Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Tertekan Dolar AS, Darmin : Perang Dagang Bikin Ruwet

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 05 Oktober 2018 | 16:30 WIB
Rupiah Tertekan Dolar AS, Darmin : Perang Dagang Bikin Ruwet
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. [Dok Kemenko Perekonomian]

Suara.com - Kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp 15.187 per dolar AS pada Kamis (5/10/2018) atau melemah 100 poin dari posisi Rabu (4/10/2018) di Rp 15.088 per dolar AS.

Adapun pada Jumat (5/10/2018) pukul 10.24 WIB, berdasarkan data pasar spot Bloomberg, rupiah bertengger pada level Rp 15.182 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, depresiasi nilai tukar rupiah ini disebabkan oleh dua hal. Pertama adalah perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina yang tidak bisa diredam dampaknya.

“Ekonomi Amerika entah bagaimana itu memang bagus, heran kita ya kan, jadi ekonomi memang bagus itu satu. Kemudian yang kedua kelihatannya perang dagang ini sudah enggak bisa direm dan ini akan jalan dan makin mengenai masing-masing negara,” kata Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Menurut Darmin Nasution, ketidakstabilan global ini sulit untuk dihindari. Sebab, seluruh negara di dunia kini mulai mengamankan posisi dengan membuat kebijakan-kebijakan baru dengan negara mitra dagang.

"(Ketidakpastian) ya masih akan jalan. Karena perangnya bukan makin reda melainkan makin variatif, makin dikembangkan macam-macam cara. Sehingga tidak sekadar kenaikan tarif. Sekarang sudah mulai, atau mau kasih turunkan tarif dari yang lain, ada yang bilang bikin perjanjian baru dengan ini. Jadi sudah makin ruwet," katanya.

Kendati demikian, pemerintah akan terus mengupayakan agar ekonomi Indonesia tetap kuat. Upaya menjaga ekonomi dalam jangka pendek dan menengah akan disampaikan dalam beberapa waktu mendatang.

"Sehingga, yang perlu kita lihat kalau midterm election yang November ini selesai, apa Trump masih begitu? Nah itu kita belum tahu. Jadi, oleh karena itu kita harus menyiapkan langkah jangka menengah. Tidak lagi sekadar jangka pendek. Apa saja itu, ya tunggu saja nanti kita akan jelaskan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Melemah, Menko Darmin Jamin Inflasi Terkendali

Rupiah Melemah, Menko Darmin Jamin Inflasi Terkendali

Bisnis | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 14:50 WIB

Rupiah Makin Melemah, Jokowi Disarankan Reshuffle Kabinet

Rupiah Makin Melemah, Jokowi Disarankan Reshuffle Kabinet

Bisnis | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 14:23 WIB

Ditanya Soal Ratna Sarumpaet, Sandiaga: Dolar AS Tembus Rp 15.000

Ditanya Soal Ratna Sarumpaet, Sandiaga: Dolar AS Tembus Rp 15.000

News | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 13:45 WIB

Terkini

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×