Alibaba Grup Resmi IPO di Bursa Hongkong, Tak Terpengaruh Aksi Demo

Suwarjono

Jum'at, 15 November 2019 | 13:11 WIB
Alibaba Grup Resmi IPO di Bursa Hongkong, Tak Terpengaruh Aksi Demo
Pendiri dan pemimpin eksekutif Alibaba, Jack Ma berbicara di pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) pada 23 Januari 2019 di Davos, Swiss. [AFP/Fabrice Coffrini]

Suara.com - Perusahaan teknologi terbesar China, Alibaba Group hari ini mengumumkan peluncuran public retail offering di busa saham Hong Kong. Bagi Alibaba, IPO ini bagian dari penawaran global 500.000.000 saham biasa baru dan pendaftaran saham biasa perusahaan di bursa efek Hong Kong.

“Hong Kong adalah salah satu pusat keuangan paling penting di dunia, dan kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam  masa depan Hong Kong. Kami bertujuan untuk melayani konsumen di seluruh dunia, 1 miliar diantaranya merupakan konsumen di Tiongkok, dan memfasilitasi lebih dari konsumsi senilai RMB10 Triliun di platform kami selama lima tahun kedepan dengan terus menjalankan tiga pilar strategis kami, yaitu globalisasi, konsumsi domestik dan maha data yang didukung komputasi awan,” ujar Daniel Zhang, Executive Chairman dan Chief Executive Officer Alibaba Grup dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (15/11/2019).

Peluncuran ini sekaligus menjawab keraguan berbagai pihak selama ini, bahwa IPO tertunda karena aksi demonstrasi panjang yang terjadi di Hongkong. 

Dalam IPO ini, tiap ADS (American depositary share) merepresentasikan delapan saham biasa, akan tetap terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek New York. Setelah terdaftar di Hong Kong, saham-saham yang didaftarkan di Hong Kong akan sepenuhnya bisa dipertukarkan (fungible) senilai dengan ADS yang didaftarkan di Bursa Efek New York (NYSE).

Pendaftaran di bursa Hong Kong akan memungkinkan adanya lebih banyak pengguna dan pemegang saham di ekonomi digitalnya untuk berinvestasi dan ikut menikmati hasil dari pertumbuhanya. Selain mengembangkan basis investor Alibaba secara keseluruhan, penawaran ini akan menjangkau potensi permodalan baru di Asia dan menciptakan kesempatan sehari penuh bagi para investor global untuk memperdagangkan saham Alibaba.

Penawaran ini terdiri dari 12.500.000 saham baru dalam penawaran umum ritel publik dan 487.500.000 saham untuk penawaran global.

Jumlah total saham yang tersedia dalam penawaran publik ritel bisa disesuaikan hingga maksimal 50.000.000 saham baru, yang merepresentasikan 10% total saham awal yang tersedia di penawaran. Hal ini akan merujuk pada prospektus yang Alibaba rilis di Hong Kong tentang tingkatan permintaan yang melebihi jumlah saham (atau oversubscription) di public retail offering dan mekanisme claw-back.

Dengan kode saham 9988, Alibaba juga akan memungkinkan para underwriter internasional mengambil opsi over-allotment untuk membeli tambahan 75.000.000 saham baru.

Harga untuk public retail offering ini tidak akan lebih dari HK$188,00 per saham. Harga penawaran untuk international tranche (saham yang bisa dipecah ke dalam unit kecil untuk selanjutnya ditawarkan kembali kepada investor lain)  akan ditetapkan lebih tinggi dari harga maksimal pada public retail offering Alibaba akan menetapkan harga penawaran internasionalnya pada 20 November 2019, waktu Hong Kong, dengan mempertimbangkan, antara lain, harga penutupan ADS di NYSE pada atau sebelum tanggal perdagangan terakhir dan permintaan investor selama proses pemasaran.

baca juga

Harga public retail offering akan ditetapkan lebih rendah dari harga penawaran internasional dan harga maksimal public retail offering ini adalah HK$188,00 per saham. Saham akan diperdagangkan dalam lot yang masing-masing terdiri dari 100 saham.

Alibaba berencana menggunakan dana yang terkumpul dari penawaran saham ini untuk mengimplementasi strateginya dalam menggerakkan pertumbuhan dan interaksi dengan pengguna; memberdayakan pebisnis untuk memfasilitasi transformasi digital dan terus berinovasi dan berinvestasi untuk jangka panjang.

Proses Pendaftaran Elektronik 

Alibaba memutuskan untuk menggunakan proses pendaftaran secara elektronik, tanpa menggunakan prospektus dan formulir pendaftaran dalam format cetak. Proses yang sepenuhnya dilakukan secara elektronik ini sejalan dengan cara konsumen dan peserta ekonomi digital bertransaksi dan berinteraksi satu sama lain dan dengan Alibaba.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi untuk berkarya selama 102 tahun, Alibaba akan fokus pada kelestarian planet bumi dan percaya  perusahaan memiliki peran untuk meminimalisir jejak karbon dan dampak lingkungan dari penawaran ini.

Prospektus Alibaba tersedia di situs Hong Kong Stock Exchange di www.hkexnews.hk dan di situs www.alibabagroup.com.

Alibaba menyarankan para pendaftar penawaran publik ritel di Hong Kong untuk membaca prospektus tersebut dan mendaftarkan secara online melalui layanan White Form eIPO di www.eipo.com.hk, atau melalui layanan CCASS EIPO, secara langsung atau melalui broker atau kustodian.

Public retail offering ini akan berlangsung pada hari Jumat, 15 November, pukul 09:00 waktu Hong Kong, dan akan ditutup Rabu, 20 November 2019, pukul 12:00 waktu Hong Kong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geser Posisi Pendiri Alibaba Jack Ma, Bos Labubu Jadi Orang Terkaya di China

Geser Posisi Pendiri Alibaba Jack Ma, Bos Labubu Jadi Orang Terkaya di China

Bisnis | Jum'at, 12 September 2025 | 12:00 WIB

Ulasan Buku Jack Ma Karya Adhani J. Emha: From Zero to Hero

Ulasan Buku Jack Ma Karya Adhani J. Emha: From Zero to Hero

Your Say | Kamis, 21 November 2024 | 16:32 WIB

Xi Jinping Sukses 'Tendang' Jack Ma dari Perusahaannya Sendiri Ant Group

Xi Jinping Sukses 'Tendang' Jack Ma dari Perusahaannya Sendiri Ant Group

Bisnis | Rabu, 03 Januari 2024 | 16:41 WIB

Ulasan Buku Jangan Pernah Menyerah, Sumber Inspirasi dari Jack Ma

Ulasan Buku Jangan Pernah Menyerah, Sumber Inspirasi dari Jack Ma

Your Say | Selasa, 05 Desember 2023 | 14:41 WIB

Miliarder Jack Ma Bangkrut, Kini Buka Bisnis Makanan Kemasan Olahan

Miliarder Jack Ma Bangkrut, Kini Buka Bisnis Makanan Kemasan Olahan

Bisnis | Selasa, 28 November 2023 | 12:53 WIB

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Tekno | Selasa, 07 November 2023 | 06:56 WIB

Kritik Pemerintah China, Harta Jack Ma Banyak yang 'Hilang'

Kritik Pemerintah China, Harta Jack Ma Banyak yang 'Hilang'

Bisnis | Rabu, 12 Juli 2023 | 13:57 WIB

Mau Sukses? Simak 3 Nasihat dari Jack Ma yang Bisa Memotivasi Kamu

Mau Sukses? Simak 3 Nasihat dari Jack Ma yang Bisa Memotivasi Kamu

Your Say | Rabu, 01 Maret 2023 | 13:14 WIB

Adu Kekayaan Jack Ma vs Low Tuck Kwong, Siapa Sandang Status Konglomerat Dunia?

Adu Kekayaan Jack Ma vs Low Tuck Kwong, Siapa Sandang Status Konglomerat Dunia?

Bisnis | Kamis, 29 Desember 2022 | 16:02 WIB

Pajak Tambahan Bagi Miliarder Dunia Tuai Pro Kontra

Pajak Tambahan Bagi Miliarder Dunia Tuai Pro Kontra

Video | Sabtu, 09 Juli 2022 | 13:45 WIB

Terkini

Toyota Garap Strategi Baru Kejar Laba di Luar Penjualan Mobil

Toyota Garap Strategi Baru Kejar Laba di Luar Penjualan Mobil

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 13:05 WIB

Houthi Rebut Pelabuhan Strategis Mocha Hingga Kuasai Jalur Selat Bab el-Mandeb

Houthi Rebut Pelabuhan Strategis Mocha Hingga Kuasai Jalur Selat Bab el-Mandeb

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:02 WIB

4 Setrika Uap Watt Paling Rendah, Pilihan Hemat Listrik untuk Rumah dan Traveling

4 Setrika Uap Watt Paling Rendah, Pilihan Hemat Listrik untuk Rumah dan Traveling

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 13:01 WIB

Membaca Relationshit: Setiap Hubungan Punya Cerita dan Pelajarannya Sendiri

Membaca Relationshit: Setiap Hubungan Punya Cerita dan Pelajarannya Sendiri

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:00 WIB

Pemulihan Anak Korban Dugaan Keracunan MBG Tak Boleh Berhenti di Rumah Sakit

Pemulihan Anak Korban Dugaan Keracunan MBG Tak Boleh Berhenti di Rumah Sakit

News | Jum'at, 11 September 2026 | 12:59 WIB

Detik Mencekam Feri Terbakar di Palawan, 87 Orang Tak Kunjung Ditemukan

Detik Mencekam Feri Terbakar di Palawan, 87 Orang Tak Kunjung Ditemukan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 12:56 WIB

Arti Mimpi Hamil: Pertanda Rezeki Tak Terduga atau Cuma Beban Pikiran?

Arti Mimpi Hamil: Pertanda Rezeki Tak Terduga atau Cuma Beban Pikiran?

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 12:53 WIB

Menghidupkan AI Indonesia: Solusi Kemajuan atau Penyedot Fosil?

Menghidupkan AI Indonesia: Solusi Kemajuan atau Penyedot Fosil?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 12:50 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen Skin Aqua Sesuai Jenis Kulit, Jangan Sampai Salah Pilih

5 Rekomendasi Sunscreen Skin Aqua Sesuai Jenis Kulit, Jangan Sampai Salah Pilih

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 12:50 WIB

Heboh Ulta Levenia Sebut HAARP di Balik Erupsi Gunung Api, Mitos atau Fakta?

Heboh Ulta Levenia Sebut HAARP di Balik Erupsi Gunung Api, Mitos atau Fakta?

News | Jum'at, 11 September 2026 | 12:47 WIB

×