Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Dharma Samudera Fishing Industries Optimis Semester II Raup Keuntungan

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:26 WIB
Dharma Samudera Fishing Industries Optimis Semester II Raup Keuntungan
RUPST PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk perusahaan produk ikan beku atau frozen seafood optimis bisa meraih laba pada semester II 2020 setelah perseroan melihat adanya perbaikan pada awal semester II 2020.

Direktur Utama PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk, Ewijaya mengatakan, perbaikan itu terlihat dari sisi penjualan yang mulai naik, meski belum berbalik ke kondisi normal.

"Semester II kita sangat optimis akan terjadi perbaikan terhadap semester I jadi yang kita harapkan perseroan bisa mempertahankan profitabilitas di semester II. Cuma angka besarannya kita belum tahu detail, karena kita sedang mengassest tiap minggu prospek penjualan," ujar Ewijaya dalam RUPST di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Ewijaya menyebut, bisnis perseroan sangat terpukul dengan adanya pandemi covid-19. Bahkan, pandemi ini membuat penjualan secara tiba-tiba merosot, sehinga menyebabkan perseroan alami rugi Rp 8,07 miliar.

"Struktur biaya perusahaan dalam waktu tertentu kita ada yang variable, tapi pandemi terjadi secara tiba-tiba dalam tiga bulan tak bisa mengubah semua struktur menjadi variable, tentu saja masih ada cost dalam bentuk fix, sehingga penurunan penjualan mau tak mau menimpa laba rugi perusahaan," jelas dia.

Namun begitu, Ewijaya menyebut, perseroan telah memiliki strategi untuk menghadapi pandemi ini. Salah satunya, melakukan efisiensi biaya dalam segala hal.

Selain itu, perusahaan juga berusaha untuk mencari pangsa pasar baru dengan mencoba merambah ke Arab Saudi hingga China.

Untuk diketahui, pangsa pasar produk DFSI mayoritas masih diekspor ke Amerika Serikat sebesar 66 persen, kemudian Eropa 15 persen, Jepang 7 persen, Australia 6 persen, dalam negeri 5 persen dan negara lainnya 1 persen.

"Kalau Saudi Arabia kita menunggu aproval perizinan, mungkin dalam 1-2 bulan ini kita sudah dapat. Pasar China masih penjajakan, kalau Hong Kong kita sudah ekspor, China target kita melakukan penjualan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Bahan Ikan, Begini Cara Membuat Sajian Pepes Ayam Bumbu Kuning

Tanpa Bahan Ikan, Begini Cara Membuat Sajian Pepes Ayam Bumbu Kuning

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:30 WIB

Sukses Jual Produk Ikan, Laba Bersih Dharma Samudera Fishing Capai Rp 3,9 M

Sukses Jual Produk Ikan, Laba Bersih Dharma Samudera Fishing Capai Rp 3,9 M

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2019 | 15:39 WIB

RUPSLB, Dharma Samudera Fishing Industries Rombak Direksi dan Komisaris

RUPSLB, Dharma Samudera Fishing Industries Rombak Direksi dan Komisaris

Bisnis | Jum'at, 01 Februari 2019 | 19:03 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB