alexametrics

11 Bisnis yang Paling Parah Terdampak Covid-19

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
11 Bisnis yang Paling Parah Terdampak Covid-19
Ilustrasi stres karena bisnis dihantam corona. (Shutterstock)

Banyak bisnis yang terpaksa gulung tikar karena tak bisa bertahan di tengah hantaman virus corona.

Suara.com - Pandemi virus corona memberikan dampak yang luas bagi segala hal. Terutama pada sektor bisnis yang ikut terpukul oleh virus asal Wuhan, China itu.

Banyak bisnis yang terpaksa gulung tikar karena tak bisa bertahan di tengah hantaman virus corona.

Seperti dilansir dari blog pribadi Pakar Marketing Yuswohady www.yuswohady.com yang berjudul "Corona Kills Everything" terdapat beberapa bisnis yang mulai meredup di tengah pandemi.

Hotel

Baca Juga: Bisnis Lesu, Ivan Gunawan Tetap Beri THR ke Seluruh Karyawan

Menurut Yuswo sapaan akrabnya, banyak hotel yang terpaksa tutup karena tak ada tamu menginap. Berdasarkan data resmi Kemenparekraf pada awal April lalu, jumlah hotel yang tutup sementara karena COVID-19 sudah mencapai 1.500 di seluruh Indonesia.

"Untuk bisa bertahan hotal melakukan berbagai upaya survival mulai dari meluncurkan paket seperti “work from hotel“, program staycation, menawarkan “hotel food delivery“, hingga jemput bola menawarkan on-demand cleaning service ke rumah-rumah," kata Yuswo.

Kendati begitu, pemulihan sektor pariwisata membutuhkan waktu lumayan lama. Menurut World Travel & Tourism Council (WTTC) industri ini baru pulih dalam waktu 10 bulan ke depan. Sementara Tourism Economics memperkirakan lebih lama lagi yaitu hingga tahun 2022.

Money Changer

Bisnis money changer atau penukaran uang juga sepi di tengah pandemi. Hal ini diakibatkan perjalanan antar negara yang dibatasi. Sehingga, banyak orang yang tak memerlukan penukaran uang.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Sempat-sempatnya Luncurkan Bisnis Baru Saat Corona

Yuswo mencontohkan, di Bali begitu turis tak datang ke Bali, maka pendapatan para pengusaha langsung anjlok bahkan nol karena tak ada lagi turis yang menukarkan uang.

Komentar