Redam Imbas Negatif Virus Corona, BI Beli Surat Utang Pemerintah Rp 25 T

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Redam Imbas Negatif Virus Corona, BI Beli Surat Utang Pemerintah Rp 25 T
Ilustrasi surat utang pemerintah. (Shutterstock)

Kondisi pasar keuangan seperti saham dan nilai tukar rupiah yang pergerakannya ikut turun akibat virus corona.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut adanya wabah virus corona membuat perekonomian tanah air terganggu.

Tak terkecuali kondisi pasar keuangan seperti saham dan nilai tukar rupiah yang pergerakannya ikut turun akibat virus asal China itu.

"Termasuk sekarang, saat terjadi arus modal ke luar dari dampak virus corona yang mengganggu stabilitas pasar," ujar Perry dalam Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Maka dari itu, Perry pun telah berupaya menstabilkan pasar keuangan. Salah satunya dengan membeli surat utang pemerintah.

"BI juga menstabilisasi surat utang pemerintah. Anda tahu berapa banyak bonds yang telah kita beli dari pemerintah dengan arus modal ke luar tahun ini? Angkanya mendekati Rp 25 triliun," jelas dia.

Menurut Perry, langkah ini diyakininya ampuh untuk meredam terganggunya pasar keuangan akibat virus mematikan itu. Dalam langkah ini, BI tentunya berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Ini juga untuk mengantisipasi shorterm impact of corona virus," pungkas dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS