Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Rupiah Terus Menguat Selama Sepekan, Ini Kata Sri Mulyani

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 09 November 2018 | 16:05 WIB
Rupiah Terus Menguat Selama Sepekan, Ini Kata Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Nilai tukar rupiah selama sepekan menguat signifikan hingga berada di bawah Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, berdasarkan data bloomberg, pada sesi siang ini rupiah kembali melemah 0,49 persen ke level Rp 14.610 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp 14.539 per dolar AS

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penguatan rupiah ini lebih dipengaruhi oleh faktor domestik. Pasalnya, indikator-indikator ekonomi Indonesia memperlihatkan angka yang cukup positif.

Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III 2018 masih konsisten tumbuh di atas lima persen atau tepatnya 5,17 persen. Inflasi terjaga di bawah kisaran target yang sebesar 3,5 persen. Lalu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hanya 1,35 persen.

“Selama 2018 ini, banyak yang bisa kita topang berdasarkan pondasi Indonesia. Indonesia perlu untuk terus mengembangkan mengenai pentingnya pondasi-pondasi ini," ujarnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Kendati demikian, Sri Mulyani mengaku akan tetap waspada dengan pergerakan nilai tukar rupiah ini. Pasalnya, nilai tukar rupiah akan tetap berfluktuasi seiring sentimen pelaku ekonomi di tengah kondisi ekonomi global saat ini.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah juga akan berhati-hati sambil terus menyuarakan kepada investor perekonomian Indonesia masih baik agar rupiah dapat bertahan di tren positif. Menurut dia, para investor serta pelaku ekonomi melihat Indonesia berbeda dengan negara lain yang rentan.

“Waktu saya di Singapura kemarin, kita juga bicara angka yang ada di Indonesia sangat positif. Jadi Indonesia tidak seharusnya masuk ke negara vulnerable (rentan)," tuturnya.

“Jadi sebagai pengelola kebijakan ekonomi bersama dengan Menko (menteri koordinator) dan para menteri yang lain serta bapak gubernur bank sentral, OJK, poin yang paling penting di dalam ekonomi kita dalam suasana yang cukup guncang ini harus punya fleksibilitas dan kemampuan untuk meng-absorb itu yang harus disiapkan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari 50 Orang Indonesia, yang Niat Bayar Pajak Cuma 1 Orang

Dari 50 Orang Indonesia, yang Niat Bayar Pajak Cuma 1 Orang

Bisnis | Jum'at, 09 November 2018 | 16:02 WIB

Menkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bukanlah Sebuah Dosa

Menkeu: Defisit Transaksi Berjalan Bukanlah Sebuah Dosa

Bisnis | Jum'at, 09 November 2018 | 16:01 WIB

BI Beberkan Penyebab Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS

BI Beberkan Penyebab Rupiah Terus Menguat Terhadap Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 09 November 2018 | 14:02 WIB

Pajak Bakal Jadi Mata Pelajaran dari SD Hingga Perguruan Tinggi

Pajak Bakal Jadi Mata Pelajaran dari SD Hingga Perguruan Tinggi

Bisnis | Jum'at, 09 November 2018 | 13:09 WIB

Dolar AS Diprediksi Menguat Hingga ke Level Rp 14.760

Dolar AS Diprediksi Menguat Hingga ke Level Rp 14.760

Bisnis | Jum'at, 09 November 2018 | 08:01 WIB

Terkini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB