Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Bunga Ringan, KUR Jadi Solusi bagi Petani untuk Kembangkan Usaha

Fabiola Febrinastri

Rabu, 05 Februari 2020 | 10:58 WIB
Bunga Ringan, KUR Jadi Solusi bagi Petani untuk Kembangkan Usaha
Ilustrasi Program Serasi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai sangat membantu petani untuk melanjutkan atau mengembangkan usaha taninya. KUR bisa menjadi solusi bagi para petani, karena mudah pengajuannya dan bunganya ringan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy menjelaskan, untuk melanjutkan usaha tani, masalah pembiayaan memang menjadi kendala. Petani sedikit kesulitan ketika akan meminjam ke bank, karena masalah agunan atau jaminan dan angsurannya yang cukup besar.

"Karena usaha tani ini berbeda dengan usaha-usaha lainnya, pastinya mereka akan kesulitan mendapatkan permodalan. Untuk mengatasinya, pemerintah mengeluarkan KUR pertanian dengan bunga rendah," kata Sarwo, di Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, tahun ini, suku bunga KUR menjadi 6 persen per tahun dan tanpa agunan untuk pinjaman maksimal Rp 50 juta.

“Tahun sebelumnya, bunga KUR 7-8 persen, tapi sekarang menjadi 6 persen, maka itu tidak akan memberatkan petani. Dengan turunnya suku bunga KUR ini, tentu menjadi angin segar bagi petani,” ujar Sarwo.

Selain itu, skema KUR untuk petani ini berbeda dengan KUR pada umumnya. Mereka mendapatkan keringanan untuk membayarnya, yakni dapat dibayar, bahkan boleh dicicil saat produk pertaniannya sudah menghasilkan (panen).

“Misalnya petani mengajukan KUR Rp 50 juta (tanpa agunan) untuk modal usaha taninya yang berupa tanaman padi atau jagung. Kedua tanaman ini kan, baru menghasilkan kurang lebih 3 bulan. Jadi ketika sudah 3 bulan, mereka (petani) dapat melunasinya, bunganya hanya 0,2 persen atau sekitar Rp 8 ribu saja,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati menambahkan, KUR yang disediakan Kementan saat ini sebesar Rp 50 triliun. Sebanyak Rp 20 triliun Bank BNI, Rp 20 triliun Bank BRI dan Rp 10 triliun Bank Mandiri.

Indah menuturkan, saat ini, KUR yang sudah siap adalah RP 20 triliun dari Bank BNI.

baca juga

“Dalam 4 bulan ke depan, KUR Rp 20 triliun ini sudah disalurkan ke petani yangmembutuhkan modal usaha tani.Dalam 6 bulan, total seluruh KUR (Rp 50 triliun) sudah tersalurkan ke petani,” tuturnya.

KUR yang nanti dikeluarkan bukanlah berbentuk uang, melainkan sarana produksi pertanian. Dinas Pertanian di daerah dan bank bekerja sama dengan para off taker yang dibutuhkan para petani dalam penyaluran KUR.

"Off taker yang dimaksud adalah penyalur pupuk, benih, bahkan hingga alat dan mesin pertanian," tambahnya.

Agar KUR dapat tersalurkan secara adil dan merata, Indahminta daerah turut berperan. Para kepala dinas pertanian berperan untuk mengeluarkan surat pernyataan bahwa petani/kelompok tani tersebut berhak mendapatkan KUR.

“Nanti di Kostratani (Komando Startegis Pembangunan Pertanian) tingkat kecamatan terdapat Klinik Konsultasi Pembiayaan, yang fungsinya sebagai konsultan atau yang membantu petani untuk mengajukan KUR. Selain itu, klinik ini berfungsi sebagai pengawas penyaluran KUR,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Siapkan Mekanisme KUR untuk Alsintan

Kementan Siapkan Mekanisme KUR untuk Alsintan

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2020 | 11:14 WIB

Stabilkan Harga Pangan, Mentan dan Mendag Sidak Pasar Senen

Stabilkan Harga Pangan, Mentan dan Mendag Sidak Pasar Senen

Bisnis | Senin, 03 Februari 2020 | 16:18 WIB

Antisipasi Corona, Mentan Inspeksi Pengawasan Karantina di Soekarno-Hatta

Antisipasi Corona, Mentan Inspeksi Pengawasan Karantina di Soekarno-Hatta

News | Senin, 03 Februari 2020 | 16:06 WIB

Tahun Depan, Kementan Siap Terapkan Asuransi Pertanian secara Serempak

Tahun Depan, Kementan Siap Terapkan Asuransi Pertanian secara Serempak

Bisnis | Senin, 03 Februari 2020 | 11:16 WIB

Mentan : Pemerintah Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan : Pemerintah Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Jum'at, 31 Januari 2020 | 15:15 WIB

Lumajang Siap Maksimalkan Sektor Pertanian demi Daya Saing Tinggi

Lumajang Siap Maksimalkan Sektor Pertanian demi Daya Saing Tinggi

Bisnis | Kamis, 30 Januari 2020 | 14:46 WIB

Terkini

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB