Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 07 September 2020 | 19:09 WIB
Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh
Sri Mulyani (kemenkeu.go.id)

Suara.com - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meski ekonomi Indonesia dipastikan akan masuk dalam jurang resesi, bukan berarti negara akan runtuh.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat menjawab pertanyaan wartawan, perihal peluang ekonomi Indonesia pada kuartal III mendatang apakah akan tumbuh negatif atau positif.

"Artinya kita masih kemungkinan. Kalau belanja pemerintah diakselerasi konsumsi dan investasi belum masuk zona positif, karena aktivitas masyarakat sama sekali belum normal, secara teknikal kuartal III ini kita di zona negatif, maka resesi terjadi," kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2020).

Jika situasi ini benar-benar terjadi, bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini lantas mengatakan bukan berarti kondisi ekonomi menjadi buruk.

Pasalnya, pelemahan yang terjadi tidak sedalam yang terjadi pada kuartal II 2020, di mana kontraksinya mencapai 5,32 persen.

"Namun tidak berarti kondisinya sangat buruk, karena kontraksinya lebih kecil dan berangsur pulih di bidang konsumsi. Investasi melalui dukungan belanja pemerintah diakselerasi cepat dan berharap ekspor mulai baik," katanya.

"Karena satu bulan terakhir terjadi kenaikan cukup baik, maka bisa berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal III lebih baik dibanding kuartal II yang kontraksi cukup dalam 5,3 persen. Meski demikian, dibanding negara lain kontraksi jauh sangat dalam," tambahnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III masih akan tumbuh negatif, .

Itu disebabkan kegiatan ekonomi selama periode tersebut masih rapuh akibat pandemi virus corona covid-19.

Sementara kuartal IV, dirinya juga mengatakan pertumbuhan ekonomi diprediksi masih belum stabil.

Dia memprediksi, pada 3 bulan terakhir tahun 2020, pertumbuhan ekonomi masih akan di bawah netral.

"Kuartal IV masih dalam zona sedikit di bawah netral," kata Sri Mulyani.

Dengan prediksi tersebut, sepanjang tahun ini diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan minus 1,1 persen hingga ke arah positif 0,2 persen.

Sedangkan 0,2 persen mengasumsikan di kuartal III dan terutama di kuartal IV menujukkan recovery atau perbaikan, tapi hasilnya untuk mengompensasi kontraksi yang dalam pada kuartal II.

Meski memperkirakan tumbuh negatif, Sri Mulyani akan tetap mendorong kinerja konsumsi dan investasi, demi menyelamatkan ekonomi dari kejatuhan yang lebih dalam lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Jabar | Senin, 07 September 2020 | 14:00 WIB

Resesi Menanti Indonesia, Masih Aman Nggak Ya Untuk Investasi?

Resesi Menanti Indonesia, Masih Aman Nggak Ya Untuk Investasi?

Lifestyle | Senin, 07 September 2020 | 11:45 WIB

Dana yang Harus Disiapkan Sebelum RI Resesi dan Berita Terpopuler Lainnya

Dana yang Harus Disiapkan Sebelum RI Resesi dan Berita Terpopuler Lainnya

Lifestyle | Selasa, 01 September 2020 | 21:56 WIB

Komisi XI Ingatkan Pemerintah Hati-hati di Sektor Ekonomi

Komisi XI Ingatkan Pemerintah Hati-hati di Sektor Ekonomi

DPR | Rabu, 02 September 2020 | 14:15 WIB

Indonesia Berpotensi Resesi, Ini 4 Dana yang Harus Dimiliki di Masa Depan

Indonesia Berpotensi Resesi, Ini 4 Dana yang Harus Dimiliki di Masa Depan

Lifestyle | Selasa, 01 September 2020 | 15:53 WIB

Menteri Mahfud MD: Tidak Bisa Disembunyikan, Kita Sedang Diambang Resesi

Menteri Mahfud MD: Tidak Bisa Disembunyikan, Kita Sedang Diambang Resesi

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 20:41 WIB

Mahfud Md Sebut Isu Resesi Ekonomi Dimanfaatkan Jadi Alat Politik

Mahfud Md Sebut Isu Resesi Ekonomi Dimanfaatkan Jadi Alat Politik

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 19:48 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB