Atasi Kekeringan, Petani Indramayu Buat Sodetan Sungai untuk Pengairan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 18 Juli 2019 | 08:17 WIB
Atasi Kekeringan, Petani Indramayu Buat Sodetan Sungai untuk Pengairan
Petani di Desa Sindangkerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, membuat sodetan sungai agar air mengalir ke sawah-sawah mereka. (Dok : Kementan)

Suara.com - Untuk mengatasi kekeringan akibat kemarau tahun ini, petani dituntut mandiri untuk mengatasi kekeringan di wilayahnya. Hal ini membuat para petani di Desa Sindangkerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuat sodetan sungai untuk pengairan, sehingga air mengalir ke sawah-sawah mereka.

"Kelompok tani (poktan) Sri Lestari II, di Desa Sindangkerta, berinisiatif membuat sodetan tersebut," tutur Kepala Seksi (Kasie) Mitigasi Iklim, Subdirektorat Iklim, Konservasi Air dan Lingkungan Hidup, Direktorat Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Dyah Susilokarti, beberapa waktu lalu.

Petani memanfaatkan air dari saluran pembuangan di Kali Pararel Kumpul Kuista. Mereka membuat saluran sodetan sepanjang 36 meter, dengan terpal dan air yang didistribusikan dengan saluran air sepanjang 750 meter, lebar 120 centimeter, dan kedalaman 50 centimeter.

Adapun ujung saluran berada pada posisi 750 meter dari ujung sodetan.

"Walaupun sumber air lebih rendah dari lahan, tetapi debit besar, yaitu 6 liter/detik, sehingga mampu mencapai lokasi lebih kurang lebih 1 kilometer," tutur Dyah.

Kreativitas  poktan ini terpantau ketika kegiatan monitoring kekeringan yang dilakukan Tim Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian di wilayah Pantura. Menurut Ketua Poktan, Sri Lestari Tasmad, saluran air tersebut dibuat dengan dana swadaya masyarakat sebesar Rp 15 juta, dan dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah menampakkan hasil yang menggembirakan

Lahan seluas 200 hektare kini sudah dapat diairi dan petani tetap bisa melakukan tanam padi.

"Akibat debit yang besar dan jaringan irigasi yang masih sederhana, dapat menyebabkan lahan sawah yang dilalui kebanjiran," tutur Dyah.

Air sodetan diharapkan mampu mengairi 160 hektare di Desa Kapringan dan 100 hektare di Desa Singakerta, sehingga total luas yang dapat diairi adalah 460 hektare.

baca juga

Tak hanya itu, sewa lahan pertanian di Desa Sindangkerta mpun meningkat, karena lahan menjadi optimal untuk ditanami. Sebelum saluran ini dibuat, harga sewa lahan hanya Rp 300 ribu per bahu, sekarang menjadi Rp 7 juta per bahu.

"Tentunya ini menguntungkan petani," kata Dyah lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Hasil Tani, Kementan Minta Kabupaten Landak Lakukan Pemetaan

Tingkatkan Hasil Tani, Kementan Minta Kabupaten Landak Lakukan Pemetaan

Bisnis | Selasa, 16 Juli 2019 | 08:27 WIB

Kementan Sarankan Petani Miliki Kartu Tani untuk Beli Pupuk Bersubsidi

Kementan Sarankan Petani Miliki Kartu Tani untuk Beli Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Senin, 15 Juli 2019 | 09:20 WIB

Lawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan, Ini 4 Langkah Kementan

Lawan Ancaman Gagal Panen Akibat Kekeringan, Ini 4 Langkah Kementan

Bisnis | Sabtu, 13 Juli 2019 | 08:00 WIB

Hadapi Kemarau, Kementan Imbau Petani Maksimalkan Penggunaan Alsintan

Hadapi Kemarau, Kementan Imbau Petani Maksimalkan Penggunaan Alsintan

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2019 | 07:43 WIB

Kementan Gelar Rakor dengan TNI, Atasi Dampak Kekeringan 2019

Kementan Gelar Rakor dengan TNI, Atasi Dampak Kekeringan 2019

Bisnis | Rabu, 10 Juli 2019 | 08:00 WIB

Waspada Perubahan Iklim, Kementan Gelar Training Untuk Petani

Waspada Perubahan Iklim, Kementan Gelar Training Untuk Petani

Bisnis | Jum'at, 28 Juni 2019 | 08:20 WIB

Terkini

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Rekomendasi Sabun Cuci Muka Viva untuk Flek Hitam di Usia 40 Tahun, Cuma Rp20 Ribuan!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Syarat Mengurus Surat Numpang Nikah Beda Provinsi di KUA

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:05 WIB

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

7 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kencang dan Halus Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Taisei Marukawa Ungkap Kabar Terbaru Naturalisasi, Dua Minggu Lagi Bisa Jadi WNI

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

×