Tahun Ini Program Serasi Kementan Difokuskan di Tiga Provinsi

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 26 April 2019 | 08:15 WIB
Tahun Ini Program Serasi Kementan Difokuskan di Tiga Provinsi
Pengamatan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang dilakukan para petani. (Dok: Kementan)

Suara.com - Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dari Kementerian Pertanian (Kementan)  tahun ini difokuskan kepada tiga provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan, yang ditargetkan keseluruhan mencapai 400 ribu hektare pada 2019. Tahun lalu, Kementan menargetkan 500 ribu hektare di seluruh Indonesia, namun setelah proses validasi, Kementan menetapkan target menjadi 400 ribu hektare pada 2019.

"Target 400 ribu hektare tahun ini setelah melalui proses validasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). Fokus kami memang tiga provinsi dulu," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy dalam diskusi forum wartawan pertanian bertema "Program Serasi Meningkatkan Produktivitas", di Gedung PIA Kementan, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Ditjen PSP menyiapkan dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk implementasi program Serasi. Nilai ini berasal dari perhitungan Rp 4,3 juta per hektare, yang dipakai untuk perbaikan jaringan tersier.

Sarwo Edhy menuturkan, program Serasi telah menunjukkan hasil yang baik di lapangan. Produktivitas pertanian naik menjadi 6,5 ton GKP per hektare di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dari sebelumnya berjumlah 3 ton GKP per hektare.

Keseriusan ini, kata dia, memiliki motivasi dan basis tujuan yang sangat kuat, yakni untuk meningkatkan indeks dan produksi pertanian. Lebih dari itu, program ini juga dinilai luar biasa karena mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga bermuara pada kesejahteraan.

"Tentu tujuan program ini untuk meningkatkan indeks kesejahteraan petani, maka kami juga sudah memberikan bantuan berupa benih unggul dan bermutu," katanya.

Edhy menambahkan, program ini diharapkan mampu mendorong petani milenial masuk dan turun ke sawah dan perkebunan.

"Program ini, mau tidak mau harus melibatkan petani milenial, baik saat tanam maupun panen. Langkah ini untuk menggenjot produksi dan menstabilkan harga," katanya.

Untuk memperkuat Serasi, Ditjen Tanaman Pangan juga menyediakan Rp 1,2 triliun untuk kebutuhan sarana produksi pertanian dan pembinaan. Dana ini akan dipakai untuk penyediaan benih, dolomit, dan pupuk hayati. Estimasi biaya untuk saprodi rerata mencapai Rp 2,01 juta per hektare.

baca juga

Di tempat yang sama, peneliti Balai Penelitian Tanah Kementan, I GM Subiksa, mengatakan, keberadaan lahan rawa selama ini sangat termarjinal dan rapuh. Tumbuhan tak mampu tumbuh semestinya.

"Kita harus serius memanfaatkan lahan rawa," katanya.

Secara karekteristik, kata Subiksa, lahan rawa memiliki sedimen marin lapisan tanah pirit (FeS2), dan posisi serta konsentrasi pirit bervariasi dan menentukan tipologi lahan.

"Pirit mudah teroksidasi, sehingga menghasilkan lahan dengan reaksi sangat masif. Tapi kalau tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan degradasi lahan rawa, seperti tanah masam yang menyebabkan basa kalsium, magnesium dan kalium tercuci," katanya.

Sementara itu, Bambang Pamuji, Sesditjen Tanaman Pangan, menjelaskan, pihaknya menyediakan bantuan saprodi bagi petani peserta program Serasi. Bantuan ini berupa benih, herbisida, pupuk hayati, dan dolomit.

Bantuan benih dialokasikan 80 kilogram per hektare, dolomit 1.000 kilogram per hektare, herbisida 3 liter per hektare, dan pupuk hayati 25 kilogram per hektare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantuan Alsintan Diharapkan Gugah Semangat Anak Muda untuk Bertani

Bantuan Alsintan Diharapkan Gugah Semangat Anak Muda untuk Bertani

Bisnis | Kamis, 25 April 2019 | 08:05 WIB

Para Dubes Eropa dan Amerika Mengapresiasi Museum Pertanian Indonesia

Para Dubes Eropa dan Amerika Mengapresiasi Museum Pertanian Indonesia

Lifestyle | Rabu, 24 April 2019 | 09:28 WIB

Kementan : Alsintan Diberikan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kementan : Alsintan Diberikan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Bisnis | Rabu, 24 April 2019 | 08:03 WIB

Museum Pertanian Diharap Bisa Menginspirasi Anak Muda Bangun Pertanian

Museum Pertanian Diharap Bisa Menginspirasi Anak Muda Bangun Pertanian

Lifestyle | Selasa, 23 April 2019 | 09:48 WIB

Terkini

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Anomali: Memoar Seorang Bipolar, Kisah Perjuangan Mengenali Diri di Tengah Gejolak Mental

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

7 Bulan Lagi Asing Ancang-ancang Kabur Bawa Rp199 T dari Pasar Modal RI, Jika Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 10:59 WIB

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Pieter Huistra Nilai Kemenangan Telak PSS Sleman vs PSGC Ciamis Modal Penting Super League

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:54 WIB

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

RUU Perampasan Aset bakal Pertegas Sanksi Hukuman Mati bagi Koruptor

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:49 WIB

Operasi Karhutla di Kaltim Dibantu Australia, Pesawat Pemadam Disiapkan Terbang 6 Kali Sehari

Operasi Karhutla di Kaltim Dibantu Australia, Pesawat Pemadam Disiapkan Terbang 6 Kali Sehari

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:47 WIB

Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu

Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:47 WIB

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

Kisah Warga Gunung Halu: Nikmati Listrik PLTMH Murah Rp25 Ribu untuk Usaha Bengkel Las

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:44 WIB

Pelatih Melbourne Victory Akui Kualitas Persib Bandung usai Dipermalukan di Kandang

Pelatih Melbourne Victory Akui Kualitas Persib Bandung usai Dipermalukan di Kandang

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 10:43 WIB

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Bulan Ini, Mendahului Tenggat Desember

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Sah Bulan Ini, Mendahului Tenggat Desember

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:41 WIB

×