasi milenial.

Menurut dia, daya beli kelompok generasi milenial di dalam sektor properti adalah mereka yang didukung oleh orang tua yang sudah mapan secara ekonomi. Sedangkan kemampuan mereka sendiri, lanjutnya, dalam membeli properti biasanya hanya berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar. (Antara)

loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS