Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Realisasi Keringanan Pajak Penghasilan Tinggal Tunggu Arahan Jokowi

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 10 Maret 2020 | 13:37 WIB
Realisasi Keringanan Pajak Penghasilan Tinggal Tunggu Arahan Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Pemerintah makin mematangkan rencana relaksasi kebijakan fiskal berupa penundaan pembayaran PPh 21 atau pajak penghasilan buat para pekerja atau pegawai. Saat ini godokan rencana ini sudah rampung 95 persen.

"Untuk PPh pasal 21 seperti saya sampaikan tadi pembahasannya kami di Kementerian Keuangan sudah cukup detail artinya kita sudah melihat, kita sudah menyiapkan mekanismenya kita juga sudah menghitung, kita memberikannya berapa bulan dan berapa saja kita sudah melakukan kalkulasi jadi pembahasan teknis Kementerian Keuangan saya sudah bisa katakan 95 persen sudah selesai," kata Sri Mulyani di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Sri Mulyani menuturkan, arah utama dari rencana kebijakan penundaan pembayaran PPh 21 adalah untuk membantu pelaku usaha di tengah lesunya kondisi ekonomi saat ini. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi adanya wabah virus Corona yang secara langsung mempengaruhi usaha.

"Kita akan selalu membuat skenario, kalau hanya sampai Maret yang terjadi kalau corona sampai dengan Juni maka dampaknya begini, kalau corona sampai dengan akhir tahun maka seperti ini, jadi kita perlakukan seperti itu dan seperti saya sampaikan tadi amunisi kita harus kita jaga berdasarkan probabilitas probabilitas kita tapi kita sampaikan kita hadir dan terus respons itu," kata Sri Mulyani.

Terkait sisa progres yang sekitar 5 persen tersebut, Sri Mulyani bakal melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terkait, termasuk juga dengan melapor ke Presiden Joko Widodo.

"Jadi kalau teknis yang lima persen itu tadi keputusan untuk timing dan nanti pasti Bapak Presiden yang harus di presentasikan terlebih dahulu dan dampaknya untuk pertumbuhan ekonomi," kata Sri Mulyani.

Adapun sektor usaha yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah adalah yang berhubungan dengan kegiatan ekspor-impor. Kegiatan perdagangan lintas negara, menurutnya, mendapat tekanan paling berat dengan kondisi perekonomian saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapor SPT Tahunan, Sri Mulyani: Jangan Difoto Nanti Ketahuan

Lapor SPT Tahunan, Sri Mulyani: Jangan Difoto Nanti Ketahuan

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2020 | 12:12 WIB

Yang Belum Lapor SPT Masih 13 Juta Wajib Pajak, Kamu Termasuk?

Yang Belum Lapor SPT Masih 13 Juta Wajib Pajak, Kamu Termasuk?

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2020 | 11:51 WIB

Kemenperin Sebut Cukai Emisi Masih Wacana

Kemenperin Sebut Cukai Emisi Masih Wacana

Otomotif | Selasa, 10 Maret 2020 | 10:10 WIB

Terkini

Wakil Jaksa Agung Bantah Rotasi Pejabat Kejagung Buntut Kasus Febrie Adriansyah, Tapi Penyegaran

Wakil Jaksa Agung Bantah Rotasi Pejabat Kejagung Buntut Kasus Febrie Adriansyah, Tapi Penyegaran

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:53 WIB

Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah

Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:44 WIB

Prancis Bak Neraka Bocor, 20 Ribu Warlok dan Turis Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Ekstrem

Prancis Bak Neraka Bocor, 20 Ribu Warlok dan Turis Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Ekstrem

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:44 WIB

Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang

Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:40 WIB

Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI

Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:40 WIB

KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing

KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:39 WIB

Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda

Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:37 WIB

Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia

Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:34 WIB

Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya

Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:30 WIB

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:22 WIB

×