Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menteri Pertanian Ajak Petani Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat

Fabiola Febrinastri

Kamis, 13 Februari 2020 | 11:09 WIB
Menteri Pertanian Ajak Petani Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat
Mentan, Syahrul Yasin Limpo dalam Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0, di Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (12/2/2020). (Dok : Kementan)

Suara.com - Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah untuk para petani. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak mereka untuk memanfaatkannya.

Ajakan tersebut disampaikan dalam Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0, di Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (12/2/2020). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama BNI dan Kementerian Pertanian (Kementan), yang diikuti 750 petani dari 11 desa di dua kecamatan.

Di Kabupaten Karanganyar telah dilakukam penyerahan KUR sebesar Rp 4.1 miliar kepada 471 orang. Selain itu, dilakukan penyerahan polis asuransi jagung kepada 23 orang untuk lahan seluas 33,6 hektare, polis Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 9.133 hektare, dengan nilai Rp 1.644 miliar, klaim AUTP sebesar Rp 1.319 miliar seluas 254,11 hektare.

"Kita salurkan KUR yang jumlahnya mencapai Rp 4 miliar. Manfaatkan dengan baik. Tanam dengan doa dan agama, saya yakin besok akan hadir kerahmatan di Karanganyar. Yang penting, kita tahu mensyukuri alam dan tidak merusak. Manfaatkan KUR untuk memperkuat modal petani. Sepanjang KUR tidak salah managemen, tidak akan rugi. Ambil saja KUR, asal ada lahannya," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Mentan memuji Karanganyar. Menurutnya, Karanganyar memperlihatkan kepada Indonesia jika mereka bisa lebih baik melalui pertanian. 

"Apalagi sekarang, petani dibimbing dengan cara-cara teknologi terbaru, dengan handphone. Kita bisa tahu kapan hujan, pupuk apa yang tepat untuk digunakan, dan mendapatkan pembelinya," katanya.

Dengan cara baru ini, Mentan menilai, semua bisa terdeteksi. Ia mencontohkan, jika ada hama, bisa langsung difoto dan disebar sehingga bisa diantisipasi.

"Petani yang modern akan mendapatkan hasil yang modern juga. Pelihara dengan baik, sehingga tidak ada KUR yang sia-sia," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan, Indah Megahwati menambahkan, selain sosialisasi KUR, kegiatan ini juga menyampaikan pentingnya peran teknologi menuju pertanian 4.0.

baca juga

"Kami mengimbau kepada kepala-kepala dinas, penyuluh, kepala BPP, agar selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan bank. Jadi ada informasi terbaru yang mereka dapat. Karena Pertanian kita itu sebenarnya sudah ada saling keterkaitan antara pembiayaan dengan teknologi," tutur Indah.

Ia menegaskan, Kementan selalu mendukung kegiatan yang menyongsong era pertanian 4.0, karena memiliki manfaat yang luar biasa untuk para petani. Program KUR dipastikan mendorong petani untuk menerapkan teknologi pertanian 4.0, karena memperoleh kemudahan pembiayaan dan pendampingan.

"Kita akan adakan lagi kegiatan seperti ini, agar alat-alat yang ada bisa berguna buat kelompok-kelompok tani kita. Mereka bisa membeli melalui KUR. Dan akan terhubung dengan kita," tegasnya.

Direktur UMKM dan Jaringan BNI Tambok, P Setyawati menjelaskan, teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah teknologi smartfarming 4.0 berbasis Internet Of Things (IOT) bernama RITX Bertani.

"Teknologi smartfarming merupakan pengembangan dari teknologi informasi dalam mengoptimalkan potensi pertanian. Sebelumnya, teknologi serupa telah diterapkan di 5 kota yaitu Garut, Pasaman Barat, Sukabumi, Situbondo, dan Dairi. Alat RITX Bertani ini dipersembahkan BNI melalui program CSR nya, khusus demi pengembangan kualitas pertanian," jelasnya.

Menurutnya, alat RITX Bertani bekerja sebagai sensor tanah dan cuaca yang dapat memantau kondisi lahan secara realtime, sehingga data pertanian dapat lebih terukur dan presisi di sektor produksinya.

"Petani akan mendapatkan rekomendasi untuk mencegah terjadinya kerusakan pada lahan dan tanaman. Terintegrasi dengan aplikasi berbasis Android bernama RiTx Bertani, peringatan dini akan diterima petani jika terjadi anomali pada lahan mereka. Dengan aplikasi yang dapat dimonitor dari aplikasi telepon seluler, petani dapat memantau kondisi cuaca, air, dan kondisi tanah. Dengan teknologi tersebut petani dapat mengoptimalkan penggunaan pupuk hingga 30 persen dan meningkatkan produktifitas hingga 25 persen," katanya.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kumpulkan Media Massa, Kementan Sampaikan Pusat Data Agriculture War Room

Kumpulkan Media Massa, Kementan Sampaikan Pusat Data Agriculture War Room

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:44 WIB

Tahun Ini, Kementan Bakal Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Tahun Ini, Kementan Bakal Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Bisnis | Senin, 10 Februari 2020 | 19:22 WIB

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang, Kementan Gelar Operasi Pasar

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang, Kementan Gelar Operasi Pasar

Bisnis | Minggu, 09 Februari 2020 | 13:57 WIB

Tahun Ini Kementan Bakal Tetapkan Sejumlah Kebijakan Prioritas

Tahun Ini Kementan Bakal Tetapkan Sejumlah Kebijakan Prioritas

Bisnis | Sabtu, 08 Februari 2020 | 12:16 WIB

Kementan Tegaskan Tak Ada Pengurangan Pupuk Bersubsidi

Kementan Tegaskan Tak Ada Pengurangan Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2020 | 09:41 WIB

Kementan Minta Daerah Manfaatkan Alat Pertanian Secara Maksimal

Kementan Minta Daerah Manfaatkan Alat Pertanian Secara Maksimal

Bisnis | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:23 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×