Pupuk Kaltim Optimalkan Gudang dengan Teknologi Modern

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 20 Desember 2019 | 10:41 WIB
Pupuk Kaltim Optimalkan Gudang dengan Teknologi Modern
Pergudangan Pattene 88. (Dok: Pupuk Kaltim)

Suara.com - PT Pupuk Kaltim melakukan pengoptimalan gudang dengan teknologi yang modern. Salah satunya gudang yang berada di Pergudangan Pattene 88.

Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Bakir Pasaman mengatakan, gudang di Pattene tersebut memiliki kapasitas daya tampung curah mencapai 100.000 ton dan kapasitas inbag (hasil produksi) sebesar 25.000 ton.

Gudang berteknologi canggih ini merupakan gudang lini II, yang menjadi salah satu penghubung bukan hanya untuk wilayah Sulawesi, namun juga sebagai penghubung sebagian wilayah Indonesia bagian timur lainnya.

Gudang ini dilengkapi dengan 6 unit bagging machine (MBS) yang memiliki kemampuan pengantongan per shift (8 jam) mencapai 500 ton per unitnya. Jumlah tenaga kerja per MBS sebanyak empat orang pekerja.

"Dengan demikian, pengantongan pupuk bisa lebih cepat dan efisien. Sehingga kami bisa terus menjaga ketersediaan pupuk di tingkat-tingkat kios pengecer resmi atau biasa disebut lini IV," ujar Bakir dalam keterangannya, Jumat (20/12/2019).

Sementara itu, Direktur Komersil PT Pupuk Kaltim, Gatoet Gembiro Noegroho menambahkan, dari segi keamanan, gudang ini memiliki tingkat pengawasan yang ketat guna mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan.

Sebab, pengawasan penimbangan produk pupuk pada gudang ini dilengkapi dengan alat check weigher yang memiliki lampu indikator dan sistem interlock pada masing-masing mesin MBS.

Selain itu, perhitungan jumlah produksi pun dilakukan hingga empat kali lewat tahapan pengisiaan, barcoding, check weigher serta melalui lampu counter check yang berada di atas konveyor.

"Jika lampu indikator nyala berwarna merah menyala, maka menandakan bahwa jumlah berat tidak sesuai dan pengangkatan, karung pun otomatis terhenti," kata Gatoet.

baca juga

Tak hanya itu, gudang yang memiliki luas lahan parkir untuk menampung hingga 60 unit truk angkut ini juga dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan keamanan terpadu selama 24 jam.

Kemudian, kelebihan lainnya, selain bisa untuk pupuk urea, gudang ini juga bisa dipakai untuk semua jenis pupuk karena material yang digunakan merupakan sistem sandblast anti korosi.

"Ini gudang pertama di Indonesia yang memiliki teknologi anti korosi. Jadi selain pupuk, juga bisa dipakai untuk jenis biji-bijian seperti jagung, kedelai, dan kacang-kacangan hasil bumi lainnya," imbuh Gatoet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pastikan Stok Pupuk Aman, Direksi Petrokimia Gresik Blusukan ke Daerah

Pastikan Stok Pupuk Aman, Direksi Petrokimia Gresik Blusukan ke Daerah

Bisnis | Selasa, 17 Desember 2019 | 16:22 WIB

Revitalisasi Pabrik Jadi Jurus Pupuk Indonesia Tekan Konsumsi Gas

Revitalisasi Pabrik Jadi Jurus Pupuk Indonesia Tekan Konsumsi Gas

Bisnis | Kamis, 12 Desember 2019 | 14:09 WIB

Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Internasional IFA

Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Internasional IFA

Bisnis | Rabu, 20 November 2019 | 19:44 WIB

Terkini

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:59 WIB

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes

Jabar | Rabu, 30 September 2026 | 09:57 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2.595.000/Gram

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:56 WIB

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 09:52 WIB

Pengaturan Bunga Pindar Dinilai Pakar Tak Otomatis Bisa Disebut Kartel

Pengaturan Bunga Pindar Dinilai Pakar Tak Otomatis Bisa Disebut Kartel

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:52 WIB

×