Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Sudjiwo Tedjo Sindir 20.000 Ton Beras Turun Mutu Milik Bulog

Iwan Supriyatna, Rifan Aditya

Selasa, 03 Desember 2019 | 16:12 WIB
Sudjiwo Tedjo Sindir 20.000 Ton Beras Turun Mutu Milik Bulog
Sujiwo Tejo.

Suara.com - Budayawan Sudjiwo Tedjo menanggapi persoalan 20 ribu ton beras yang bakal dibuang Bulog karena sudah mengalami penurunan mutu.

Melalui kicauan yang diunggahnya pada Selasa (3/12/2019), Sudjiwo Tedjo menyindir 20 ribu ton beras itu dengan kerupuk.

Bagi dirinya untuk persediaan kerupuk saja, Sudjiwo Tedjo harus berdasarkan pada data apalagi urusan beras.

"Di negeri Jancukers bahkan stok kerupuk rambak pun harus based on data kebutuhan badogan rakyat. Apalagi beras," tulis akun Twitter @sudjiwotedjo.

Ia lantas membandingkan persediaan kerupuk miliknya dengan 20 ribu ton beras Bulog yang mengalami penurunan mutu.

"Tak boleh sampai rusak 20 ribu ton beras impor di gudang karena gak terbadog," ujar Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo juga mengunggah foto sebungkus kerupuk rambak dengan ukuran besar.

Sudjiwo Tedjo menanggapi 20 ribu ton beras impor yang turun mutu (twitter @sudjiwotedjo)
Sudjiwo Tedjo menanggapi 20 ribu ton beras impor yang turun mutu (twitter @sudjiwotedjo)

Sebelumnya, warganet membuat tagar #TangkapEnggar karena mempermasalahkan 20 ribu ton beras yang bakal dibuang Bulog karena sudah mengalami penurunan mutu. Mereka menilai kebijakan impor beras di masa Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita tidak tepat.

Berdasarkan pantauan Suara.com, tagar #TangkapEnggar masuk ke trending topic Twitter sejak Selasa (3/12/2019) dini hari. Warganet telah membuat 16 ribu kicauan dengan menyertakan hastag itu hingga Selasa pagi.

baca juga

Perum Bulog sampai meminta Kementerian Keuangan RI mengalokasikan dana anggaran untuk kebijakan disposal stock atau pembuangan beras yang sudah mengalami penurunan mutu.

Untuk ketahui, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) melepas beras disposal atau turun mutu ke pasar sebanyak 20.000 ton. Pelepasan beras ini untuk mengurangi pasokan beras yang telah lama ditimbun di gudang.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, meskipun turun mutu, tetapi beras tersebut masih digunakan sebagai bahan pengolahan makanan lainnya.

"Beras tersebut masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan penukaran, penjualan dibawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan," kata Budi di Kantornya, Selasa (3/12/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Bulog Pasarkan 20.000 Ton Beras Kualitas Rendah

Duh, Bulog Pasarkan 20.000 Ton Beras Kualitas Rendah

Bisnis | Selasa, 03 Desember 2019 | 11:03 WIB

#TangkapEnggar, Jansen Demokrat: Jangan-jangan Benar Tuduhan Rizal

#TangkapEnggar, Jansen Demokrat: Jangan-jangan Benar Tuduhan Rizal

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 09:47 WIB

Bulog Minta Duit buat Buang Beras, Sri Mulyani Masih Pikir-pikir

Bulog Minta Duit buat Buang Beras, Sri Mulyani Masih Pikir-pikir

Bisnis | Jum'at, 29 November 2019 | 21:30 WIB

Terkini

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:15 WIB

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

×