Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Perang Dagang AS - Cina Reda, Harga Minyak Mentah Langsung Naik

RR Ukirsari Manggalani, Achmad Fauzi

Senin, 03 Desember 2018 | 09:00 WIB
Perang Dagang AS - Cina Reda, Harga Minyak Mentah Langsung Naik
Pengeboran minyak, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Harga minyak mentah dunia langsung naik pada perdagangan Senin (3/12/2018) setelah konflik perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina mereda. Harga minyak ini juga disebutkan telah sebelum pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Seperti dilansir dari Reuters, Harga minyak US crude futures West Texas Intermediate (WTI) berada di harga 52,60 dolar AS per barel naik 1,67 dolar AS per barel, atau 3,2 persen dari penutupan.

Sedangkan, minyak mentah Brent berjangka internasional naik 1,55 dolar AS per barel, atau 2,6 persen, di 61,01 dolar AS per barel.

Dalam pertemuan G20 ekonomi di Argentina, Cina dan Amerika Serikat sepakat untuk tidak memberlakukan tarif perdagangan tambahan selama 90 hari. Kedua negara juga akan kembali merundingkan masalah perang dagang.

Minyak mentah memang belum termasuk dalam daftar ratusan produk yang mengalami kenaikan tarif impor. Akan tetapi, para pedagang mengatakan sentimen positif gencatan senjata antara dua ekonomi terbesar dunia itu juga mendorong pasar minyak mentah.

"Tanggapan G-20 lebih positif dari yang diperkirakan," kata Kepala perdagangan untuk Asia Pasifik di broker berjangka Oanda di Singapura, Stephen Innes.

Ke depan, Stephen Innes mengatakan, hal ini bisa menjadi minggu yang penting untuk pasar minyak karena adanya pertemuan OPEC pada 6 Desember. Pada pertemuan itu, kelompok produsen, serta anggota non-OPEC seperti Rusia, diperkirakan akan mengumumkan pemotongan pasokan yang ditujukan untuk menaikkan harga minyak.

Tidak ada pengumuman resmi mengenai pemotongan pasokan yang belum dilakukan, akan tetapi sebagian besar analis memperkirakan pengurangan 1 - 1,4 juta barel per hari (bpd) versus tingkat Oktober, merupakan yang tertinggi oleh OPEC sebagai sebuah kelompok sejak Desember 2016.

Sementara itu, produsen minyak di Amerika Serikat terus menghasilkan jumlah minyak, dengan produksi minyak mentah lebih dari 11,5 juta barel per hari.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketegangan Cina-AS Melunak Pasca Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Ketegangan Cina-AS Melunak Pasca Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Bisnis | Senin, 03 Desember 2018 | 07:09 WIB

BMW Kemungkinan Bakal Membuat Pabrik Kedua di Amerika Serikat

BMW Kemungkinan Bakal Membuat Pabrik Kedua di Amerika Serikat

Otomotif | Kamis, 29 November 2018 | 22:30 WIB

Daimler Produksi Mobil Listrik di Cina

Daimler Produksi Mobil Listrik di Cina

Otomotif | Kamis, 29 November 2018 | 20:30 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB