Kopi dari Jawa Timur Diminati Pasar Eropa, Belanda, dan India

Senin, 26 Agustus 2019 | 10:02 WIB
Kopi dari Jawa Timur Diminati Pasar Eropa, Belanda, dan India
Ilustrasi biji kopi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Jawa Timur (Jatim) dikenal sebagai salah satu produsen kopi terkemuka di Tanah Air. Kopi yang dihasilkan petani Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan sejumlah daerah lain di Jatim ini sudah merambah pasar ekspor di Eropa, Belanda dan India.

Ketua DPW Asosiasi Petani Kopi Indonesia Jawa Timur ( Apeki Jatim), Misbachul Khoiri Ali mengungkapkan, jika melihat pangsa pasarnya, ekspor kopi dari Jatim  masih terbuka dan sangat potensial.

"Untuk jenis Arabika banyak diekspor ke Eropa. Sampai saat ini, permintaanya juga banyak, tapi kita kekurangan bahan baku. Ekspor kopi Arabika ke Eropa saat ini hanya sekitar 20 persen dari pangsa pasar," katanya, di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Misbachul, atau yang akrab dipanggil Gus Misbach mengatakan, saat ini petani Jatim belum ekspor langsung ke buyer. Artinya, kopi dari petani Jatim yang diekspor masih melalui sejumlah perusahaan eksportir di Jatim.

"Kami (petani) hanya suplai bahan baku berupa kopi bean ke sejumlah eksportir," ujarnya.

Menurut Gus Misbach, Robusta yang disuplai ke sejumlah eksportir di Jatim rata-rata sebanyak 500 ton per musim, sedangkan Arabika sekitar 100 ton - 200 ton per musim.

"Untuk Robusta biasanya diekspor ke Belanda dan dan India, sedangkan Arabika diekpor ke beberapa negara di Eropa," ujarnya.

Gus Misbach, yang sejak 2009 menekuni bisnis kopi ini mengungkapkan, untuk suplai Arabika ke sejumlah eksportir tahun ini, bahan bakunya sudah habis. Jenis Robusta masih banyak.

"Kopi Robusta di Jatim masih panen hingga September - November 2019," ujarnya.

Baca Juga: Tiga Berita Tekno Pilihan Ini Bisa Jadi Teman Minum Kopi Anda

Meski peluang ekspor kopi kian terbuka, menurut Gus Misbach, Indonesia punya dua pesaing berat, yakni Brazil dan Vietnam.

"Kebetulan kondisi iklim di dua negara tersebut sedang bagus-bagusnya, sehingga produksi kopi dari dua negara itu cukup besar dan berdampak terhadap anjloknya harga kopi dunia," papar Gus Misbach.

Data DPW Apeki Jatim menyebutkan, harga kopi Arabika saat ini antara Rp 50 ribu -Rp 60 ribu per kilogram. Padahal beberapa waktu sebelumnya, harganya sempat naik di kisaran Rp 65 ribu per kilogram.

Harga kopi Robusta saat ini, Rp 20 ribu - Rp 21 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 23 ribu - Rp 25 ribu per kilogram.

Kopi yang disuplai ke sejumlah eksportir tergantung musim panen. Untuk kopi AArabika biasanya disuplai ke eksportir pada April - Juli, sedangkan Robusta pada Juni - Oktober, tergantung pada musim panennya.

Produktivitas Kopi sangat Rendah
Menurut Gus Misbach, potensi ekspor kopi dari Jatim sangat besar, namun produktivitas petani dinilai rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI