Presiden Jokowi : Ketimpangan Nduga dan Jawa Ibarat Bumi dan Langit

Iwan Supriyatna | Stephanus Aranditio
Presiden Jokowi : Ketimpangan Nduga dan Jawa Ibarat Bumi dan Langit
Presiden Joko Widodo. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Ketimpangan pembangunan sangat terasa jika dibandingkan antara Kabupaten Nduga dengan Pulau Jawa.

Suara.com - Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) menyebut, ketimpangan pembangunan sangat terasa ketika dirinya berkunjung ke Kabupaten Nduga, Papua jika dibandingkan dengan Pulau Jawa. Dia mengibaratkan keduanya bagaikan bumi dan langit.

Jokowi bercerita, ketika melakukan kunjungan kerja presiden ke Kota Wamena yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Papua, dia melihat ada ketimpangan fasilitas transportasi antara Pulau Jawa dan Papua.

"2014 akhir saya ke Wamena saya sudah 4 kali ke Wamena. Perjalanan saya kedua ke Wamena, saya sampaikan ke Panglima TNI saya ingin ke Nduga. Apa yang disampaikan? Bapak jangan ke Nduga dulu. Masalah keamanan. Enggak saya mau ke Nduga, urusan keamanan itu urusan kamu," cerita Jokowi di hadapan ribuan anak muda saat menjadi pembicara dalam Festival Satu Indonesia, Minggu (10/3/2019).

Dia menambahkan saat itu satu-satunya akses yang bisa ditempuh dengan jalur darat adalah jalan kaki melewati hutan belantara Papua selama empat hari empat malam.

Selain itu bisa menggunakan helikopter, namun tak semua masyarakat Papua bisa menggunakannya.

Setelah sampai di Kabupaten Nduga, Jokowi mengaku terkejut melihat kondisi aspal yang disebutnya tidak sampai satu meter jalan yang beraspal disana. Dia membandingkan kondisi ini bagai bumi dan langit.

"Betapa yang namanya perbedaan, ketimpangan di Jawa dan Papua seperti bumi dan langit," kata Jokowi.

Setelah kunjungan tersebut, dia kemudian memerintahkan pembangunan jalan di Papua yang dikenal dengan Jalan Trans Papua, kini jarak tempuh antara Kota Wamena ke Kabupaten Nduga diklaimnya sudah bisa ditempuh selam enam jam saja.

Jalan Trans Papua sendiri sudah dibangun sejak era Presiden BJ Habibie yang menghubungkan Provisi Papua Barat dan Papua. Jalur ini diharapkan akan membuka jalur perdagangan untuk menurunkan harga barang-barang.

Sepanjang 2015-2019, pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla menargetkan, penyelesaian jalur Trans Papua sepanjang 1.066 kilometer untuk menembus target 4.330 km pada 2019.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS