Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 09 Februari 2026 | 13:18 WIB
Dalih Tepat Sasaran, Pemerintah Akui Blokir 11,53 Juta Peserta PBI-JKN
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet (Seskab) pun Letkol Teddy Indra Wijaya. Foto Instagram.
baca 10 detik
  • Pemerintah nonaktifkan 11,53 juta peserta PBI-JKN di awal 2026 demi akurasi data.
  • Mensos Gus Ipul klaim pemblokiran dialihkan ke warga yang lebih layak sesuai DTSEN.
  • Kebijakan ini picu kegaduhan dan hambat akses medis pasien kritis seperti cuci darah.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mengakui telah menonaktifkan sedikitnya 11,53 juta kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) pada periode Januari-Februari 2026. Langkah ekstrem ini diklaim sebagai upaya pembenahan data agar subsidi negara jatuh ke tangan yang tepat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa lonjakan angka penonaktifan ini merupakan bagian dari perbaikan tata kelola program JKN. Pemerintah kini menyandarkan keputusan tersebut pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimutakhirkan secara berkala oleh BPS.

"Jadi ini kita alihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria sesuai alokasi yang kita miliki," ujar Gus Ipul dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI terkait jaminan sosial di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Gus Ipul menjelaskan, kebijakan "bersih-bersih" kepesertaan ini sebenarnya sudah dimulai sejak Juni 2025. Sepanjang tahun lalu saja, tercatat ada 13,5 juta peserta yang statusnya dicabut.

Namun, dari jutaan orang tersebut, hanya 87.591 orang yang melakukan reaktivasi atau mengaktifkan kembali status kepesertaannya. Sisanya diklaim telah beralih menjadi peserta mandiri atau ditanggung oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

"Sebenarnya ini penonaktifan yang tepat, atau ada yang langsung diambil alih oleh Pemda bagi daerah yang telah Universal Health Coverage (UHC). Jadi otomatis seluruh keluarganya sudah dibiayai oleh APBD mereka," jelasnya membela kebijakan tersebut.

Meski diklaim demi efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran, kebijakan ini memicu gelombang protes dan kegaduhan di tengah masyarakat. Ruang digital riuh dengan keluhan warga yang mendadak kehilangan akses kesehatan gratis saat sedang membutuhkan.

Dampak nyata dilaporkan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI). Lembaga ini menerima sedikitnya 160 laporan hanya dalam kurun waktu dua hari (4-5 Februari). Para pasien mengeluhkan jadwal cuci darah yang tertunda akibat status BPJS PBI mereka tiba-tiba nonaktif.

Kondisi ini sempat memicu kritik pedas dari berbagai pihak yang menilai sinkronisasi data pemerintah justru mengorbankan nyawa pasien di lapangan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi

Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:47 WIB

Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan

Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:39 WIB

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran

News | Senin, 09 Februari 2026 | 12:27 WIB

Terkini

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Besar di Bangkok

News | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

OKX Ungkap Cadangan Kripto US$27,4 Miliar, Klaim Lindungi 690 Ribu Pengguna

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:51 WIB

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

5 Tips Memilih Sandal Outdoor yang Bagus dan Awet untuk Temani Petualangan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:49 WIB

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

7 Penyebab Cushion Menggumpal di Cuping Hidung dan Garis Senyum serta Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 08:46 WIB

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

Banjir Bangkok Meluas, 50 Distrik Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Nasional

News | Senin, 28 September 2026 | 08:33 WIB

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Harga Logam Mulia Diprediksi Fluktuatif, Simak Rentang Proyeksi Harga Emas

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:29 WIB

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Belanda Tekuk Serbia 2-1, Xavi Soroti Brace Mexx Meerdink dan Umpan Akurat Veerman

Bola | Senin, 28 September 2026 | 08:25 WIB

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

Kronologi Menteri PU Dody Hanggodo Marah ke Anak Buah saat Sidak Sawah Bekasi

News | Senin, 28 September 2026 | 08:23 WIB

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

×