Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 09 Februari 2026 | 13:18 WIB
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet (Seskab) pun Letkol Teddy Indra Wijaya. Foto Instagram.
baca 10 detik
  • Pemerintah nonaktifkan 11,53 juta peserta PBI-JKN di awal 2026 demi akurasi data.
  • Mensos Gus Ipul klaim pemblokiran dialihkan ke warga yang lebih layak sesuai DTSEN.
  • Kebijakan ini picu kegaduhan dan hambat akses medis pasien kritis seperti cuci darah.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mengakui telah menonaktifkan sedikitnya 11,53 juta kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) pada periode Januari-Februari 2026. Langkah ekstrem ini diklaim sebagai upaya pembenahan data agar subsidi negara jatuh ke tangan yang tepat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa lonjakan angka penonaktifan ini merupakan bagian dari perbaikan tata kelola program JKN. Pemerintah kini menyandarkan keputusan tersebut pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimutakhirkan secara berkala oleh BPS.

"Jadi ini kita alihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria sesuai alokasi yang kita miliki," ujar Gus Ipul dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI terkait jaminan sosial di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Gus Ipul menjelaskan, kebijakan "bersih-bersih" kepesertaan ini sebenarnya sudah dimulai sejak Juni 2025. Sepanjang tahun lalu saja, tercatat ada 13,5 juta peserta yang statusnya dicabut.

Namun, dari jutaan orang tersebut, hanya 87.591 orang yang melakukan reaktivasi atau mengaktifkan kembali status kepesertaannya. Sisanya diklaim telah beralih menjadi peserta mandiri atau ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

"Sebenarnya ini penonaktifan yang tepat, atau ada yang langsung diambil alih oleh Pemda bagi daerah yang telah Universal Health Coverage (UHC). Jadi otomatis seluruh keluarganya sudah dibiayai oleh APBD mereka," jelasnya membela kebijakan tersebut.

Meski diklaim demi efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran, kebijakan ini memicu gelombang protes dan kegaduhan di tengah masyarakat. Ruang digital riuh dengan keluhan warga yang mendadak kehilangan akses kesehatan gratis saat sedang membutuhkan.

Dampak nyata dilaporkan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI). Lembaga ini menerima sedikitnya 160 laporan hanya dalam kurun waktu dua hari (4-5 Februari). Para pasien mengeluhkan jadwal cuci darah yang tertunda akibat status BPJS PBI mereka tiba-tiba nonaktif.

Kondisi ini sempat memicu kritik pedas dari berbagai pihak yang menilai sinkronisasi data pemerintah justru mengorbankan nyawa pasien di lapangan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi

Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:47 WIB

Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan

Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:39 WIB

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:27 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB