Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

8,4 Juta Orang Diklaim Sudah Daftar Program Kartu Prakerja

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 April 2020 | 12:03 WIB
8,4 Juta Orang Diklaim Sudah Daftar Program Kartu Prakerja
Ilustrasi Kartu Prakerja. (Antaranews.com)

Suara.com - Sejak diluncurkan pada 11 April 2020 hingga saat ini, program Kartu Prakerja yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut makin banyak peminatnya.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksanaan Program Kartu Prakerja Deni Puspa Purbasari mengatakan, hingga hari ini sudah ada 8,4 juta peserta yang mendaftar untuk ikut dalam pelatihan Kartu Prakerja.

"Sejak dibuka pendaftarannya oleh Bapak Menko Perekonomian selaku Ketua Komite Cipta Kerja pada tanggal 11 April sampai dengan hari ini tadi sebelum saya ke sini jumlah pendaftar lewat situs prakerja mencapai 8,4 juta orang," kata Deni dalam video teleconference di Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Deni menambahkan pendaftaran gelombang pertama Kartu Prakerja sudah ditutup dan yang diterima dalam proses seleksi tersebut mencapai 168 ribu orang. Namun kata dia untuk yang belum diterima jangan khawatir karena pemerintah akan membuka pendaftaran hingga 30 gelombang.

"Jadi pada gelombang pertama pendaftaran telah ditetapkan penerima sebesar 168 ribu orang, dan mereka ini sudah di transfer di saldo virtual account masing-masing senilai Rp 3.550.000, sudah menerima 168.000 orang telah menerima transfer dari pemerintah dari APBN ke rekening virtual account mereka," tuturnya.

Nah untuk gelombang kedua kartu prakerja ini, Pemerintah berencana untuk menambah volume jumlah peserta yang bakal diterima sampai dengan 288 ribu peserta.

"Nah untuk yang gelombang kedua kartu prakerja yang ditutup Kamis Minggu lalu, insya Allah nanti petang paling lambat teman-teman semuanya itu akan mendapatkan SMS notifikasi dari manajemen pelaksana, yang menyampaikan bahwa teman-teman mendapatkan kartu prakerja, yang jumlahnya 288.000 orang," ucapnya.

Untuk diketahui, Kartu prakerja adalah program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan skill dan kemampuan para pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Program ini juga diperuntukkan bagi mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bagi mereka yang sukses mengikuti program kartu prakerja akan diberikan pendidikan dan pelatihan. Setelah lulus akan mendapatkan sertifikat. Pelatihan sendiri dilakukan secara online maupun offline.

baca juga

Selain itu, peserta akan mendapatkan insentif sebesar Rp 3.550.000 per orang. Rinciannya Rp 1 juta untuk bantuan pelatihan, Rp 600 ribu selama 4 bulan untuk insentif pelatihan dan Rp 150 ribu insentif survei kebekerjaan yang dilakukan sebanyak 3 kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena PHK saat Wabah Corona, Buruh Pabrik di Bandung Terpaksa Jadi PSK

Kena PHK saat Wabah Corona, Buruh Pabrik di Bandung Terpaksa Jadi PSK

Jabar | Minggu, 26 April 2020 | 23:26 WIB

Ekonom Sebut Masyarakat Tak Butuh Kartu Prakerja dari Jokowi

Ekonom Sebut Masyarakat Tak Butuh Kartu Prakerja dari Jokowi

Bisnis | Minggu, 26 April 2020 | 16:30 WIB

Gelombang PHK Masih Akan Terjang Pekerja di Indonesia

Gelombang PHK Masih Akan Terjang Pekerja di Indonesia

Bisnis | Minggu, 26 April 2020 | 18:30 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB