Kerugian Akibat Bencana di Sukabumi Tembus Rp 38,2 Miliar

Iwan Supriyatna

Jum'at, 10 Januari 2020 | 10:28 WIB
Kerugian Akibat Bencana di Sukabumi Tembus Rp 38,2 Miliar
Sejumlah warga mencari sisa harta benda yang masih bisa digunakan pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1). [ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan]

Suara.com - Bencana yang melanda Sukabumi menimbulkan kerugian mencapai Rp 38,2 miliar berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Tingginya angka kerugian akibat bencana di tahun lalu berbanding lurus dengan jumlah bangunan yang rusak mulai dari fasilitas pribadi seperti rumah, fasilitas umum hingga mata pencaharian antara lain lahan pertanian, kios dan lain-lain," kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Jumat (10/1/2020).

Menurutnya, dari hasil pendataan kerugian terbesar disumbang dari bencana tanah longsor yang terjadi sebanyak 312 kali, apalagi di awal 2019 terjadi bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok yang menyebabkan satu kampung tertimbun.

Ditambah kejadian bencana pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung yang juga meluluhlantakkan satu kampung dari puluhan hektare lahan pertanian yang tidak bisa lagi digunakan.

Jumlah kerusakan rumah akibat bencana di 2019 sebanyak 304 unit rusak berat, 302 unit rusak sedang, 248 rusak ringan dan 493 terancam. Sementara fasilitas umum yang rusak seperti saluran air sebanyak 11 rusak berat dan 54 rusak sedang.

Kemudian, jembatan sebanyak 15 rusak berat dan 16 rusak sedang. Selain itu, bencana juga merusak fasilitas ibadah antara lain masjid/mushola sebanyak 17 rusak berat dan delapan rusak sedang serta fasilitas pendidikan seperti sekolah sebanyak satu unit rusak berat dan delapan rusak sedang.

"Jumlah kejadian bencana tahun lalu sebanyak 750 kasus seperti kebakaran, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, pergerakan tanah, kebakaran hutan lahan, kekeringan dan lain-lain," tambahnya.

Daeng mengatakan Kabupaten Sukabumi yang merupakan salah satu daerah rawan bencana alam di Jabar seluruh elemen harus siap siaga dan waspada apalagi di awal tahun ini curah hujan cukup tinggi yang berpotensi terjadinya bencana.

Bahkan, di awal 2020 sudah ada beberapa kasus kejadian bencana seperti tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan kebakaran sehingga, harus dilakukan antisipasi dini untuk meminimalkan dampaknya. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dataran Tinggi di Sleman Rawan Bencana, Polisi Bangun Posko Tanggap Bencana

Dataran Tinggi di Sleman Rawan Bencana, Polisi Bangun Posko Tanggap Bencana

Jogja | Kamis, 09 Januari 2020 | 14:07 WIB

Bencana Alam Masih Teror Sleman, Ini Langkah Antisipasi Kepolisian

Bencana Alam Masih Teror Sleman, Ini Langkah Antisipasi Kepolisian

Jogja | Kamis, 09 Januari 2020 | 11:59 WIB

Evaluasi Sistem Peringatan Dini Banjir, Anies Minta RT Keliling Bawa Toa

Evaluasi Sistem Peringatan Dini Banjir, Anies Minta RT Keliling Bawa Toa

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 17:57 WIB

Terkini

Daftar Saham Ambruk Usai Batas Bawah Rp50 Dihapus, Aksi Jual Massal Bikin Heboh

Daftar Saham Ambruk Usai Batas Bawah Rp50 Dihapus, Aksi Jual Massal Bikin Heboh

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:45 WIB

Fenomena Split Bill Gen Z: Mengurai Relasi Kuasa Patriarki di Meja Makan

Fenomena Split Bill Gen Z: Mengurai Relasi Kuasa Patriarki di Meja Makan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 08:45 WIB

Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar

Peras Perangkat Desa Jutaan Rupiah Pakai Dalih Hapus Berita, Kedok 2 Wartawan Bodong Terbongkar

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 08:44 WIB

Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Kanwil BPN Jatim Digeledah KPK, ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

News | Selasa, 29 September 2026 | 08:33 WIB

Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki

Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 08:33 WIB

vivo Pad6 Pro Bawa Layar 4K 144Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

vivo Pad6 Pro Bawa Layar 4K 144Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:33 WIB

Apakah Shio Macan Hoki di Bulan Oktober 2026? Cek Peruntungan Lengkapnya

Apakah Shio Macan Hoki di Bulan Oktober 2026? Cek Peruntungan Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 08:30 WIB

Bos BEI Ungkap Bobot Saham Gocap Saat IHSG Anjlok

Bos BEI Ungkap Bobot Saham Gocap Saat IHSG Anjlok

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:30 WIB

Perang Lawan TBC! Ratusan Puskesmas di Jateng Siap Terima Alat Diagnostik Baru Bulan Depan

Perang Lawan TBC! Ratusan Puskesmas di Jateng Siap Terima Alat Diagnostik Baru Bulan Depan

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 08:22 WIB

Investor Kripto Diingatkan Jangan Asal Transaksi

Investor Kripto Diingatkan Jangan Asal Transaksi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 08:10 WIB

×