Pengusaha di Indonesia Lebih Pilih Beli Gas ke Malaysia atau Singapura

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 20 Januari 2020 | 13:44 WIB
Pengusaha di Indonesia Lebih Pilih Beli Gas ke Malaysia atau Singapura
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Wajar saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah-marah dengan kinerja anak buahnya, lantaran hingga saat ini harga gas untuk industri di tanah air masih terbilang cukup menguras kantong alias mahal.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan mengatakan, isu mahalnya harga gas di dalam negeri sudah sangat lama sejak tahun 2016.

Pemerintah pada waktu itu menginginkan harga gas hanya 6 dolar AS per MMBTU sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Tapi hingga saat ini harga gas tidak pernah menyentuh angka 6 dolar AS per MMBTU.

"Itu kan sudah keluar Kepres di 2016 dimana diharapkan 6 dolar kan itu kan Presiden yang ngeluarin dan itu sudah tidak pernah tercapai 6 dolarnya ya kan terjadinya di 9 dolar lebih hingga 12 dolar dan sekarang mau di naikkan lagi," kata Johnny saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Kadin menilai, harga gas industri yang terlalu mahal sangat memberatkan para pelaku usaha, terutama mereka yang memiliki usaha dengan skala kecil. Pendapatan tidak seberapa tapi pengeluaran pengusaha besar sekali untuk sekali produksi.

"Masalahnya kalau dinaikin kan ada usaha-usaha kecilnya akan mati misalnya industri keramik. Jadi waktu itu, ya jelas Kadin berpihak untuk hal ini, kita mengajukan hal ini ke Presiden dan tanggapannya positif kan Presiden marah-marah mengenai harga gas," kata Johnny.

Wajar kalau kata Johnny banyak pengusaha-pengusaha lokal yang justru membeli gasnya dari Malaysia atau Singapura karena harga gasnya lebih murah dan lebih menguntungkan untuk usaha.

"Masalah ada begini-begini ya kita kan selalu berfikiran bahwa liat tetangga kita dong, kan sudah ada ya di Malaysia berapa di Singapura berapa jadi kalau ada yang membantah segala macem bahwa minyak kita, gas kita sudah murah comparation dengan tetangga-tentanga saja oke," katanya.

baca juga

Johnny menuturkan, harga gas di level 6 dolar tersebut sudah sesuai dengan kajian ilmiah dari berbagai Kementerian dan lembaga pendidikan, sehingga seharusnya harga gas 6 dolar tersebut sudah bisa di implentasikan.

"Jadi saya melihat disini kok sudah kajian ilmiah tidak diterapkan dinaikin lagi jadi Kadin merasa ada beberapa yang mengeluh ya kita sampaikan karena itu juga pengusaha-pengusaha kecil juga," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilema Karet Nasional, Produksi Melimpah Tapi Harga Terus Anjlok

Dilema Karet Nasional, Produksi Melimpah Tapi Harga Terus Anjlok

Bisnis | Senin, 20 Januari 2020 | 11:56 WIB

Gandeng 3 Tokoh Dunia Bangun Ibu Kota, Jokowi Klaim Ketiganya Tak Dibayar

Gandeng 3 Tokoh Dunia Bangun Ibu Kota, Jokowi Klaim Ketiganya Tak Dibayar

Video | Sabtu, 18 Januari 2020 | 10:48 WIB

Ketua OJK Curhat ke Jokowi Industri Asuransi Butuh Perhatian

Ketua OJK Curhat ke Jokowi Industri Asuransi Butuh Perhatian

Bisnis | Kamis, 16 Januari 2020 | 16:32 WIB

Terkini

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

Nabung Rutin di Tabungan BRI Rencana, Dapatkan Saldo Gratis Tambahan

Nabung Rutin di Tabungan BRI Rencana, Dapatkan Saldo Gratis Tambahan

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:51 WIB

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:45 WIB

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:44 WIB

Kejagung Sita 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp846 Miliar di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Sita 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp846 Miliar di Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB

Takut ke Dokter Gigi? Cara Ini Bantu Pasien Lebih Rileks saat Perawatan

Takut ke Dokter Gigi? Cara Ini Bantu Pasien Lebih Rileks saat Perawatan

Health | Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB

×