Kembangkan Bahan Bakar Nabati, ITB Akan Lakukan Uji Komersial Bioavtur

Chandra Iswinarno, Muslimin Trisyuliono

Selasa, 28 Mei 2019 | 20:52 WIB
Kembangkan Bahan Bakar Nabati, ITB Akan Lakukan Uji Komersial Bioavtur
Suasana agenda Bincang Energi di Kemenko Bidang Kemaritiman pada Selasa (28/5/2019). [Suara.com/Muslimin Trisyuliono]

Suara.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan uji komersial bioavtur di Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Langkah tersebut dilakukan untuk pengembangan katalis dan teknologi proses untuk penyediaan bahan bakar nabati.

Ketua Program Studi Teknik Kimia ITB IGBN Makertihartha menjelaskan rencananya pengembangan bioavtur akan dilakukan pada September 2019 mendatang. Menurutnya, uji coba komersial bisa berpindah tempat selain di Cilacap, karena membutuhkan dana yang cukup besar.

"Kami berusaha untuk mendapatkan dana pendukung dari BPDPKS atau Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk memberikan bantuan uji coba," ujar Makertihartha di Kemenko Maritim, Selasa (28/5/2019).

Makertihartha menuturkan bioavtur berasal dari minyak inti sawit (IKO). Nantinya, minyak sawit dicampur dengan katalis merah putih yang dikembangkan ITB untuk dijadikan bioavtur.

"Rencananya kita akan uji coba 10 persen sawit dan 90 persen bahan bakar fosil jadi dari situ kita bisa melihat dan diperbaiki, hal apa yang dikembangkan dan diubah," tambahnya.

Selain itu, Makertihartha menerangkan untuk mencampur minyak kelapa sawit dengan minyak bumi perlu ada penyesuaian khusus. Saat ini pihaknya menggunakan minyak sawit yang digunakan kualitas tinggi karena berasal dari grade food.

Menurutnya, bila nanti menggunakan bahan bakar nabati secara masif tentu bahan bakarnya akan mahal, karena bahan bakunya sudah mahal. Untuk menekan biaya produksi, nantinya bahan baku yang digunakan tidak harus setinggi kualitas untuk bahan makanan.

Sebelumya, ITB tengah melakukan pengembangan katalis untuk proses produksi bahan bakar nabati dan minyak sawit. Diketahui pengembangan tersebut dinamakan 'Katalis Merah Putih'.

Guru Besar Teknik Industri ITB Prof Dr Subagjo menjelaskan kunci industri kimia seperti energi terbarukan biomassa dan minyak nabati memerlukan katalis. Katalis adalah zat yang dapat mempercepat dan mengarahkan reaksi kepada produk yang akan digunakan untuk bahan bakar.

baca juga

"Dengan katalis reaksi dapat dilaksanakan dengan efisien yang tinggi, sehingga menghemat bahan baku dan energi," ujar Subagjo, Selasa (30/4/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahan Bakar Kualitas Tinggi Berbahan Minyak Sawit Berhasil Diuji Coba

Bahan Bakar Kualitas Tinggi Berbahan Minyak Sawit Berhasil Diuji Coba

Bisnis | Rabu, 01 Mei 2019 | 05:39 WIB

Pemerintah Diminta Mudahkan Regulasi Bisnis Bahan Bakar Nabati

Pemerintah Diminta Mudahkan Regulasi Bisnis Bahan Bakar Nabati

Bisnis | Jum'at, 13 Mei 2016 | 14:31 WIB

HIPMI Minta Regulasi Bisnis Bahan Bakar Nabati Dipermudah

HIPMI Minta Regulasi Bisnis Bahan Bakar Nabati Dipermudah

Bisnis | Kamis, 12 Mei 2016 | 10:14 WIB

Pertamina Kerjasama dengan 11 Produsen Bahan Bakar Nabati

Pertamina Kerjasama dengan 11 Produsen Bahan Bakar Nabati

Bisnis | Jum'at, 20 November 2015 | 19:55 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×