Panen Jagung Melimpah, Pemerintah Siap Jaga Stabilitas Harga

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 05 Maret 2019 | 14:29 WIB
Panen Jagung Melimpah, Pemerintah Siap Jaga Stabilitas Harga
Sejumlah sentra jagung di Pulau Jawa mulai memasuki masa panen. (Dok : Kementan).

Suara.com - Sejak Februari lalu, sejumlah sentra jagung mulai memasuki masa panen. Beberapa daerah di Pulau Jawa saat ini sedang memasuki panen raya yang cukup besar, seperti di Kabupaten Lamongan, Tuban, Blora.

Begitupun sejumlah wilayah di provinsi lain, seperti di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri mengungkapkan, panen jagung yang melimpah pada periode Februari-Maret ini perlu diantisipasi secara seksama.

“Kita tidak bisa pungkiri adanya kekhawatiran para petani jagung. Panen melimpah seperti ini berpotensi membuat harga jagung anjlok,” kata Boga dalam keterangan pers, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Kementan akan terus berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mendorong penyerapan jagung di tingkat petani. Berdasarkan Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, harga pembelian pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung senilai Rp 3.150 per kg. 

“Menteri Pertanian dalam banyak kesempatan minta Bulog untuk siap dan siaga menyerap gabah maupun jagung, agar harga di tingkat petani tetap stabil. Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga semangat petani,” katanya.

Pada kesempatan itu, Boga menyampaikan secara khusus apresiasi terhadap kerja cepat Bulog dalam menyerap jagung hasil petani pada masa panen raya kali ini. Perum Bulog mulai menyerap jagung hasil produksi petani dalam negeri, yaitu sebanyak 110 ribu kg, dengan harga di atas acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 3.150 per kg.

Penyerapan jagung dilakukan oleh Bulog Divisi Regional (Divre) Lampung sebanyak 11 ribu kg dan oleh Bulog Subdvire Bojonegoro sebanyak 100 ribu kg. 

Sekretaris Perum Bulog, Aijun Ansol Siregar, mengungkapkan, penyerapan ini dilakukan dalam rangka menghadapi puncak panen raya pada Februari-Maret 2019.

baca juga

“Kita perlu menjaga keseimbangan kepentingan petani jagung, peternak unggas, dan industri pakan,” jelasnya pada kesempatan terpisah, Senin (4/3/2019) kemarin. 

Meskipun tetap mengacu pada Permendag 58/2018, Bulog kali ini turut menggunakan skema komersial sehingga memungkinkan harga pembelian jagung berada di atas harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah. 

"Pembelian jagung oleh Bulog melalui skema komersial merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap petani jagung. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan peternak unggas agar tetap berperan dalam pembangunan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Penyerapan jagung lokal Bulog Divre Lampung, bekerja sama dengan Gapoktan Harapan Bersama, serta berkoordinasi dengan Kodim 0429/Lampung Timur, BULOG Divre Lampung membeli jagung lokal dari petani Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Sribawono, Lampung Timur.

Sementara Bulog Subdivre Bojonegoro melakukan kerja sama dengan Gapoktan se-Kabupaten Tuban dan Paguyuban Peternak Unggas Kabupaten Tuban dalam menyerap dan mendistribusikan jagung lokal.

Peluang Ekspor Jagung Terbuka Lebar
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat mengungkapkan, pada panen raya kali ini, sangat terbuka peluang Indonesia untuk melakukan ekspor jagung. Pembukaan pasar ekspor untuk komoditas jagung dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas harga saat panen raya.

"Saya setuju kalau ada kelebihan produksi. Jangan hanya untuk dalam negeri tapi juga ekspor, sehingga harga menguntungkan. Kalau produksi tinggi tapi tidak bisa ekspor, harganya akan jatuh," ujarnya, saat menghadiri panen raya jagung di Gorontalo, Jumat (1/3/2019).

Presiden, ketika itu didampingi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan ikut melakukan panen di lahan jagung seluas 1.392 ha yang tersebar di Desa Botuwumbato, Kabupaten Gorontalo Utara dan Desa Motilangu.

Berdasarkan Data Kementan, produksi jagung nasional menunjukkan peningkatan pesat setiap tahun. Pada 2015, produksi jagung nasional hanya 19,61 juta ton, lalu meningkat menjadi 23,58 juta ton pada tahun berikutnya.

Selanjutnya, naik menjadi 28,92 juta ton pada 2017 dan tembus 30 juta ton pada 2018. Tahun ini, Kementan menargetkan produksi jagung nasional bisa mencapai 33 juta ton dan ekspor sebanyak 500 ribu ton.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian akan terus memaksimalkan program-program yang selama ini sudah dijalankan, seperti intensifikasi lahan dengan benih unggul gratis agar produktivitas lebih baik, ekstensifikasi lahan atau perluasan lahan, termasuk sistem tumpang sari, dan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Video | Rabu, 16 September 2026 | 18:55 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter

Tenaga Kesehatan Menumpuk di Jawa, Indonesia Timur Krisis Dokter

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 07:25 WIB

Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?

Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!

Ekspor Kopi RI Mau Digenjot 2,5 Kali Lipat, Target Rp100 Triliun!

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:00 WIB

Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo

Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo

Foto | Senin, 06 Juli 2026 | 15:00 WIB

Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa

Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:20 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional

Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:06 WIB

Terkini

Alasan Gus Faruq Ceramah Dalam Kubur: Cara Dekatkan Diri ke Allah SWT

Alasan Gus Faruq Ceramah Dalam Kubur: Cara Dekatkan Diri ke Allah SWT

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:35 WIB

Perbedaan Mirabella Colorfix vs Mirabella Chic Lipstick, Sama-Sama Tahan Lama 12 Jam

Perbedaan Mirabella Colorfix vs Mirabella Chic Lipstick, Sama-Sama Tahan Lama 12 Jam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:32 WIB

Umi Pipik Klarifikasi soal Hadiah Motor Raffi Ahmad untuk Anaknya: Tak Lupa Kebaikan

Umi Pipik Klarifikasi soal Hadiah Motor Raffi Ahmad untuk Anaknya: Tak Lupa Kebaikan

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 12:31 WIB

Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral

Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 12:31 WIB

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:30 WIB

4 Sabun Muka BHA untuk Kulit Berminyak: Bebas Jerawat dan Pori-pori Tersumbat!

4 Sabun Muka BHA untuk Kulit Berminyak: Bebas Jerawat dan Pori-pori Tersumbat!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Pakai Hair Oil yang Benar agar Rambut Tidak Lepek dan Lebih Berkilau

Cara Pakai Hair Oil yang Benar agar Rambut Tidak Lepek dan Lebih Berkilau

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:29 WIB

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB

KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai

KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai

Bekaci | Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB

Ramalan Zodiak Sagitarius Sepanjang November 2026: Siap Sambut Kejutan Akhir Tahun

Ramalan Zodiak Sagitarius Sepanjang November 2026: Siap Sambut Kejutan Akhir Tahun

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:25 WIB

×