Untuk Sehat, Pos Indonesia Tetap Butuh Dukungan Pemerintah

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 29 Agustus 2019 | 00:05 WIB
Untuk Sehat, Pos Indonesia Tetap Butuh Dukungan Pemerintah
PT Pos Indonesia menyumbang buku ke pelosok Tanah Air. (Sumber: Istimewa)

Suara.com - Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono mengatakan, untuk meningkatkkan daya saing PT Pos Indonesia dalam industri pos, dibutuhkan peran pemerintah di dalamnya. Sesuai dengan Pasal 51 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos disebutkan, pemerintah perlu melakukan penyehatan terhadap PT Pos Indonesia (Persero), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk menghadapi akses pembukaan pasar global.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah dianjurkan mengintervensi proses penyehatan Pos Indonesia. Namun faktanya, sejak 2009, saat aturan terbit sampai saat ini, belum ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah.

Gilarsi pun menjelaskan, di seluruh dunia, industri pos dipenuhi oleh 192 operator yang menjadi anggota Universal Postal Union (UPU). Dalam perjalanannya, sebagian besar perusahaan pos global bertransformasi seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi.

Perusahaan pertama yang dinilai berhasil bertransformasi adalah Deutsche Post, di Jerman. Pada 2000, bermodalkan bantuan pemerintah Jerman, Deutsche Post mengakuisisi perusahaan logistik DHL.

Perusahaan tersebut mengembangkan model bisnis DHL, hingga akhirnya bertaraf internasional.

Lain halnya dengan perusahaan pos di Jepang yang mengatasi disrupsi industri pos dengan mengubah model bisnis menjadi ‘bank tabungan’. Perusahaan memberi lisensi perbankan kepada 24.500 kantor cabang hingga akhirnya menjadi consumer banking terbesar di dunia.

Alhasil, hampir semua warga menggunakan kantor pos untuk menabung.

Di Korea Selatan, Australia, dan Malaysia, perusahaan pos memperoleh bantuan yang besar dari pemerintahnya masing-masing, agar bisa bertransformasi dan tak tergerus perubahan zaman. 

Sementara itu di Indonesia sendiri, Pos Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang masih bertahan di tengah disrupsi teknologi, meskipun pada kenyataannya belum ada bantuan yang optimal dari pemerintah.

baca juga

Gilarsi menjelaskan, sebagai anggota UPU, perusahaan memikul tugas sebagai layanan pos universal. Dengan bantuan dana operasional dari pemerintah sebesar Rp 345 miliar pada 2018, perusahaan mengelola kantor pos komersil di daerah terpencil yang jumlahnya mencapai 2.446 cabang.

Logo PT Pos Indonesia. (Dok : Pos Indonesia).
Logo PT Pos Indonesia. (Dok : Pos Indonesia).

Dalam prosesnya, perusahaan diminta oleh pemerintah melayani masyarakat dengan tarif yang sesuai ketentuan pemerintah sejak 2013. Penentuan tarif yang lebih rendah dari biaya operasional menimbulkan terjadi selisih biaya yang harus ditanggung perusahaan.

Padahal jasa pengiriman tersebut banyak dipakai oleh para perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) yang tengah menjamur. Perkembangan industri e-commerce, pada akhirnya justru dianggap menjadi duri dalam daging Pos Indonesia.

Pos Indonesia Jauh dari Kondisi Pailit

Semakin besar jumlah aktivitas pos e-commerce, maka selisih biaya yang harus ditanggung perseroan juga akan semakin membengkak.  Isu di berbagai pemberitaan media massa kemudian berkembang semakin liar, bahwa Pos Indonesia berpotensi bangkrut dan pailit.

Menanggapi hal itu, Gilarsi menegaskan, perusahaan jauh dari kondisi pailit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

273 Tahun, PT Pos Indonesia Selalu Ingin Beri Layanan Terbaik

273 Tahun, PT Pos Indonesia Selalu Ingin Beri Layanan Terbaik

Bisnis | Selasa, 27 Agustus 2019 | 00:05 WIB

273 Tahun Pos Indonesia, Ingin Tetap Relevan Sepanjang Masa

273 Tahun Pos Indonesia, Ingin Tetap Relevan Sepanjang Masa

Bisnis | Senin, 26 Agustus 2019 | 16:55 WIB

Nasib PT Pos, Menkominfo: Pernah Diinisiasi Jadi Layanan Seperti Bank

Nasib PT Pos, Menkominfo: Pernah Diinisiasi Jadi Layanan Seperti Bank

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2019 | 20:46 WIB

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2019 | 14:02 WIB

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:26 WIB

PT Pos Bantah Pinjam Duit ke Bank buat Gaji Karyawan dan Mau Bangkrut

PT Pos Bantah Pinjam Duit ke Bank buat Gaji Karyawan dan Mau Bangkrut

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 17:14 WIB

Terkini

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur

Kaltim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Harta Kekayaan Ahmad Luthfi, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

Harta Kekayaan Ahmad Luthfi, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:42 WIB

BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman

BRI Bangun Jembatan Gantung di Desa Kemang Cianjur, Mobilitas Warga Kini Lebih Aman

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:42 WIB

BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Sumbar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bahlil Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Perkuat Swasembada Air, Dewan SDA Nasional Tetapkan 4 Rekomendasi Strategis Ketahanan Air

Perkuat Swasembada Air, Dewan SDA Nasional Tetapkan 4 Rekomendasi Strategis Ketahanan Air

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Bahaya Asal Sebar Video Bencana di Medsos, Niat Baik yang Bisa Berujung Kepanikan Massal

Bahaya Asal Sebar Video Bencana di Medsos, Niat Baik yang Bisa Berujung Kepanikan Massal

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Viral JPO ke RS Rujukan Nasional Belum Ramah Disabilitas, Pramono Anung Janji Ambil Tindakan

Viral JPO ke RS Rujukan Nasional Belum Ramah Disabilitas, Pramono Anung Janji Ambil Tindakan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Toko Apple Premium Partner Keenam di Jakarta Hadir di Plaza Senayan, Ini yang Berubah

Toko Apple Premium Partner Keenam di Jakarta Hadir di Plaza Senayan, Ini yang Berubah

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Ancaman MSCI Bikin Rupiah Semakin Terpuruk

Ancaman MSCI Bikin Rupiah Semakin Terpuruk

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:32 WIB

×