Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

E-commerce Ini Bisa Impor Barang dengan Ongkos Mulai dari Rp 12.500

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 10 Desember 2019 | 12:58 WIB
E-commerce Ini Bisa Impor Barang dengan Ongkos Mulai dari Rp 12.500
Platform E-Commerce Kirimin. (Dok: Kirimin.co.id)

Suara.com - Tak hanya kemudahan yang ditawarkan di tengah era digital, namun efisiensi biaya yang sangat kompetitif juga sangat berdampak pada platform e-commerce.

Kesempatan itu juga ditawarkan oleh startup yang bergerak dalam bidang layanan jasa logistik melalui platform Kirimin.co.id.

CEO PT Kirana Exim Internasional, Marco Halim menyebut, dengan biaya mulai Rp 12.500 sudah bisa mengirim barang dari luar negeri.

"Ini satu-satunya platform yang menawarkan biaya yang sangat murah, cuma Rp 12.500 sudah bisa mengirimkan barang dari China sampai Indonesia," kata Marco Halim melalui siaran persnya, Selasa (10/12/2019).

Marco menuturkan, target pasar penggunanya lebih menyasar kepada Personal Shopper ataupun pengiriman pribadi, dengan model bisnis B2C dan C2C.

Oleh karena itu berat barang yang akan dikirim, paling rendah 100 gram tanpa batas maksimal. Namun untuk nominal harga di atas 1.500 dolar AS, tidak direkomendasikannya. Hal ini karena pungutan pajak yang dikenakan berbeda.

Untuk pelaku bisnis Dropship bisa memanfaatkan fungsi ini karena pengiriman barang dari gudang yang berasal dari negara luar bisa langsung ke konsumen.

Selain itu, adanya fungsi kalkulator pelaku bisnis bisa mengetahui biaya pengiriman terlebih dahulu sebelum membeli atau melakukan pengiriman.

Karena di dalam fungsi kalkulator terdapat perhitungan yang transparan dimulai dari perhitungan berat dan dimensi yang sesuai fisik.

Tak hanya itu, sistem transparansi perhitungan pajak bea masuk barang serta sampai dengan asuransi dan pengiriman last mile.

Kendati masih mempelajari regulasi di sejumlah mancanegera, Marco menegaskan, kedepannya akan terus mengembangkan pangsa pasar ekspor.

"Seiring dengan program pemerintah Indonesia yang tengah menggalakan program ekspor, kita juga akan meningkatkan layanan ekspor. Tapi sebelum kita mau kirimin barang ke luar, harus pelajarin regulasi di negara-negara tersebut dan itu kan susah, makanya kita pelajari dulu yang impor," tambah Marco Halim.

Kendati baru beroperasi sejak tiga bulan lalu, namun sudah ada 600 member bergabung dengan jumlah 1.300 transaksi atau order untuk pengiriman barang.

Tahun 2020 dengan membuka pasar ekspor, ditargetkan mampu untuk mengakomodir kebutuhan logistik para pebisnis UMKM.

Para pengguna atau member dapat memonitor barang pesanannya melalui sistem live tracking yang bisa dimonitoring posisi barang sudah diterima pihak gudang sampai paket tersebut diterima consignee.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ada Pungutan Biaya untuk Izin Usaha E-commerce

Tak Ada Pungutan Biaya untuk Izin Usaha E-commerce

Tekno | Senin, 09 Desember 2019 | 17:30 WIB

Suap Impor bawang, Eks Anggota DPR I Nyoman Dhamantra Segera Disidang

Suap Impor bawang, Eks Anggota DPR I Nyoman Dhamantra Segera Disidang

News | Kamis, 05 Desember 2019 | 22:41 WIB

Apel Impor Dilapisi Lilin Biar Awet? Ini Kata Produsen

Apel Impor Dilapisi Lilin Biar Awet? Ini Kata Produsen

Health | Jum'at, 06 Desember 2019 | 08:05 WIB

Terkini

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:26 WIB