Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Kepala BPN Pastikan Pembangunan Ibu Kota Baru Tak Caplok Tanah Adat

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 04 September 2019 | 18:12 WIB
Kepala BPN Pastikan Pembangunan Ibu Kota Baru Tak Caplok Tanah Adat
Kawasan calon Ibu Kota Negara baru. (Antara)

Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil menegaskan pembangunan tak mencaplok tanah adat atau tanah warga sekitar. Dia memastikan status lahan ibu kota baru merupakan tanah negara.

Mantan Kepala Bappenas tersebut menjelaskan, lahan yang digunakan untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur, lebih banyak berada wilayah Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kemudian dikonversi menjadi tanah negara.

"(Status tanah ibu kota) sebagian besar tanah negara. Tanah yang sedang diidentifikasi itu yaitu HTI. jadi yang dapatkan konsesi itu tanah HTI, itu adalah tanah negara. Nanti bisa dikeluarkan dari HTI untuk menjadi tanah negara," ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Namun, Sofyan mengaku memang ada pembebasan lahan kembali untuk pembangunan ibu kota baru. Tetapi, ia meyakinkan, pembebasan itu akan disesuaikan dengan Undang-undang (UU).

"Untuk jalan untuk pinggir-pinggiran pasti ada. Nanti dibebaskan pakai Undang-undang pembebasan tanah," tutur Sofyan.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu pun kembali menegaskan, bahwa tanah adat tetap diakui dan merubah status kepemilikan.

"Kalau 180 ribu hektare itu enggak apa-apa tanah ditanam terus kalau butuh ya kita ambil biar enggak spekulasi. Dari 180 hektare nggak ada (tanah adat), tanah wilayah itu kita akuin," kata Sofyan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri ATR Akui Tak Bisa Atur Kenaikan Harga Tanah Penyangga Ibu Kota Baru

Menteri ATR Akui Tak Bisa Atur Kenaikan Harga Tanah Penyangga Ibu Kota Baru

Bisnis | Rabu, 04 September 2019 | 17:00 WIB

Klaim Bukan Dijual, Menteri Sofyan: Lahan Ibu Kota Baru Dimanfaatkan Swasta

Klaim Bukan Dijual, Menteri Sofyan: Lahan Ibu Kota Baru Dimanfaatkan Swasta

News | Rabu, 04 September 2019 | 16:01 WIB

Luhut Tepis Anggapan China Bakal Investasi di Ibu Kota Baru

Luhut Tepis Anggapan China Bakal Investasi di Ibu Kota Baru

News | Selasa, 03 September 2019 | 18:28 WIB

Menhub: Silakan China Kalau Mau Investasi Transportasi di Ibu Kota Baru

Menhub: Silakan China Kalau Mau Investasi Transportasi di Ibu Kota Baru

News | Selasa, 03 September 2019 | 14:04 WIB

Terkini

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB