4 Ruas Tol Trans Sumatera Siap Beroperasi Pertengahan 2019

Iwan Supriyatna
4 Ruas Tol Trans Sumatera Siap Beroperasi Pertengahan 2019
Ruas tol Trans Sumatera. (Dokumen: KemenPUPR)

KemenPUPR terus mendorong penyelesaian ruas-ruas tol baru di berbagai wilayah.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terus mendorong penyelesaian ruas-ruas tol baru di berbagai wilayah.

Pembangunan jalan tol yang masif dilakukan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah sebagai amanat Nawa Cita.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pembangunan jalan tol adalah untuk menurunkan biaya logistik dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Pemerintah telah memulai pengoperasian ruas-ruas jalan tol sepanjang 782 Km dalam kurun waktu empat tahun (2015-2018).

Tol Trans Jawa telah tersambung dari Merak hingga Grati, Pasuruan sepanjang 913 Km. Secara keseluruhan, pada tahun 2019, ditargetkan pembangunan sepanjang 1.070 Km termasuk beberapa ruas tol Trans Sumatera sehingga total menjadi 1.852 Km.

Kehadiran Tol Trans Sumatera bertujuan untuk menurunkan biaya logistik nasional serta menjadi jalan alternatif Jalan Lintas Timur Sumatera yang sudah ada.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan optimis Jalan Tol Trans Sumatera ruas utama sepanjang 2.000 Km akan dapat tersambung pada tahun 2024.

"Jika melihat capaian selama empat tahun terakhir maka Tol Trans Sumatera dari Bakauheni sampai Banda Aceh dengan panjang sekitar 2.000 Km, akan tersambung secara bertahap hingga tahun 2024," ujar Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Pegatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, terdapat empat ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang dalam waktu dekat secara bertahap siap diresmikan dan beroperasi.

Empat ruas tol itu diantaranya ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) (140,93 Km), Medan – Binjai (Segmen Helvetia – Veteran) (2,75 Km), Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Seksi 7 (9,1 Km), dan Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189,2 Km).

“Dua diantaranya sudah mengantongi Sertifikat Laik Operasi yaitu Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar dan Jalan Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Seksi 7. Sedangkan untuk Jalan Tol Medan – Binjai (Segmen Helvetia – Veteran) masih dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Operasi di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dalam proses penyelesaian konstruksi,” jelas Danang.

Tol Bakter memiliki empat buah seksi yakni Seksi 1 Bakauheni – Sidomulyo (39,4 Km) dimana Segmen Pelabuhan Bakauheni – SS Bakauheni (8,9 Km) sudah beroperasi Januari 2018.

Seksi 2 Sidomulyo – Kotabaru (40,6 Km) dengan Segmen SS Kotabaru – SS Lematang (5 Km) juga sudah beroperasi Januari 2018. Seksi 3 Kotabaru-Metro (29 Km) dan Seksi 4 Metro-Terbanggi Besar (31,93 Km).

Kemudian Jalan tol Medan – Binjai (16,73 Km) terdiri atas 3 seksi yakni Seksi 1 ruas Tanjung Mulia - Helvetia (6,27 Km), Seksi 2 ruas Helvetia - Semayang (6,18 Km) dan Seksi 3 ruas Semayang - Binjai (4,28 Km) sudah beroperasi penuh pada Oktober 2017.

Sementara untuk Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi (MKTT) secara keseluruhan memiliki Panjang 61,7 km.

Pengusahaannya dilaksanakan oleh PT Jasamarga Kualanamu Tol dengan investasi sebesar Rp 4,96 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Jalan tol MKTT Seksi 2-6 Parbarakan hingga Sei Rampah (41,65 Km) telah diresmikan Oktober 2017 dan Seksi 1 Tanjung Morawa - Perbarakan termasuk Simpang Susun Kemiri (10,75 Km) telah beroperasi pada Juni 2018.

Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 21,95 triliun dan ditargetkan akan beroperasi pada Juni 2019.

Tol ini terdiri atas dua seksi yakni Seksi 1 Terbanggi Besar - Pematang Panggang (112,2 Km) dengan progres konstruksi 89,06 % dan Seksi 2 Pematang Panggang - Kayu Agung (77 Km) dengan progres konstruksi 90,80 %.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS