Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Pertamax Naik, Pelanggan SPBU Pertamina Bakal Beralih ke Shell

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 12 Oktober 2018 | 19:57 WIB
Pertamax Naik, Pelanggan SPBU Pertamina Bakal Beralih ke Shell
Suasana pengisian bahan bakar umum (BBM) di SPBU Shell. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai naiknya bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax series bakal membuat masyarakat beralih ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) lain seperti Shell.

Pasalnya, harga BBM jenis Pertamax series tidak jauh beda bahkan sama dengan harga BBM dengan kualitas yang sama di SPBU lain seperti Shell.

Fahmy menjelaskan, pengguna BBM non subsidi seperti Pertamax tidak mementingkan selisih harga, tetapi akses mendapatkan BBM.

"Bisa jadi (beralih ke SPBU lain). Jadi konsumen Pertamax tidak semata pertimbangan selisih harga, tapi juga akses kemudahan dan kualitas layanan," kata Fahmy saat dihubungi Suara.com, Jumat (12/10/2018).

Menurut Fahmy, kenaikan harga Pertamax tidak akan membuat konsumen beralih ke BBM jenis Pertalite dan Premium. Karena, seperti dijelaskan di atas, konsumen Pertamax lebih memilih kualitas dibanding selisih harga.

"Jadi tidak ngaruh. Kalau Pertalite dinaikkan konsumennya pindah ke Premium," jelas dia.

Pantauan Suara.com, dari yang terlihat di SPBU lain seperti Shell banyak dikunjungi konsumen untuk mengisi BBM. Suasana SPBU Shell di Jalan Tendean Jakarta Selatan misalnya, terlihat adanya antrean konsumen untuk mengisi BBM.

Salah satu konsumen, Junianto mengatakan alasanya memilih SPBU Shell dibanding Pertamina karena takaran pengisian pas dan sesuai dengan mesin pengisian BBM tersebut. Selain itu, sambung dia, walaupun terdapat antrian, tapi mengisi BBM di Shell lebih cepat.

"Jadi walaupun Shell lebih mahal sedikit dari Pertamina, saya tetap pilih Shell. Kualitas BBM juga bagus dengan kadar RON yang sama di Pertamina," imbuh dia.

Untuk diketahui, Pertamina menaikkan harga Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO.

Harga Pertamax di Jakarta Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter dan Biosolar Non PSO Rp 9.800 per liter.

Sementara, Harga BBM di SPBU Shell di Jabodetabek dengan Jenis Super (Ron 92) Dibanderol Rp 10.450 - Rp 10.550 per liter. Sedangkan Shell V-Power (Ron 98) dibanderol di harga Rp 11.090 - Rp 12.200 per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Premium Seharusnya Rp 8.500 per Liter, Ini Alasannya

Harga Premium Seharusnya Rp 8.500 per Liter, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 19:17 WIB

Soal Kebijakan Harga BBM, Begini Kata Sandiaga

Soal Kebijakan Harga BBM, Begini Kata Sandiaga

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 16:13 WIB

Soal Harga BBM, PKS: Pemerintah Jokowi Amatiran

Soal Harga BBM, PKS: Pemerintah Jokowi Amatiran

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 11:10 WIB

Terkini

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:31 WIB

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:24 WIB

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Buah Komitmen, Pegadaian Borong Awards di Ajang Global Contact Center World Asia Pacific 2026

Buah Komitmen, Pegadaian Borong Awards di Ajang Global Contact Center World Asia Pacific 2026

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:58 WIB

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:26 WIB

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:17 WIB

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:59 WIB

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:43 WIB