Anak Buah Sri Mulyani Ungkap Penerimaan Negara Turun

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 25 Oktober 2019 | 15:42 WIB
Anak Buah Sri Mulyani Ungkap Penerimaan Negara Turun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10).[ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Kementerian Keuangan memperkirakan defisit sampai akhir tahun ini akan mendekati angka 2,2 persen. Tentunya itu kabar buruk, pasalnya 2,2 persen jauh dari target yang di patok pemerintah di APBN 2019 yang sebesar 1,87 persen dan outlook defisit yang diperkirakan mencapai 1,93 persen, meskipun dalam amanat UU angka defisit tidak boleh lebih dari 3 persen.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, di Gedung Kemenkeu, Jumat (25/10/2019).

Luky mengatakan pelebaran defisit itu terjadi karena ketidakpastian ekonomi global, yang tentunya berdampak pada situasi ekonomi dalam negeri.

"Kondisi ekonomi global dengan penuh ketidakpastian juga mempengaruhi," kata Luky.

Luky menuturkan, saat ini penerimaan negara tidak begitu baik ditengah-tengah ketidakpastian ekonomi global, untuk menangkal hal tersebut kata anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini, pemerintah terus mengambil langkah-langkah strategis untuk terus dapat membiayai APBN 2019.

"Karena ketidakpastian masih cukup tinggi. Kita akan membahas butuh stimulus supaya ekonomi tidak terpuruk dalam," kata Luky.

Sebelumnya Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani berani mengambil kebijakan yang countercyclical atau mendukung adanya stimulus bagi pertumbuhan dalam menghadapi dinamika kondisi global yang melambat dan masih diliputi ketidakpastian.

"Yang kita butuhkan kebijakan countercyclical baik di moneter, fiskal maupun di sektor riil," kata Piter saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.

Piter menjelaskan APBN sebagai alat kebijakan fiskal bisa memberikan stimulus ketika kondisi ekonomi dalam negeri menghadapi tantangan global yang berpotensi menghambat kinerja pertumbuhan ekonomi.

"Kebijakan moneter yang sudah pro growth hendaknya diimbangi oleh Sri Mulyani dengan kebijakan fiskal yang penuh dengan stimulus terhadap perekonomian," ucapnya.

"Jangan takut untuk melebarkan defisit, harus berani menghadapi kritik atas terus bertambahnya utang pemerintah. Fokus kepada pertumbuhan ekonomi," tambah Piter.

Benar saja perkataan Piter ini, karena pemerintah memperkirakan defisit akan mendekati 2,2 persen hingga akhir tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suahasil Nazara Jadi Wakil Menteri Keuangan, Hartanya Miliaran

Suahasil Nazara Jadi Wakil Menteri Keuangan, Hartanya Miliaran

Bisnis | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 10:24 WIB

Disebut Bakal Jadi Wakil Sri Mulyani, Harta Suahasil Rp 32,9 Miliar

Disebut Bakal Jadi Wakil Sri Mulyani, Harta Suahasil Rp 32,9 Miliar

Bisnis | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 10:16 WIB

Audisi Wakil Menteri, Anak Buah Sri Mulyani Dipanggil Jokowi ke Istana

Audisi Wakil Menteri, Anak Buah Sri Mulyani Dipanggil Jokowi ke Istana

Bisnis | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 09:49 WIB

Terkini

Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya

Harga Naik Tidak Wajar, BEI Gembok Satu Emiten Asal Surabaya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:14 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Naik! Update Segera di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 08:11 WIB

Pefindo Catatkan Rating AAA Untuk Stabilitas Finansial Peruri

Pefindo Catatkan Rating AAA Untuk Stabilitas Finansial Peruri

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:57 WIB

Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Lain di Asia Tenggara

Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Negara Lain di Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:54 WIB

AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket

AS Mau Keluar dari Iran, Wall Street Langsung Meroket

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:52 WIB

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:39 WIB

BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Emiten Wajib Tingkatkan Porsi Saham Publik Bertahap

BEI Resmi Ubah Aturan Free Float, Emiten Wajib Tingkatkan Porsi Saham Publik Bertahap

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:34 WIB

AS Mau Angkat Kaki dari Iran, Harga Minyak Dunia Meluncur 2,5%

AS Mau Angkat Kaki dari Iran, Harga Minyak Dunia Meluncur 2,5%

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:32 WIB

Mendagri Tito Minta Pemda Efisiensi Anggaran Daerah, Wajib Lapor Tiap 2 Bulan

Mendagri Tito Minta Pemda Efisiensi Anggaran Daerah, Wajib Lapor Tiap 2 Bulan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:30 WIB

Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH

Wajib ke Kantor! Ini Daftar Jabatan dan Unit ASN Daerah yang Tidak Boleh WFH

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:00 WIB