Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

273 Tahun Pos Indonesia, Ingin Tetap Relevan Sepanjang Masa

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 26 Agustus 2019 | 16:55 WIB
273 Tahun Pos Indonesia, Ingin Tetap Relevan Sepanjang Masa
Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono. (Dok : Pos Indonesia)

Suara.com - 273 tahun bukan waktu yang singkat bagi PT Pos Indonesia (Persero) untuk hadir melayani seluruh kebutuhan Tanah Air. Perjalanan panjang tersebut telah mengasah pengalaman dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi segala bentuk rintangan dari masa ke masa.

Saat ini, di usia yang ke-273 tahun, Pos Indonesia tengah dihadapi pada tantangan disrupsi yang bisa dikatakan sudah memuncak. Namun demikian, perseroan tetap optimistis mampu membaca peluang dan potensi untuk menjadi relevan bagi kebutuhan bangsa, meskipun ada beberapa imbas disrupsi yang harus dihadapi secara realistis!

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono mengaku, di usia yang ke-273 tahun ini, Pos Indonesia tengah mengalami masa yang paling berat dalam sejarah. Saat ini, Pos Indonesia tengah berada pada puncak disrupsi.

“Artinya, di masa lalu, Pos Indonesia bukannya tak pernah melalui masa disrupsi, tapi di usia 273 tahun ini adalah puncaknya,” ujar lelaki kelahiran 10 Februari 1962 tersebut.

Metamorfosa terus-menerus bergulir, meskipun pada kenyataannya, berbagai tantangan mampu dilalui dengan baik, walau tak mudah. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) orange ini mampu melewati berbagai fase perubahan zaman dengan tantangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan di zamannya.

Namun sekali lagi, faktanya hingga kini, Pos Indonesia masih berdiri kokoh menjalankan visinya, yaitu menjadi layanan pos universal dan menyediakan fasilitas koneksi bagi masyarakat, serta tanpa henti menghadirkan berbagai inovasi.

Lebih lanjut Gilarsi menegaskan, Pos Indonesia masih merasakan optimisme dalam tantangan disrupsi yang tengah memuncak saat ini. Tetapi, lanjutnya, ada beberapa hal bagi Pos Indonesia untuk mampu melihatnya secara realistis, karena banyak ditemukan tantangan yang tidak mudah untuk dilalui.

“Ke-273 tahun Pos Indonesia, it’s a mix feeling antara realita yang sangat berat dengan sebuah optimisme yang tetap ada,” ujarnya.

Tantangan Pos Indonesia
Apa yang tidak mudah bagi Pos Indonesia saat ini?

Gilarsi mengatakan, ada beban di masa lalu yang justru bisnis modelnya sangat berbeda dengan kondisi saat ini. Artinya, banyak bisnis model yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman, yang segalanya kini begitu cepat dan mudah.

Logo Pos Indonesia. (Dok : Pos Indonesia)
Logo Pos Indonesia. (Dok : Pos Indonesia)

Sebagai contoh, bisnis Pos Indonesia yang digeluti hingga saat ini, yaitu kurir logistik dan jasa layanan keuangan, sudah tidak lagi berbasis pada aset dan tidak lagi berbasis pegawai tetap, namun berbasis pada kolaborasi atau bermitra.

“Misalnya pergudangan, model bisnisnya sudah seperti yang diimplementasikan oleh Air BnB, sementara itu dari sisi transportasi sudah diimplementasikan oleh Grab dan Gojek. Artinya, bisnis model yang dilakukan oleh Pos Indonesia adalah bisnis model yang sudah terlanjur salah, jika dilihat dari paradigm saat ini atau hari esok. Ini harus diakui sangat berat!” kata Gilarsi.

Kemudian dari sisi jasa layanan keuangan, lanjut Gilarsi, Pos Indonesia di masa lalu dibesarkan berbasis legacy model, dimana bank pun belum hadir masa itu. Sebut saja Wesel!

Transformasi yang dilakukan di masa lalu hanya berkutat pada hal yang itu-itu saja. Tidak pernah bertransformasi untuk mengantisipasi kehadiran teknologi yang sama sekali berbeda seperti saat ini.

“Bayangkan start up digital, tentunya berpikir dengan cara yang berbeda dengan legacy model seperti Pos Indonesia. Hal-hal seperti inilah yang harus diakui Pos Indonesia, berpikir realistis menghadapi perubahan tersebut,” tambah Gilarsi.

Bagaimana sisi optimisme Pos Indonesia?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Pos Indonesia Siap Ganti Model Bisnis Lama

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2019 | 14:02 WIB

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Model Bisnis PT Pos Indonesia Ketinggalan Zaman, KemenBUMN: Kita Ubah

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:26 WIB

Jelang Lebaran, PT Pos Indonesia Dirikan Pos Rehat

Jelang Lebaran, PT Pos Indonesia Dirikan Pos Rehat

Bisnis | Jum'at, 24 Mei 2019 | 10:23 WIB

Lawan Disrupsi, Inilah Potret Bisnis PT Pos Indonesia

Lawan Disrupsi, Inilah Potret Bisnis PT Pos Indonesia

Bisnis | Senin, 13 Mei 2019 | 09:00 WIB

Permudah Layanan, PT Pos Indonesia (Persero) Luncurkan PosGiro Mobile

Permudah Layanan, PT Pos Indonesia (Persero) Luncurkan PosGiro Mobile

Bisnis | Senin, 18 Maret 2019 | 16:23 WIB

Revolusi 4.0 PT Pos Indonesia (Persero) Tangkap Peluang Digital

Revolusi 4.0 PT Pos Indonesia (Persero) Tangkap Peluang Digital

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2019 | 16:06 WIB

Terkini

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 16:47 WIB

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 16:02 WIB

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB