Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Laba Bersih Group Astra Anjlok 44 Persen Jika Saham Bank Permata Tak Dijual

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 25 Agustus 2020 | 13:27 WIB
Laba Bersih Group Astra Anjlok 44 Persen Jika Saham Bank Permata Tak Dijual
Gedung PT Astra International Tbk. (Humas Astra)

Suara.com - Laba bersih PT Astra International Tbk sepanjang semester I 2020 diselamatkan atas penjualan saham PT Bank Permata Tbk sebesar Rp 16,8 triliun, jika tidak ada transaksi ini emiten dengan laba kode saham ASII ini bisa anjlok 44 persen.

"Jika tidak termasuk keuntungan dari transaksi penjualan Permata, maka laba bersih grup akan turun 44 persen menjadi Rp 5,5 triliun," kata Head of Corporate Investor Relations Astra, Tira Ardianti dalam paparan virtualnya, Selasa (25/8/2020).

Tira mengatakan, laba bersih perusahaan pada semester I 2020 sebesar Rp 11,3 triliun naik 16 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,8 triliun.

ASII melaporkan telah menandatangani Akta Pengambilalihan yang memuat penyelesaian transaksi atau closing saham perseroan di Bank Permata kepada Bangkok Bank pada, Rabu (20/5/2020). Penandatanganan Akta itu turut dilakukan juga oleh Standard Chartered Bank.

ASII tercatat memegang kepemilikan 12,49 miliar lembar saham atau 44,56 persen di Bank Permata per 30 April 2020. Sementara itu, Standard Chartered Bank juga mengempit porsi yang sama sebanyak 12,49 miliar atau setara dengan 44,56 persen.

Adapun, total harga penjualan seluruh saham milik ASII di Bank Permata senilai Rp 16,83 triliun atau setara dengan Rp 1.346,97 per lembar. Dengan demikian, perseroan tidak lagi memiliki saham di Bank Permata.

Tira mengatakan, uang sebesar tersebut akan digunakan perseroan untuk memperkuat neraca keuangannya di tengah-tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Apalagi kata Tira, perseroan sudah mendapatkan komitmen pinjaman sebesar Rp 38,6 triliun dari pihak perbankan, yang tentunya juga akan digunakan untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.

"Kami masih bersyukur meskipun mengalami masa-masa sulit, posisi neraca keuangan grup tetap kuat didukung oleh tersedianya komitmen fasilitas pinjaman sebesar Rp 38,6 triliun," kata Tira.

baca juga

Tira menjelaskan, secara umum laba bersih dari semua divisi bisnis Grup Astra lebih rendah pada semester I-2020 dibandingkan dari periode sama tahun lalu, kecuali dari divisi agribisnis.

Divisi otomotif mengalami tekanan paling besar akibat pandemi, terlihat dari kontribusi laba bersih yang signifikan.

"Hingga saat ini bisnis otomotif dan jasa keuangan yang terkait otomotif menyumbang 50 persen dari total laba bersih konsolidasian Astra," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendapatan Astra Group Anjlok 23 Persen Imbas Lesunya Penjualan Otomotif

Pendapatan Astra Group Anjlok 23 Persen Imbas Lesunya Penjualan Otomotif

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2020 | 13:09 WIB

Akuisisi Bank Permata, Dirut Mandiri Tegaskan Masih Proses Negosiasi

Akuisisi Bank Permata, Dirut Mandiri Tegaskan Masih Proses Negosiasi

Bisnis | Selasa, 09 April 2019 | 17:38 WIB

Permata Bank Rilis Aplikasi Permata Mobile X yang Super Canggih

Permata Bank Rilis Aplikasi Permata Mobile X yang Super Canggih

Tekno | Sabtu, 26 Januari 2019 | 05:10 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×