Holding BUMN Sektor Pangan, Seberapa Penting?

Suwarjono

Kamis, 05 September 2019 | 23:03 WIB
Holding BUMN Sektor Pangan, Seberapa Penting?
Aktivitas pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Selasa (2/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Persoalan pangan selalu muncul menjadi isu serius siapapun presidennya, namun tidak mendapat perhatian dan penanganan hingga tuntas. Isu pangan juga selalu menjadi janji politik para kandidat di pemilu, namun setelah menjabat ada tragedi kelaparan, harga melambung, diakhir dnegan hiruk pikuk impor. Membicarakan ketahanan pangan juga sudah dilakukan berulang kali, dari penelitian, kajian, riset, seminar hingga menelorkan banyak teori, namun tetap saja mengulangi masalah-masalah lama.

Carut marut bertambah seru tatkala isu pangan masuk wilayah politik dan bisnis. Banyak pihak ikut bermain mengurus dan keinginan menguasai hulu hingga hilir.  Baik pemerintah maupun swasta. Akibatnya, keinginan menjadi negara swasembada pangan pun makin menjauh, ketahanan  pangan menjadi wacana. 

Mata rantai inilah yang harusnya dipotong. Butuh kemauan politik yang serius dan konsisten untuk memperbaiki, stabilisasi, konsistensi hingga swasembada pangan. “Sudah saatnya perusahaan plat merah bisa memegang kendala produksi hingga distribusi, dari hulu ke hilir, karena selama ini banyak dikuasai pihak swasta. Dan cara paling kuat adalah membentuk Holding BUMN bidang pangan,” kata Direktur Utama PT berdikari Persero, Eko Taufik Wibowo saat bincang dengan sejumlah pimpinan media, pekan ini di Jakarta.

Eko Taufik Wibowo berpendapat, pembentukan holding BUMN bidang pangan harus segera direalisasikan agar perusahaan negara mampu mewujudkan stabilitasi pangan nasional. Bila BUMN pangan ini tidak cepat terkonsolidasi menjadi satu holding, sektor hulu akan semain dikuasai perusahaan asing. “Karena sektor hulu sektor pangan masih dikuasai pihak swasta, ketika terjadi masalah kelangkaan pangan, pemerintah sulit untuk mengintervensi, karena kewenagan terbatas,” kata Eko.

Saat ini BUMN yang menangani sektor pangan sedikitnya ada delapan BUMN.  Perum Bulog, PT Berdikari, PT Sang Hyang Sri (SHS), PT Pertani, PT Perikanan Nusantara (Perinus),  PT Garam, PT Perikanan Indonesia (Perindo), hingga PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) untuk logistiknya.

Eko menjelaskan setidaknya ada banyak manfaat pembentukan BUMN Holding bidang pangan ini.  Minimalkan biaya dengan melakukan sinergi, meningkatkan kapasitas keuangan dan akses dengan berbagai aset dan fungsi bisnis, sinergi bisnis dalam ekspansi distribusi, peningkatan kualitas dengan berbagi pengetahuan, pemanfaatan fasilitas pemerintah, lebih banyak pekerjaan dan kesempatan kerja setelah pertumbuhan ekonomi, hingga meningkatkan standar hidup bagi warga negara melalui suplai makanan, nutrisi dan keterjangkauan sumber pangan.

“Pembentukan BUMN holding bidang pangan ini diharapkan memberikan nilai tambah dengan sinergi, baik keuangan, operasi maupuan kemampuan berbagi sumber daya dan pengetahuan,” kata Eko.

Ia melanjutlkan, tidak mempermasalahkan siapa yang menjadi leader holding pangan ini. “Bisa Bulog, atau siapa saja yang mampu mengelola ini dengan baik. Sudah ada contoh keberhasilan di sektor pertambangan dengan Inalun,” kata dia.

Menurut Eko, dengan pembentukan Holding BUMN sektor pangan, pemerintah akan lebih bisa menjamin ketersediaan berbagai komoditas pangan untuk rakyatnya. Dengan menggabungkan beberapa BUMN yang selama ini bertugas memasok pasar dengan beragam komoditas pangan, Eko yakin mata rantai sektor pangan mulai dari hulu hingga ke hilir akan lebih bisa diandalkan.

baca juga

“Hambatan pembentukan holding BUMN bisang pangan ini terutama karena tidak ada political will, belum ada kemauan kuat. Saya yakin ketahanan pangan dengan swasembada akan terwujud bila holding BUMN ini terwujud dengan menselaraskan isu pangan dari hulu sampai hilir. Hnya butuh konsistensi saja, jangan sedikit-sedikit impor,” kata dia.

Eko Taufik Wibowo tidak menampik ada hambatan  yang akan selalu ada, karena ada pihak-pihak yang terganggu bisnisnya. Daging, garam, gula selalu impor karena ada kepentingan pemain besar. “Ini yang harus dihentikan dengan kekuatan holding BUMN ini,” katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung

Danantara Gaspol Bentuk Holding BUMN Maskapai, Target Semester I-2026 Rampung

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 08:49 WIB

Tak Hanya Bandara, Holding BUMN Aviasi Gaspol InJourney Green dari Pantai

Tak Hanya Bandara, Holding BUMN Aviasi Gaspol InJourney Green dari Pantai

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:12 WIB

Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan

Garuda Indonesia Pimpin Holding BUMN Maskapai Penerbangan

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:31 WIB

Danantara Godok Konsolidasi BUMN Perkapalan, PT PAL Diproyeksi Jadi Induk

Danantara Godok Konsolidasi BUMN Perkapalan, PT PAL Diproyeksi Jadi Induk

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 17:52 WIB

Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID

Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:43 WIB

Danareksa Jadikan Kawasan Industri 'Penyerap' Karbon

Danareksa Jadikan Kawasan Industri 'Penyerap' Karbon

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 08:26 WIB

Strategi Holding BUMN Danareksa Perluas Akses Pasar UMKM

Strategi Holding BUMN Danareksa Perluas Akses Pasar UMKM

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:56 WIB

Percepat Emisi Nol Bersih, Holding BUMN Pertambang Gunakan Strategi Ini

Percepat Emisi Nol Bersih, Holding BUMN Pertambang Gunakan Strategi Ini

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 08:23 WIB

Holding BUMN Danareksa Transformasi 7 Kawasan Industri Jadi Gerbang Investasi Manufaktur Global

Holding BUMN Danareksa Transformasi 7 Kawasan Industri Jadi Gerbang Investasi Manufaktur Global

Bisnis | Rabu, 29 Januari 2025 | 06:06 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×