Debat Sengit Prabowo vs Jokowi soal Kebocoran Penerimaan Pajak

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Sabtu, 13 April 2019 | 21:51 WIB
Debat Sengit Prabowo vs Jokowi soal Kebocoran Penerimaan Pajak
Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut rasio penerimaan pajak Indonesia hanya berkisar di angka 10 persen.

Capaian tersebut berada jauh di bawah rasio penerimaan pajak yang diperoleh oleh negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang mencapai 19 persen.

"Tahun 1997 waktu orde baru, tax rasio 16 persen sekarang merosot 10 persen, artinya 60 miliar dolar AS hilang tiap tahun," kata Prabowo, Sabtu (13/4/2019).

Menurut Prabowo, pemasukan negara dari penerimaan pajak seharusnya mencapai Rp 4.000 triliun setiap tahunnya.

Namun, kata Prabowo, KPK mencatat penerimaan negara dari pajak hanya sebesar Rp 2.000 triliun saja setiap tahunnya.

"Masalah penerimaan negara sangat krusial, KPK mengatakan bahwa seharusnya kita menerima Rp 4.000 triliun tiap tahun, tapi ternyata hanya Rp 2.000 triliun, berarti ada kebocoran Rp 2.000 triliun," ucap Prabowo.

Maka dari itu, jika terpilih, Prabowo akan mengoptimalkan pengunaan teknologi untuk mengelola penerimaan pajak agar tak terjadi kebocoran.

"Dengan penggunaan teknologi kita bisa kembali ke 16 persen bahkan 19 persen," pungkas Prabowo.

Penjabaran Prabowo pun kemudian ditanggapi Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, saat ini pemerintah sedang berusaha keras menaikan kembali rasio penerimaan pajak.

baca juga

"Yang kita kerjakan membangun tax based yang sebanyak-banyaknya, itu yang kita lakukan seperti tax amnesty, Rp 114 triliun income dari tax amnesty," kata Jokowi.

Namun, menurut Jokowi, rasio penerimaan pajak tidak bisa secara langsung naik secara drastis kembali ke 16 persen atau bahkan ke 19 persen.

"Kalau ingin menaikan rasio yang Pak Prabowo sampaikan dari 10 menjadi 16 persen, kalau dalam setahun naiknya drastis seperti itu, artinya 5 persen dari GDP artinya Rp 750 triliun itu langsung ditarik jadi pajak, akan terjadi syok ekonomi," ucap Jokowi.

Menanggapi pernyataan Jokowi, Prabowo menilai bahwa Jokowi telah salah menanggapi pernyataannya. Menurut Prabowo, target penerimaan pajak bisa dicapai secara bertahap.

"Pak Jokowi salah menangkap, bukan 16 persen selama setahun, tetapi ada usaha rill, menerapkan penerapan teknologi dan sistim yang transparan. Kami juga tidak ingin menimbulkan syok ekonomi," pungkas Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelaskan Program Mekaar di Debat, Jokowi: Itu Pinjaman Bagi Ibu-ibu

Jelaskan Program Mekaar di Debat, Jokowi: Itu Pinjaman Bagi Ibu-ibu

Bisnis | Sabtu, 13 April 2019 | 21:31 WIB

Sampah Berserakan Setelah Kampanye Jokowi - Maruf Amin di GBK

Sampah Berserakan Setelah Kampanye Jokowi - Maruf Amin di GBK

News | Sabtu, 13 April 2019 | 21:16 WIB

Sandiaga Awali Debat dengan Kisah Sepinya Dagangan Ibu Nurjanah

Sandiaga Awali Debat dengan Kisah Sepinya Dagangan Ibu Nurjanah

Bisnis | Sabtu, 13 April 2019 | 20:52 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

×