Kementan Pastikan Stok Pupuk 2020 bagi Petani Cukup

Fabiola Febrinastri

Senin, 17 Februari 2020 | 11:18 WIB
Kementan Pastikan Stok Pupuk 2020 bagi Petani Cukup
Ilustrasi beras Kementan. (Dok : Kementan)

Suara.com - Untuk meminimalisir keterlambatan pengiriman stok pupuk kepada petani, Kementerian Pertanian (Kementan) akan membuka Sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) pada 20 - 25 setiap bulan, untuk menginput data yang belum tertampung. Kementan memastikan kembali bahwa stok pupuk bersubsidi untuk tahun 2020 cukup dan tidak ada kelangkaan.

Petani tidak dilayani oleh kios akibat tidak terdaftar dalam e-RDKK terlambat mendapatkan stok pupuk. Hal ini terjadi akibat keterlambatan pemerintah daerah dalam menginput data kebutuhan pupuk melalui e-RDKK. 

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan, dengan membuka e-RDKK pada 20 - 25 setiap bulan, maka pihaknya akan melakukan kami rekap sebagai tambahan kuota kepada daerah yang bersangkutan. Hal ini dikemukakannya di Jakarta, Minggu (16/2/2020). 

Dalam pelaksanaannya, apabila ada ketimpangan dalam alokasi pupuk di suatu wilayah, maka dapat dilakukan pergeseran antar desa atau kecamatan oleh kepala dinas pertanian kabupaten atau kota.

"Atau terdapat pergeseran antar kabupaten, ditetapkan oleh kepala dinas pertanian provinsi, dan apabila terdapat pergeseran kuota antar provinsi, maka akan ditetapkan oleh Dirjen PSP, atas nama Menteri Pertanian," jelasnya.

Sarwo menambahkan, sesuai aturan Permentan No. 01 tahun b 2020, e-RDKK berbasis NIK, mendapat subsidi tidak lebih dari 2 hektare per petani per musim tanam dan petani tersebut masuk dalam kelompok tani. Apabila ditemukan kelangkaan pupuk pada petani dan kelompok tani di suatu desa, maka segera laporkan kepada penyuluh setempat atau kepada dinas pertanian setempat.

"Atau hubungi kami di nomor HP 081224281914 Kasubdit Pengawasan Pupuk dan Pestisida, atas nama Endah, untuk segera kami tindak lanjuti, secepat mungkin," tambah Sarwo.

Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia, pupuk bersubsidi yang akan disalurkan pada 2020 adalah 7.949.303 ton, realisasi hingga 14 Februari 2020 baru 1.430.875 ton atau 17,98 persen.

"Berdasarkan data tersebut, stok pupuk bersubsidi yang ada masih sangat aman," paparnya.

baca juga

Ia mencontohkan, Sumatera Utara, yang mengajukan pupuk 228,337 ton, realisasinya baru 5,668 ton atau baru 2.48 persen. Hal serupa terjadi di Bangka Belitung, yang mana dari 101,572 ton yang diajukan, realisasi penyalurannya baru 2,084 ton atau baru 2.05 persen.

Hingga Februari, daerah yang realisasi penyerapan tertinggi adalah Jawa Barat. Dari 578,809 ton yang diajukan, penyalurannya mencapai 159,109 ton atau 27.49 persen, yang diikuti Kalimantan Timur dengan 18,522 ton yang direncanakan, realisasinya 3,909 ton atau 21.10 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 5 Fokus Kebijakan Kementerian Pertanian

Ini 5 Fokus Kebijakan Kementerian Pertanian

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 18:48 WIB

Menteri Pertanian Ajak Petani Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat

Menteri Pertanian Ajak Petani Manfaatkan Kredit Usaha Rakyat

Bisnis | Kamis, 13 Februari 2020 | 11:09 WIB

Kumpulkan Media Massa, Kementan Sampaikan Pusat Data Agriculture War Room

Kumpulkan Media Massa, Kementan Sampaikan Pusat Data Agriculture War Room

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 10:44 WIB

Tahun Ini, Kementan Bakal Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Tahun Ini, Kementan Bakal Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Bisnis | Senin, 10 Februari 2020 | 19:22 WIB

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang, Kementan Gelar Operasi Pasar

Stabilkan Harga Cabai dan Bawang, Kementan Gelar Operasi Pasar

Bisnis | Minggu, 09 Februari 2020 | 13:57 WIB

Tahun Ini Kementan Bakal Tetapkan Sejumlah Kebijakan Prioritas

Tahun Ini Kementan Bakal Tetapkan Sejumlah Kebijakan Prioritas

Bisnis | Sabtu, 08 Februari 2020 | 12:16 WIB

Terkini

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

×