Harga Komoditas Belum Stabil, IHSG Diprediksi Masih di Zona Merah

Bangun Santoso | Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 04 Oktober 2018 | 08:47 WIB
Harga Komoditas Belum Stabil, IHSG Diprediksi Masih di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (4/10/2018) diprediksi masih seperti sebelumnya yang bergerak di zona merah.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengatakan, berdasarkan indikator, MACD kembali menyentuh di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

Namun, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance alias melemah.

"Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.836 hingga 5.805. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 5.910 hingga 5.952," kata Nafan di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Berbeda dengan Nafan, Analis dari Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya justru memperkirakan IHSG bergerak menguat. Dia memperkirakan, IHSG bergerak di level 5.811 - 6.123.

Menurut William, geliat pergerakan IHSG saat ini masih akan diwarnai oleh fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar yang masih belum stabil. Sedangkan, fundamental perekonomian yang kuat masih menjadi penopang dari kenaikan IHSG hingga saat ini.

"Peluang naik masih terbuka cukup lebar dikarenakan sebentar lagi akan banyak rilis data kinerja emiten kuartal ketiga yang disinyalir akan memiliki hasil yang cukup bagus sehingga dapat kembali mendorong kenaikan IHSG, hari ini IHSG berpotensi menguat," imbuh William.

Berdasarkan data RTI perdagangan IHSG pada Rabu (3/10/2018) dibuka melemah di level 5.874. Pelemahan itu berlanjut hingga IHSG ditutup di level 5.867.

Dalam perdagangan kemarin, sebanyak 8,63 miliar volume saham diperdagangkan ‎dengan frekuensi 393.619 kali. Sementara, 202 saham bergerak naik, 179 saham bergerak turun, dan 129 saham tidak mengalami pergerakan.‎‎‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Analis: Pelemahan Rupiah Bikin Pergerakan IHSG Hari Ini Melemah

Analis: Pelemahan Rupiah Bikin Pergerakan IHSG Hari Ini Melemah

Bisnis | Rabu, 03 Oktober 2018 | 08:09 WIB

Harga Komoditas Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini

Harga Komoditas Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini

Bisnis | Selasa, 02 Oktober 2018 | 08:25 WIB

Analis: Pergerakan IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat

Analis: Pergerakan IHSG Awal Pekan Berpotensi Menguat

Bisnis | Senin, 01 Oktober 2018 | 08:00 WIB

Saham CITY Melejit 70 Persen Jadi Rp 204 per Lembar

Saham CITY Melejit 70 Persen Jadi Rp 204 per Lembar

Bisnis | Jum'at, 28 September 2018 | 11:05 WIB

Analis: Pergerakan IHSG Berpotensi Menguat Hari ini

Analis: Pergerakan IHSG Berpotensi Menguat Hari ini

Bisnis | Jum'at, 28 September 2018 | 07:56 WIB

Terkini

H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram

H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:11 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:58 WIB

Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026

Resmi Diperpanjang, Ini Cara Lapor SPT Tahunan melalui Coretax 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:51 WIB

Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB

Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:36 WIB

OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir

OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:09 WIB

6 Ide Usaha Modal Rp1 Juta untuk Ibu Rumah Tangga Paling Cuan

6 Ide Usaha Modal Rp1 Juta untuk Ibu Rumah Tangga Paling Cuan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:57 WIB

Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari

Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:41 WIB

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:29 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:49 WIB